EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

Archive for Oktober 2008

Quro Karawang – Pesantren Pertama Di Jawa Barat

without comments

Menurut Babad Tanah Jawa, pesantren pertama di Jawa Barat adalah pesantren Quro yang terletak di Tanjung Pura, Karawang. Pesantren ini didirikan oleh Syekh Hasanuddin, seorang ulama dari Campa atau yang kini disebut Vietnam, pada tahun 1412 saka atau 1491 Masehi. Karena pesantrennya yang bernama Quro, Syekh Hasanuddin belakangan dikenal dengan nama Syekh Quro.

Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin adalah putra Syekh Yusuf Sidik. Awalnya, Syekh Hasanuddin datang ke Pulau Jawa sebagai utusan. Ia datang bersama rombongannya dengan menumpang kapal yang dipimpin Laksamana Cheng Ho dalam perjalanannya menuju Majapahit.

Dalam pelayarannya, suatu ketika armada Cheng Ho tiba di daerah Tanjung Pura Karawang. Sementara rombongan lain meneruskan perjalanan, Syekh Hasanuddin beserta para pengiringnya turun di Karawang dan menetap di kota ini.

Di Karawang, Syekh Hasanuddin menikah dengan gadis setempat yang bernama Ratna Sondari yang merupakan puteri Ki Gedeng Karawang. Di tempat inilah, Syekh Hasanuddin kemudian membuka pesantren yang diberi nama Pesantren Quro yang khusus mengajarkan Alquran. Inilah awal Syekh Hasanuddin digelari Syekh Quro atau syekh yang mengajar Alquran.

Dari sekian banyak santrinya, ada beberapa nama besar yang ikut pesantrennya. Mereka antara lain Putri Subang Larang, anak Ki Gedeng Tapa, penguasa kerajaan Singapura, sebuah kota pelabuhan di sebelah utara Muarajati Cirebon. Puteri Subang Larang inilah yang kemudian menikah dengan Prabu Siliwangi, penguasa kerajaan Sunda Pajajaran.

Kesuksesan Syekh Hasanuddin menyebarkan ajaran Islam adalah karena ia menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kedamaian, tanpa paksaan dan kekerasan. Begitulah caranya mengajarkan Islam kepada masyarakat yang saat itu berada di bawah kekuasaan raja Pajajaran yang didominasi ajaran Hindu.

Karena sifatnya yang damai inilah yang membuat Islam diminati oleh para penduduk sekitar. Tanpa waktu lama, Islam berkembang pesat sehingga pada tahun 1416, Syekh Hasanuddin kemudian mendirikan pesantren pertama di tempat ini.

Ditentang penguasa Pajajaran
Berdirinya pesantren ini menuai reaksi keras dari para resi. Hal ini tertulis dalam kitab Sanghyang Sikshakanda Ng Kareksyan. Pesatnya perkembangan ajaran Islam membuat para resi ketakutan agama mereka akan ditinggalkan.

Berita tentang aktivitas dakwah Syekh Quro di Tanjung Pura yang merupakan pelabuhan Karawang rupanya didengar Prabu Angga Larang. Karena kekhawatiran yang sama dengan para resi, ia pernah melarang Syekh Quro untuk berdakwah ketika sang syekh mengunjungi pelabuhan Muara Jati di Cirebon.

Sebagai langkah antisipasi, Prabu Angga Larang kemudian mengirimkan utusan untuk menutup pesantren ini. Utusan ini dipimpin oleh putera mahkotanya yang bernama Raden Pamanah Rasa. Namun baru saja tiba ditempat tujuan, hati Raden Pamahan Rasa terpesona oleh suara merdu pembacaan ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan Nyi Subang Larang.

Putra mahkota yang setelah dilantik menjadi Raja Pajajaran bergelar Prabu Siliwangi itu dengan segera membatalkan niatnya untuk menutup pesantren tersebut. Ia justru melamar Nyi Subang Larang yang cantik. Lamaran tersebut diterima oleh Nyi Santri dengan syarat maskawinnya haruslah Bintang Saketi, yaitu simbol “tasbih” yang ada di Mekah.

Pernikahan antara Raden Pamanah Rasa dengan Nyi Subang Karancang pun kemudian dilakukan di Pesantren Quro atau yang saat ini menjadi Masjid Agung Karawang. Syekh Quro bertindak sebagai penghulunya.

Menyebar santri untuk berdakwah
Tentangan pemerintah kerajaan Pajajaran membuat Syekh Quro mengurangi intensitas pengajiannya. Ia lebih memperbanyak aktivitas ibadah seperti shalat berjamaah.

Sementara para santrinya yang berpengalaman kemudian ia perintahkan untuk menyebarkan Islam ke berbagai kawasan lain. Salah satu daerah tujuan mereka adalah Karawang bagian Selatan seperti Pangkalan lalu ke Karawang Utara di daerah Pulo Kalapa dan sekitarnya.

Dalam penyebaran ajaran Islam ke daerah baru, Syekh Quro dan para pengikutnya menerapkan cara yang unik. Antara lain sebelum berdakwah menyampaikan ajaran Islam, mereka terlebih dahulu membangun Masjid. Hal ini dilakukan Syekh Quro mengacu pada langkah yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Saat itu beliau terlebih dahulu membangun Masjid Quba.

Cara lainnya, adalah dengan menyampaikan ajaran Islam melalui pendekatan dakwah bil hikmah. Hal ini mengacu pada AlQuran surat An Nahl ayat 125, yang artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”

Sebelum memulai dakwahnya, Syekh Quro juga telah mempersiapkan kader-kadernya dengan pemahaman yang baik soal masyarakat setempat. Ini dilakukan agara penyebaran agamanya berjalan lancar dan dapat diterima oleh masyarakat. Hal inilah yang melatarbelakangi kesuksesan dakwah Syekh Quro yang sangat memperhatikan situasi kondisi masyarakat serta sangat menghormati adat istiadat penduduk yang didatanginya.

Selama sisa hidup hingga akhirnya meninggal dunia, Syekh Quro bermukim di Karawang. Ia dimakamkan di Desa Pulo Kalapa, Kecamatan Lemah Abang, Karawang. Tiap malam Sabtu, makam ini dihadiri ribuan peziarah yang datang khusus untuk menghadiri acara Sabtuan untuk mendoakan Syekh Quro.

Belakangan masjid yang dibangun oleh Syekh Quro di pesantrennya, kemudian direnovasi. Namun bentuk asli masjid — berbentuk joglo beratap dua limasan, menyerupai Masjid Agung Demak dan Cirebon — tetap dipertahankan.

copyright@hasyim/1429h

Written by Hasyim

Oktober 27, 2008 at 1:37 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Iklan Gratis Karirnetworking 2008

without comments

Sudahkah Memanfaatkan Iklan Gratis di karirnetworking?

Mengapa tidak segera memanfaatkan fasilitas ini sebagaimana perusahaan lain sudah melakukannya. Iklan peluang karir perusahaan Anda akan muncul otomatis pada halaman profil karirnetworkers yang memiliki TAGs sesuai dengan iklan Anda:

Keuntungan beriklan peluang kerja di karirnetworking

  1. Fasilitas ini tersedia gratis selama Anda menjadi anggota aktif karir.com.
  2. Swalayan, mudah, fleksibel dan informal. Tidak ada format mandatori yang harus diisi. Deskripsikan persyaratan dan job description dengan gaya Anda.
  3. Fokus, sesuai TAGs yang ditargetkan. Iklan peluang karir Anda hanya akan dilihat oleh anggota karirnetworking yang memiliki TAGs serupa dengan yang sudah Anda tentukan.
  4. Kenali target Anda. Anda bisa mengetahui jumlah berikut profil masing-masing anggota karirnetworking yang akan melihat iklan Anda.

Tips: Gunakan TAGs yang tepat sesuai dengan persyaratan, keahlian dan ketrampilan yang dibutuhkan. Manfaatkan fitur View similar tags di karirnetworking untuk melihat jumlah dan profil dari anggota karirnetworking yang sesuai dengan TAGs iklan peluang karir perusahaan Anda.

Klik di sini untuk memasang iklan peluang karir di karirnetworking.

Informasi lebih lanjut kirimkan email ke cs@karirnetworking.com
atau hubungi karir.com di (021) 5290 3980.

CS karir.com

http://hasyimibrahim.wordpress.com

Written by Hasyim

Oktober 27, 2008 at 1:28 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Kisah Sakratul Maut Para Nabi (01)

without comments

NABI ADAM AS

Adam adalah Nabi pertama, Allah menciptakan dengan kekuasaan-Nya hingga para Malaikat sujud kepadanya. Allah meniupkan ruh-Nya kepada Adam dan dijadikannya sebagai bapak manusia.

Hati Adam selalu dibayangi oleh Malaikat Maut sehingga dia meminta kepada Allah agar dapat melihat Malaikat Maut.

Setelah itu Allah mendatangkan Malaikat Maut kepada Nabi Adam dengan menjelma seperti domba yang sangat elok. Domba ini memiliki sayap yang terbentang hingga empat ribu sayap.

Diantara sayapnya ada yang melampaui langit dan bumi dan adapula yang melebihi batas ufuk timur serta ada yang melebihi batas ufuk barat. Dihadapannya bumi yang berisikan gunung, hutan, jin, manusia, hewan dan segala yang ada didalam lautan, serta segala tetumbuhan yang ada diatas bumi, seperti biji sawi yang tumbuh dipadang sahara.

Malaikat Maut juga memiliki beberapa mata yang tidak dapat dibuka kecuali pada tempatnya. Dan memiliki sayap yang dikepakkan kecuali pada tempatnya. Ada satu sayap yang hanya ditujukan kepada manusia pilihan dan ada satu sayap yang hanya dikhususkan untuk orang-orang kafir.

Ketika melihat bentuk Malaikat Maut, Nabi Adam pingsan hingga sampai tujuh hari. Kemudian, ketika dia sadar, dia merasakan seolah-olah bermandikan keringat za’faran.

Perjumpaan Nabi Adam dengan Malaikat Maut

1. Pertemuan pertama setelah Nabi Adam berumur sembilan ratus enam puluh tahun.

2. Pertemuan kedua setelah Nabi Adam mencapai umur seribu tahun.

Itulah pertemuan terakhir antara mereka berdua. Dan pada saat itu, Nabi Adam diambil ruhnya dan ia telah diberitahu bahwa umurnya pada saai itu genap seribu tahun.

Nabi Adam adalah makhluk pertama yang mengetahui batas umurnya disaat dia masih hidup. Akan tetapi ketika Nabi Adam menyaksikan anak keturunannya, dia mendapatkan diantara mereka yang paling banyak memancarkan cahaya melalui kedua matanya yang bernama Nabi Daud.

=hasyim/1429h=

Written by Hasyim

Oktober 27, 2008 at 1:11 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Sekolah Di Jerman Sambut Agama Islam

without comments

Pemerintah Jerman, secara prinsip, menyetujui pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah Jerman sebagai usaha untuk lebih memuluskan kerukunan di dalam masyarakat, wartawan Deutsche Welle melaporkan. Di sekolah-sekolah Jerman, selama ini hanya diajarkan agama Judaisme, Katolik, dan Protestan.

“Dalam waktu dekat, agama Islam akan diajarkan di sekolah-sekolah Jerman,” kata Menteri Dalam Negeri Wolfgang Schaeuble sebagai kesimpulan dari sebuah Konprensi Islam yang disponsori pemerintah Jerman.

Dengan akan diajarkannya agama Islam di sekolah-sekolah, akan membantu orang-orang Islam di Jerman untuk tidak lagi mengirimkan anak-anak mereka untuk belajar agama Islam ke sekolah informal. “Dengan adanya kurikulum pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah ini, akan tercipta sebuah kompetisi yang sehat,” lanjutnya.

Mendagri Jerman itu juga memberikan dukungan terhadap pembangunan masjid raya di Jerman yang akan dapat menampung jemaah Islam yang kian bertambah di samping pembangunan lahan makam Islam. ‘Ini merupakan sebuah langkah maju yang kita lakukan secara bertahap,” kata Mendagri.

Konprensi Islam yang digelar bersama antara pemerintah Jerman dan wakil-wakil muslim pada bulan September lalu dimaksudkan untuk mencari pemecahan berbagai masalah bagi sekitar 3,4 juta muslim agar bisa menjadi mainstream di masyarakat. Agama Islam di Jerman kini menduduki peringkat ke tiga dalam pemeluknya setelah Protestan dan Katolik.

Kaum muslim menyambut gembira usaha pemerintah Jerman untuk memasukan agama Islam dalam kurikulum di sekolah-sekolah Jerman. “Ini sebuah terobosan,” kata Bekir Alboga, juru bicara Persatuan Jemaah Muslim di sana.

“Kita sangat gembira. Sebab sejak tahun 1980 kaum muslim di sini sudah mengajukan permintaan agar agama Islam bisa masuk dalam kurikulum di sekolah-sekolah Jerman. Kami sangat berterima kasih, Menteri Dalam Negeri, menanggapi hal ini dengan sangat positif.”

Tapi bagaimanapun, kaum muslim di sana menyadari tenaga-tenaga pengajar untuk proyek besar ini masih sangat kurang. Di Jerman saat ini hanya ada 120 guru yang memberian kursus-kursus agama Islam. Pemuka agama Islam mengharapkan, agarĀ  universitas-universitas di Jerman mengikuti Universitas Munster yang telah memberikan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru yang akan mengajar agama Islam di sekolah-sekolah.

copyright@hasyim/1429h

Written by Hasyim

Oktober 18, 2008 at 4:47 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Profil: Universitas Negeri Surabaya – Program Sains S3

with 2 comments

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berbasis ilmu kependidikan akan membuka program doktoral (S-3) bidang Sains. “Saat ini sudah dipersiapkan, sedang surat pengajuan S-3 Sains sudah diserahkan ke Depdiknas untuk dikaji,” kata Direktur Pascasarjana Unesa, Prof DR Prabowo di Surabaya, Sabtu.

Ia mengatakan pembukaan S-3 sains menuntut kesiapan Unesa mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), seperti jumlah dosen yang cukup, hingga kesiapan sarana dan prasarana. “Untuk sarana dan prasarana, saat ini sudah siap 90 persen, sedangkan persetujuan dari pusat diperkirakan akan turun pada 2009,” katanya. Ia mengaku optimistis program pascasarjana Unesa akan menerima persetujuan pada 2009. “Itu merupakan wujud kepedulian kami kepada perkembangan ilmu pengetahuan, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa Unesa juga layak membuka jurusan tersebut,” katanya. Menurut dia, banyak dari lulusan pascasarjana Unesa yang setiap tahunnya berhasil mengembangkan ilmunya, bahkan setiap penerimaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana selalu ada peningkatan.

Ia berharap, dengan dibukanya jurusan baru itu akan dapat menjadikan Unesa sebagai kampus yang dipercaya masyarakat dalam mengemban amanat pendidikan. “Kita tidak menginginkan jurusan baru itu membuat semangat Unesa dalam meluluskan mahasiswanya akan lebih mudah. Bagaimanapun, Unesa tetap memperhatikan kualitas lulusan. Jangan sampai lulusan kita kalah dengan kampus lain di Surabaya,” katanya.

Senada dengan itu, Rektor Unesa Prof DR Haris Supratno menilai dibukanya jurusan baru itu merupakan suatu kemajuan bagi Unesa, karena menandakan Unesa telah siap dan dipercaya oleh pusat. “Dengan jurusan baru itu berarti Unesa semakin dipercaya masyarakat dalam mengemban amanat pendidikan, khususnya di Indonesia.

copyright@hasyim1429h

Written by Hasyim

Oktober 18, 2008 at 4:43 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan