EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

Archive for November 2008

Pasar Sukuk Dunia

without comments

“Tidak ada lagi keraguan dalam keinginan kami untuk membentuk platform keuangan Islami di Hongkong,” ujar Eddie Yue, Kepala Deputi Otoritas Moneter Hongkong (HKMA) dalam sebuah forum Keuangan Islam seperti yang dikutip oleh IslamOnline melalui agen berita Bernama.

“Prioritas utama kami adalah mendorong dengan perkembangan pasar yang terikat dengan Islam,” papar Eddie.

Prinsip Sukuk, yang sejalan dengan pelarangan pembayaran dan penerimaan bunga, bekerja atas dasar bagi hasil keuntungan nyata.

Perusahaan yang mengeluarkan aturan Islami melakukan pembayaran terhadap investor dengan keuangan atau profit yang dihasilkan dari bisnis yang berjalan.

Tentu saja, itu tidak berlaku bagi uang yang diinvestasikan untuk alkohol, judi, pornografi, tembakau, perdagangan senjata, atau babi.

Yue meyakini saat ini adalah waktu yang matang bagi Hong Kong untuk menapak dalam industri perbankan Islam yang menanjak secara global.

“Kami percaya ini adalah saat yang baik untuk meletakkan dasar aturan yang diperlukan, sistem pajak, dan infrastruktur pasar,” ujar Yuen dalam forum sehari lagi.

Ia bersama tim di HKMA cukup yakin, keputusan memasuki industri keuangan Islam yang sedang booming akan membantu Hong Kong, yang telah lama dipandang sebagai jaringan finansial Asia, mengundang lebih banyak investor.

“Kami bisa memiliki banyak kesempatan untuk meraih investor dan bankir potensial Islami dari Timur Tengah juga Asia lain,” ujar Yue.

“Penambahan keuangan Islami sebagai segmen terbaru dalam sistem keuangan kami akan memberi nilai tambah Hong Kong, salah satu pusat perputaran investasi dan pemimpin dalam jaringan layanan keuangan di Asia.

Dengan demikian, Hong Kong akan melengkapi langkah negara tetangga Singapore, yang juga berencana meluncurkan fasilitas penerbitan Sukuk awal tahun depan untuk mempromosikan keuangan Islami.

Bagaimanapun keduanya akan menghadapi penantang terbesar dari tetangga Malaysia yang telah menjadi salah satu penghubung untuk sistem keuangan dan perbankkan Islami.

Pasar sukuk internasional telah meraih pertumbuhan hingga 111,9 milyar dollar dalam delapan tahun terakhir hingga 2008, dan diprediksi  bertambah lagi 69 milyar dolar pada tahun 2008-2009, begitu ungkap International Islamic Financial Market (IIFM).

Kondisi itu menahbiskan keuangan Islam menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam industri keuangan global. Diperkirakan asset total keuangan Islam seluruh dunia mencapai 1 triliun Dolar AS. Menurut perhitungan kasar IIFM, negara barat berperan mewakili 50 % dari pasar Sukuk dunia.

hasyim/1429h

Written by Hasyim

November 28, 2008 at 3:32 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Taman Nasional Gunung Leuser

without comments

Taman Nasional Gunung Leuser, termasuk taman yang terbesar di Asia Tenggara. Luasnya sekitar 800.000 hektar, membentang dari Propinsi Sumatera Utara sampai Aceh. Begitu luasnya, hingga letaknya terpencar jauh. Seperti Pusat Rehabilitasi Orang Utan, terdapat di Bahorok, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumut. Sedangkan Pusat Rehabilitasi Satwa Langka, berlokasi di Sikundur, Besitang, Sumut. Terakhir, Pusat Penelitian Alam, di Katambe, Aceh Tenggara.

Dari ketiga obyek wisata alam Leuser ini, yang paling menawan adalah Gurah, Katambe. Obyek wisata yang terletak 25 km dari Kutacane, ibukota Kabupaten Aceh Tenggara ini adalah belantara perawan. Hutan ini telah dilestarikan sejak era kolonial tahun 1930. Lalu diumumkan sebagai hutan penelitian pada tahun 1974. Baru pada tahun 1980, Lawe Gurah ini dibuka sebagai hutan wisata.

Lokasi Katambe sekitar 450 km dari Medan. Lokasi ini bisa dicapai dengan mobil kurang lebih tujuh jam. Rute lain yang bisa dilalui adalah Takengon – Blangkejeren, Aceh Tengah. Dua rute jalan menuju ke Katambe ini, hampir seluruhnya lereng gunung terjal, penuh tikungan tajam, dan berliku-liku. Bahkan, rute Takengon dan Blangkejeren, untuk truk dan bus besar sama sekali tak bisa lewat, karena badan jalan yang kecil.

Pemandangan sepanjang jalan menuju Lawe Gurah, Katambe bukan main eloknya. Karena pertimbangan praktis, saya memilih rute Medan – Brastagi – Katambe. Begitu 45 km lepas dari hiruk pikuk kota Medan, panorama perkebunan menghampar sepanjang jalan Brastagi dan Kabanjahe. Di mana-mana tampak kebun bunga, kentang, kol, jagung yang tumbuh dengan suburnya. Dan di kejauhan, samar-samar terlihat puncak Gunung Sinabung dan Sibayak putih tertutup kabut.

Lepas dari kota Sidikalang, panorama berganti dengan lereng bukit terjal di kiri kanan jalan jurang menganga, memperlihatkan lembah landai yang menghijau di bawahnya. Makin dekat ke Kutacane, pemandangan kampung yang tenang dengan sawah dan kebun kelapa di sekelilingnya begitu enak dipandang. Sesekali, juga dipapasi rumah penduduk yang dibangun dari kayu dan batu.

Dan ternak yang dipelihara penduduk setempat, seperti kerbau dan sapi, bergerombol merumput di pinggir jalan. Ada juga babi-babi berkeliaran. Kabupaten Aceh Tenggara ini adalah wilayah heterogen. Di sini beragam etnis ada, Alas, Karo, Gayo, Kluet dan orang Aceh sendiri merupakan minoritas. Makanya beberapa kedai tuak juga terdapat di pinggir jalan.

Memasuki Lawe Gurah, Katambe, serasa menemui sebuah alam surga. Katambe merupakan hutan penelitian. Selama tiga puluh tahun lebih, silih berganti para ahli dunia menimba pengetahuan di hutan tropis ini. Para pelancong dilarang masuk ke Katambe, yang lokasinya berseberangan dengan Lawe Gurah, hanya dipisahkan oleh Sungai Alas.

Alam Lawe Gurah, Katambe memang perawan. Udaranya sejuk dan segar. Sungai Alas yang membelah kawasan itu cukup lebar, dengan airnya yang mengalir deras. Sungai ini dijadikan sebagai tempat rafting atau arung jerang terbaik di Indonesia. Bahkan kelompok pecinta alam Mapala UI pernah melakukan ekspedisi ke daerah ini di akhir 1990-an.

Nuansa keperawanan Lawe Gurah mulai terasa manakala memasuki hutan lindungnya. Banyak jalan setapak terbuka di dalam hutan, antara di sekitar jalan negara Balai Lutu dan Gurah. Sejak Gurah dibuka buat pecinta alam yang merindukan petualangan, jaringan jalan setapak di sana sudah lebih dulu dirintis.

Jalan setapak paling vital dimulai dari Lawe Gurah . Berjalan lambat di jalan tikus ini, setelah sekitar dua jam akan bertemu dengan air panas bumi berbelerang. Saking panasnya hot springs ini, membuat pohon-pohon di sekitarnya layu, dan asap putih tebal mengepul di atas dedaunan. Para pelancong yang membawa beras dan telur, dapat langsung memasaknya di atas air panas yang mengalir lancar ke hulu Sungai Alas. Landskap di sini amat indah. Hulu Sungai Alas tampak molek, dengan batu-batu cadas merah berhimpitan sebesar rumah dan ditumbuhi lalang.

Kekayaan Gunung Leuser
Beraneka flora tumbuh subur di Gunung Leuser. Hal ini disebabkan oleh letak Leuser yang berada 3.000 kaki di atas permukaan laut. Kegemburan tanahnya pun tinggi. Tak kurang dari 8.500 spesies tumbuh-tumbuhan hidup di sini. Banyak flora unik dan spesifik mekar di Leuser. Termasuk bunga raksasa Rafflesia (Rhizanthes), dan pohon Tualang (Kompassia Excelsa), serta pohon Semantuk (Hopea Sp) dan Meranti (Dipterocarp). Dalam satu hektar hutan Leuser Tersimpan 150 spesies tumbuhan.

Bunga Rafflesia yang tumbuh di permukaan tanah di Leuser, bisa mencapai 104 cm dengan berat sekitar 3 kg. Selain Rafflesia, juga terdapat aneka spesies anggrek, melati, dan mawar. Sebagian hutan Leuser juga menghasilkan tumbuhan yang dapat dimakan seperti umbi-umbian, biji-bijian, dan buah-buahan. Dari 100 spesies tumbuhan rambat di Sumatera, 70 di antaranya tumbuh di Leuser.

Ciri khas hutan dataran rendah Leuser ditandai pula dengan tumbuhan duri. Rumpun duri ini bergelantungan di pohon lain, jumlahnya mencapai 8 persen dari keseluruhan spesies tumbuhan di Leuser. Tumbuhan rambat lain di Leuser adalah rotan (Spiny Palms). Banyak rotan kuat dan tebal di sini, terkadang mencapai 100 m.

Di samping flora, belantara Leuser kaya pula dengan fauna. Sedikitnya terdapat 130 spesies mammalia menghuni hutan ini. Dan kebanyakan mammalia di Leuser adalah jenis kalong 15 spesies, kampret 13 spesies, dan tupai 17 spesies. Mammalia lainnya adalah Orang Utan (Pongo Pygmaeus). Orang Utan ini merupakan binatang paling populer di Leuser dan dikenal sebagai mammalia terbesar di dunia, beratnya bisa mencapai 80 kg.

Kini diperkirakan ada sekitar 5.000 Orang Utan yang hidup di Taman Nasional Gunung Leuser. Di samping itu, ada dua spesies kera Leuser yakni Beruk Ekor Panjang (Presbytis Thomasi), dan Lutung (Presbytis Cristata). Juga terdapat Cucang (Nycticebus Coucang), yang hidupnya di malam hari seperti Musang.

Sedangkan spesies binatang buas di Leuser juga terbilang kaya. Seperti Harimau Sumatera (Panthera Tigris), dan Macan (Neofelis Nebulosa), serta Srigala (Felis Bengalensis). Binatang-binatang itu bisa dijumpai pada ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut.

Di Gunung Leuser ini juga terdapat 325 spesies burung. Di antaranya Merak (Buceros Rhinoceros), Manyar, Kakak Tua (Psittinus Cyanurus) Elang (Spilornis Cheela), Balam (Treron Vernans), Merbuk (Merops Leschenaulti), dan lain-lain. Dan yang tak kalah banyaknya di belantara Leuser adalah spesies kupu-kupu, belalang, dan kalajengking. Ini semua merupakan kekayaan alam yang mesti kita lestarikan bersama.

Hutan Lindung Gunung Leuser
Hujan lebat baru saja reda, ketika saya menjejakkan kaki di terminal kecil Bahorok, Bukit Lawang sore itu. Udara dingin sekonyong-konyong menggigilkan sekujur tubuhku. Mulanya, saya mengira dinginnya suhu di sini lantaran saya capek setelah menempuh perjalanan selama 3,5 jam atau sekitar 85 km dari Medan ke Bahorok, dengan sebuah VW tua.

Rupanya, makin jauh petang merambat, hawa kian dingin. Barulah saya teringat cerita rekan seorang staf di Dinas Pariwisata Sumut, kalau habis hujan begini, betapa membekunya udara di sini. Tapi saya sempat tercengang, saat dua teman bule saya, Ruud Milder dan istrinya Petra, sesekali mengeluh kegerahan. Rupanya bagi orang Barat yang terbiasa dengan iklim salju, sejuknya Bukit Lawang, yang tersohor dengan julukan ”Angin Bahorok” malah terasa panas.

Menjelajahi Bahorok, Bukit Lawang, ternyata melenceng dari hayalan saya sebelumnya. Saya berilusi, tengah memasuki bagian hutan lindung yang sunyi dan jauh dari keramaian. Rupanya, saya sedang berkunjung ke tempat pelesiran yang penuh sesak dengan pelancong lokal dan wisatawan asing. Bahkan jauh lebih ramai dari Danau Toba dan Brastagi, obyek wisata yang lebih dulu dikenal di Sumatera Utara.

Kebanyakan pelancong lokal yang tumpah ruah ke Bahorok, Bukit Lawang, datang berombongan, terutama para pelajar dan mahasiswa yang berlibur dengan berkemah di sana. Sedangkan wisatawan asing, sebagian datang mengikuti rombongan tour lewat travel agent. Selebihnya adalah rombongan turis hyppies yang datang sambil memanggul tas-tas besar.

Pada akhir pekan, Sabtu dan Ahad, Bahorok, Bukit Lawang, sangat ramai dikunjungi pelancong beserta keluarganya, hingga semua tepian sungai Bahorok habis dikavling untuk berjemur dan berenang, santai sambil makan-makan. Pengunjung yang masuk ke Bahorok, Bukit Lawang mencapai ribuan orang tiar hari. Sedangkan di musim liburan, arus pelancong yang datang jumlahnya berlipat-lipat.

Kebanyaka turis hyppies tinggal lama di Bukit Lawang. Meskipun di sana tak ada hotel berbintang, namun vila kayu dan batu yang dibangun berjejer di sepanjang Sungai Bahorok, Bukit Lawang, cukup lumayan untuk menginap. Apalagi seluruh penginapan ditata apik dan asri disertai taman yang indah.

Semua penginapan di sana didesain alami, sehingga amat unik dan khas, terasa menyatu dengan hutan lindung Gunung Leuser. Kesan alami tadi diperkuat oleh lokasi setiap penginapan dan restoran langsung menghadap Sungai Bahorok yang jernih dan berbatu. Dan para pelancong yang mau mandi langsung bisa terjun ke sungai.

Fasilitas lain yang disediakan untuk turis, di pintu masuk Bukit Lawang terdapat pasar kecil. Para penduduk setempat membangun kios-kios dan menjual barang-barang keperluan sehari-hari serta souvenir. Sebagai obyek wisata alam, bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser, Bahorok, Bukit Lawang memiliki aneka obyek indah dan bervariasi.

Terutama hutan lindungnya yang amat kaya pelbagai flora dan fauna, serta sejumlah satwa langka seperti Orang Utan, Burung Hantu, Burung Elang, dan Ular Cobra. Ada pula damar, rotan, dan pelbagai jenis anggrek liar dengan aneka warna yang lagi mekar.

Posisi hutan ini persis berada di kaki bukit, dan dikitari oleh lembah, sebagai kaki Gunung Leuser. Di Bahorok, Bukit Lawang terdapat tiga gua besar dan panjang. Yang paling sering dikunjungi pelancong adalah Bat Cave atau Gua Kampret. Panjang gua ini sekitar satu kilometer.

Di Bahorok, Bukit Lawang terdapat banyak Orang Utan seperti di hutan Kalimantan. Di sinilah pusat rehabilitasi Orang Utan didirikan, yakni di Taman Nasional Gunung Leuser. Bahkan di sini, Orang Utan dijadikan sebagai atraksi turis. Atraksi tersebut berlangsung dua kali sehari. Sesuai jadual makan Orang Utan, pukul 7 pagi dan pukul 5 sore.

Atraksi pemberian makan Orang Utan rupanya sangat digandrungi pelancong. Dan setiap hari, wisatawan berbondong-bondong mengunjungi Pusat Rehabilitasi Orang Utan. Untuk menuju ke sana, para pengunjung mesti menyeberang Sungai Bahorok dengan sampan kayu.

Lalu mendaki tanjakan bukit sepanjang setengah kilometer. Di atas bukit itulah gardu tempat Orang Utan. Menikmati pesona panorama lereng Bukit Lawang, Bahorok ini, ada rasa damai dan tentram mengaliri kalbu. Setelah melakukan sightseeing ini, serasa enggan saya pulang ke kota. Alam indah yang terhampar ini, sebuah landskap tak bercacat.

hasyim/1429h

Written by Hasyim

November 28, 2008 at 3:27 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Foto Rumah NABI MUHAMMAD SAW

with 2 comments

rumahrosul1

rumahrosul6

“INI ADALAH FOTO RUMAH – TEMPAT KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW”

=====RINDU KAMI PADA-MU YAA RASUL=====

sumber : http://www.rahmatbagisekalianalam.co.id

Written by Hasyim

November 28, 2008 at 2:42 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Paman Doblang

without comments

PAMAN DOBLANG

Mereka masukan kamu

Kedalam sel yang gelap

TANPA LAMPU TANPA CAHAYA ….. PENGAP

PAMAN DOBLANG

Disetiap jalan menghadang

Mastodon dan Serigala

Kamu terkurung dalam lingkaran

Para pangeran meludahi kamu

Dari kereta kencana

PAMAN DOBLANG
Bubur dipiring timah

Didorong dengan kaki kedepanmu

Kaki kamu dirantai kebatang karang

Kamu dikutuk dan disalahkan

TANPA PENGADILAN

“KESADARAN ADALAH MATAHARI….

“KESABARAN ADALAH BUMI…

“KEBERANIAN MENJADI CAKRAWALA

“PERJUANGAN ADALAH PELAKSANAAN KATA-KATA

“ADALAH PELAKSANAAN KATA-KATA…..

COPYRIGHT@HASYIM/1429H

http://www.kantatataqwa.co.id

Written by Hasyim

November 28, 2008 at 1:13 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Energi Turbin Angin

without comments

Energi Alternatif

Di negara-negara Eropa, pemanfaatan sumber energi yang dapat diperbaharui diperkirakan bakal mencapai 8% dari permintaan energi di tahun mendatang. Energi angin menjadi salah satu alternatif yang banyak dipilih dan sekaligus berfungsi mengurangi emisi gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh perangkat sumber energi sebelumnya. Tujuh tahun belakangan ini, kapasitas energi angin terpasang di Eropa melonjak hingga 40% per tahun dan saat ini kapasitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 5 juta kepala keluarga. Industri energi tenaga angin diperkirakan bakal memiliki kapasitas 40.000 MW (mega Watt) yang dapat mencukupi kebutuhan listrik untuk 50 juta kepala keluarga pada tahun 2010.

Lima belas tahun lalu, energi angin belum terpikirkan untuk menjadi sumber energi komersil, akan tetapi kini telah ada sekitar 60 perusahaan penyedia tenaga angin komersial diseluruh dunia dan kebanyakan berada di Eropa. Lebih dari 10 bank terbesar Eropa dan 20 lembaga ekonomi Eropa menanamkan modal pada bidang energi angin, dan tak terhitung lagi perseorangan atau perusahaan yang memanfaatkan atau berperan dalam mengembangkan teknologi ini.

Industri ini juga menyerap lumayan banyak tenaga kerja, sehingga potensial untuk mengurangi angka pengangguran. Sebagai contoh di Denmark saja, sekitar 8.500 orang tertampung dalam bidang industri energi angin, dan 4000 peluang kerja di luar Denmark tercipta dari bisnis ini. Jumlah pekerja yang terlibat dalam industri energi angin di Eropa diperhitungkan mencapai lebih dari 20.000 orang.

Ramah Lingkungan

Energi angin adalah energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global, sulphur dioksida dan nitrogen oksida (jenis gas yang menyebabkan hujan asam). Energi ini pun tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Meski demikian, harap diingat bahwa sekecil apapun semua bentuk produksi energi selalu memiliki akibat bagi lingkungan. Hanya saja efek turbin angin sangat rendah, bersifat lokal dan mudah dikelola. Di samping itu turbin atau kincir angin memiliki pesona tersendiri dan menjadi atraksi wisata yang menarik, seperti misalnya saja kincir-kincir angin di negeri Belanda.

Dari hasil perhitungan yang dilakukan AWEA juga memperlihatkan bahwa turbin angin sangat efektif untuk mengurangi emisi gas karbon dioksida (CO2), gas utama penyebab efek rumah kaca. Turbin angin tunggal dengan daya 750 kW (kilo Watt), bentuk turbin yang banyak dipasang di tempat penghasil sumber tenaga angin diseluruh dunia, menghasilkan kira-kira 2 juta kWh (kilo Watt hour) daya listrik dalam setahun.

Berdasar ukuran rata-rata campuran bahan bakar di Amerika Serikat (AS), kira-kira dari setiap kWh yang digunakan akan menghasilkan 1,5 pon CO2. Ini berarti setiap turbin angin biasa akan mencegah emisi sebesar 2 juta kWh x 1,5 pon CO2/kWh =3 juta pon CO2 atau 1,5 ton CO2 pertahun. Menurut Wackemagel dalam Our Ecological Footprint, sepetak lahan hutan menyerap kurang lebih 3 ton CO2 per hektar pertahun. Jadi sebuah turbin angin sebesar 750 kWh dapat mencegah emisi CO2 sebesar yang dapat diserap oleh hutan seluas setengah hektar. Dan sekitar 3 miliar kWh yang diproduksi oleh sumber energi angin California dalam setahun akan mampu menyingkirkan emisi CO2 sebesar 4,5 miliar pon (2,25 ton) atau jumlah yang baru terserap oleh hutan seluas 1.900 km persegi!

Fungsional dan Estetis

Ladang angin biasanya terdiri dari 20 turbin yang didirikan di lokasi seluas 1 km2. Namun tentu saja tidak semua bagian tanah dipergunakan untuk bangunan turbin, karena hanya sekitar satu persen saja dari keseluruhan luas tanah yang dipakai. Sisa lokasi yang lowong, pada kasus di beberapa negara Eropa, dapat dipergunakan sebagai lahan pertanian atau taman. Jadi selain fungsional, kawasan ladang angin biasanya juga tampil estetis.

Selain teknologi turbin yang terpasang di wind farm yang terletak di daratan, kini juga dikembangkan turbin angin yang dibangun di lepas pantai. Wind farm lepas pantai dinilai lebih menguntungkan karena ditempat tersebut kecepatan angin rata-rata lebih tinggi dibanding ladang angin di darat dan tidak menyita lahan yang cukup luas di darat.

hasyim/1429h

Written by Hasyim

November 27, 2008 at 1:47 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan