Archive for September 2008
Titik Nol Peradaban Manusia Di Mulai Dari Sini
Inilah tempat bermulanya peradaban manusia atau merupakan titik nol peradaban manusia, tempat ini bernama Muzdalifah.
Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah. Dinamakan demikian karena jama’ah haji berdatangan ke tempat ini pada tengah malam atau karena para jama’ah pergi meninggalkan tempat ini secara bersamaan. Ada pula yang menamakan tempat ini sebagai jam’an yang artinya adalah berkumpul, karena Adam dan Hawa bertemu dan berkumpul di tempat ini setelah beratus-ratus tahun terpisah setelah keluar dari surga. Dan dari sini peradaban manusia dimulai.
Batasnya Muzdalifah adalah antara lembah Muhassir sampai ke Al-Ma’zamain (dua gunung yang saling berhadapan, yang di tengahnya ada jalan) yaitu 4,8 KM², sedangkan luasnya adalah 12,25 KM². Di sana terdapat rambu-rambu pembatas yang menentukan batas awal dan akhir Muzhdalifah.
—hasyim/1429H/2008M—
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriyah
ALLAHU AKBAR – ALLAHU AKBAR – ALLAHU AKBAR
ALLAHU AKBAR, dengan takbir dan tahmid, umat Islam melepaskan bulan Ramadan dan dengan takbir dan tahmid pula ia sambut 1 Syawal 1429 H. Mudah-mudahan pelepasan bulan Ramadan dan penyambutan bulan Syawal terpenuhi makna dan arti kedua peristiwa yang terjadi dalam suasana bergembira.
Selama bulan Ramadhan, jiwa, ruh, dan hati umat benar-benar telah terasah dengan amal-amal kebajikan, sehingga hati mereka yang merupakan wadah ketakwaan semakin terbuka lebar dan luas guna lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas takwa yang sudah diperoleh selama beribadah di bulan Ramadan, “Mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa” (QS [al-Hujurat] 49 : 3).
Idul Fitri bagi kaum wanita dan anak-anak ?
Sebagaimana halnya kamu pria, kaum wanita dan anak-anak pun disunnatkan menghadiri shalat ‘Idul Fithri. Begitu pula halnya orang-orang tua, gadis-gadis perawan, wanita-wa nita haidh dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR. Bukhori – Muslim). Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri-istri dan putri-putrinya untuk melaksanakan shalat ‘Idul Fitri dan mendengarkan khuthbah (HR. Ibnu Majah & Baihaqi dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haidh dan nifas, cukup mendengarkan khuthbah, tidak ikut shalat.
Idul fitri adalah hari kemenangan besar yang mengembalikan manusia pada fitrahnya (kesucianya) dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah dan saling memaafkan. serta rezeki yang kita miliki telah dicuci pula dengan zakat.
Kembali kepada kesucian artinya dengan merayakan Idul Fitri ini kita mendeklarasikan kesucian kita dari berbagai dosa sebagai buah dari ibadah sepanjang bulan Ramadan. Pada Idul Fitri inilah, manusia yang taat pada takdir Allah meyakini tibanya kembali fitrah diri yang kerap diimajinasikan dengan ungkapan kala itu ba’ terlahir kembali. Dan, bila kita bersedia menerima fitrah yang ada di hari besar ini serta menerjemahkan dengan pikiran dan bahasa sederhana, Idul Fitri merupakan momentum bagi manusia untuk langkah awal menuju kehidupan lebih baik.
Memang Idul Fitri bukanlah suatu yang akhir. Masih akan ada perjuangan yang harus dilalui sesudahnya. Seperti yang pernah diisyaratkan Rasulullah seusai perang Badr di akhir Ramadhan. Bahwa, dari perang kecil (Badr) masih ada perang yang lebih besar untuk menegakkan agama yang benar.
Beragama yang benar adalah nasihat menasihati, Sabda Rasul: Addinun Nashihhat, Arti nasehat bukan sekadar membimbing dengan kata-kata, tetapi menunjukkan serta mendukung segala kebajikan dengan amal perbuatan, sehingga pemberi nasihat mengantar orang yang dinasihati kepada suasana keterbukaan, tenggang rasa, serta insyaf bahwa kebutuhan manusia tidak dapat dipenuhi kecuali dengan bantuan orang lain.
Yang lebih penting, semoga saja tak cuma simbol yang melekat pada diri kita selepas puasa sebulan penuh ini. Segala aspek kehidupan yang lurus yang kita jalani selama Ramadhan ini hendaknya menjadi titik tolak untuk melangkah ke depan. Hal ini kita mulai dari diri kita sendiri, barulah kemudian ke jenjang yang lebih besar yakni saudara, keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas.
Adapun mengenai perayaan Idul Fitri yang berbeda waktunya janganlah dijadikan perdebatan dan masalah besar.Sebaliknya, terimalah perbedaan itu sebagai rahmat dan tetap menjalin tali silaturahmi.
=islamonline/hasyim/1429hijriyah=
Menangislah Untuk Ramadhan Yang Penuh Berkah
Tak terasa kami hampir mendekati hari kemenangan
Tapi, janganlah pergi dulu RAMADHAN-ku
Betapa mulianya bulan RAMADHAN
Kami akan terus menggapai berkahmu RAMADHAN
Walaupun hanya tertinggal 3 hari lagi
Kami akan menangis ditinggal pergi oleh RAMADHAN
Kami menginginkan bulan-bulan yang lain
Seperti RAMADHAN-ku
Dapatkah kami bertemu denganmu kembali RAMADHAN
Ditahun depan? Semoga…
Kami akan selalu untukmu RAMADHAN…
=Ramadhan-ku/hasyim/1429 H=
Tips Sebelum Mudik Lebaran 2008
Sebaiknya sebelum mudik lebaran kita melakukan langkah-langkah persiapan untuk menjaga keamanan rumah kita, beberapa persiapan sebelum mudik lebaran adalah sebagai berikut :
1. Kunci pintu garasi dan periksa kembali pintu sorong kaca sebelum kita berangkat mudik
2. Simpanlah dokumen berharga seperti polis asuaransi dan surat wasiat di dalam safety deposit box
3. Jangan meletakan atau menyembunyikan kunci diluar rumah, misalnya pada kotak surat atau diatas pintu atau di sekitar halaman depan rumah karena maling biasanya mengetahui tempat-tempat yang biasa digunakan untuk menyembunyikan kunci.
4. Beritahu family atau tetangga yang dapat dipercaya kapan anda pulang dan dimana anda dapat dihubungi jika dalam keadaan darurat.
5. kecilkan volume dering telepon rumah dan mesin penjawab sebelum mudik, sehingga maling tidak dapat mendengarnya.
6. Jangan meninggalkan alat atau tangga disekitar pekarangan rumah karena bisa digunakan maling untuk masuk kedalam rumah.
7. Potong semua semak atau pohon di dekat rumah yang dapat dijadikan tempat persembunyian strategis bagi maling.
8. Pasang kunci gembok pada pintu pagar luar/pagar rumah dan pastikan engsel pintu berada pada bagian dalam.
9. Sebaiknya jika ada family (keluarga dekat anda) yang tidak pulang mudik karena alasan tugas kerja atau alasan lain, maka mintalah bantuan untuk menjaga rumah anda sewaktu mudik dan pesanlah untuk ikut program ronda / jaga malam dilingkungan kediaman anda.
“Selamat bermudik lebaran, semoga anda selamat dalam perjalanan dan berbahagia bersama keluarga”

