EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

Archive for Desember 2008

Sympathize With Gaza

without comments

Striker Mesir Berdakwah di Lapangan Hijau

Di Mesir, seorang striker bola papan atas pun bisa berdakwah melalui lapangan hijaunya. Nama pemain ujung tombak timnas negeri Musa itu adalah Muhammad Abu Treka. Berulangkali ekspresi kegembiraannya setelah mencetak gol menyedot perhatian publik, dan hebatnya keunikan

ini hanya datang dari Timnas Mesir.

Salah satu situs Islam terdepan di dunia arab, Islamonline memberitakan dahsyatnya dakwah sang striker. Abu Treka, demikian panggilan akrab beliau. Setiap berhasil menyarangkan bola di gawang lawan, ia mengekspresikan rasa syukurnya dengan sujud. Tanpa sungkan ia berlari gembira ke tepi lapangan dan bersujud di sana. Hal yang sama diikuti oleh rekan timnya yang lain. Sungguh pemandangan yang mengharukan.
Terlepas dari diterima atau tidaknya sujud syukur sang kapten, karena celana bola yang ia kenakan tak sampai menutup lutut, namun paling tidak, ia mampu memikat para penonton khususnya mereka yang non muslim. Seperti pertandingan putaran pertama seleksi piala dunia 2010, yang memperetemukan Mesir dan Kongo pada tanggal 7 September lalu. Abu Treka kembali sukses mencetak gol, dan seperti biasa, ia wujudkan rasa syukur itu dengan sujud. Warga Kongo yang menjadi tuan rumah pada pertandingan itu terdiam dan bingung, apa yang sedang dilakukan si mesin gol dari Timnas Mesir itu?
Seorang Mufti Kongo bernama Syeikh Abdullah Mangala Luaba bertutur tentang dakwah sang kapten dari pertandingan itu. Mufti ini mengatakan, bahwa sujud yang dilakukan Abu Treka dan teman-temannya se-tim setelah mencetak gol, sungguh menarik perhatian para penonton di negerinya. “Kekaguman itu telihat setelah pertandingan usai, k

ami didatangi oleh para penonton yang menanyakan sebab Timnas Mesir bersujud seperti itu”, cerita Syeikh Abdullah. Beliau kemudian menjawab pertanyaan mereka, “Itu dalam Islam disebut sujud syukur, ekspresi kegembiraan akan nikmat yang telah Allah berikan kepada tim mereka melalui gol”. “Demikianlah Islam mengajarkan kepada umatnya, untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang didapat,” jelas Syeikh Abdullah.

Bermula dari rasa penasaran ini, kemudian mereka semakin bersemangat ingin tahu lebih jauh lagi tentang Islam. Maka sporter Timnas Kongo pun semakin banyak bertanya kepada Syeikh Abdullah tentang apa itu Islam dan kewajiban-kewajiban yang ada di dalamnya. Pintu hidayah pun terbuka, setelah merasa mantap, mereka kemudian berbondong-bondong mendatangi Syeikh, dan mengucapkan dua kalimat syahadat di bawah bimibingan beliau.
Sang Striker

Tak seorang pun menyangkan, apa yang dilakukan Abu Treka telah menjadi pintu hidayah bagi para penikmat bola. Kapten sekaligus mesin gol Timnas Mesir bukan saja membuat kagum penonton yang memenuhi stadion nasional Kinshasa di Kongo kala itu. Dalam pertandingan sebelumnya, ketika koran Denmark menerbitkan karikatur nabi, selepas mencetak gol Abu Treka melakukan hal yang cukup unik. Ia berlari kegirangan sembari memperlihatkan kaos dalam yang ia kenakan. Kaos itu bertuliskan “nahnu fidaka ya Rasulallah” yang artinya, “Kami siap berkorban untukmu ya Rasulallah”.
Dalam pertandingan lainnya, di waktu terjadinya pemboikotan Israel atas muslim di Gaza. Abu Treka juga menunjukkan simpatinya. Kali ini kaos dalam yang ia kenakan bertuliskan “Ta’athufan ma’a Gazza, Sympathize with Gaza”. Yang berujung dengan penghapusan foto ekspresi Abu Treka saat itu dari situs Google, karena dianggap kental akan kepenting

an politik.

Yang menarik sekaligus membuat haru, adalah ketika piala Afrika diadakan di Mesir bulan Februari, tahun 2006 lalu. Saat itu Timnas Mesir menjadi juara, setelah sukses mengatasi Pantai Gading melalui drama adu penalti dengan skore 4-2. Selepas menerima piala dari Presiden Husni Mubarak, Timnas Mesir yang dipimpin Abu Treka itu menuruni podium dan kembali ke lapangan hijau. Kemudian mereka membentuk shaf, dan melakukan sujud syukur bersama. Subhanallah! Mungkin itu untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah persepakbolaan. Sebuah ekspresi kemenangan yang luar biasa, dan hebatnya itu hanya ada di Mesir. Rabbunâ yubârik fîkum yâ muntakhab Masr.–(hasyim/1429h)

Written by Hasyim

Desember 4, 2008 at 12:39 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Hikmah Dibalik PHK

without comments

Penjual tanaman hias. Inilah profesi baru Heri Suherman sejak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) setahun lalu dari perusahaan tempatnya bekerja. Di sebelah tempat jualan Heri, ada Nefa Surya Kusuma. Nasib Nefa juga sama, korban PHK. Nefa dan Heri bisa bertahan dengan berjualan tanaman hias. “Sampai saat ini berjalan dengan baik,” kata Nefa di Jakarta, Senin (1/12).

Keduanya juga bangga karena justru dapat mempekerjakan orang lain. “Bangga bisa memiliki karyawan sendiri yang tadinya jadi karyawan,” kata Heri.

Namun, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Seluruh Indonesia khawatir gelombang PHK pada 2009 lebih besar dibanding saat  krisis 1998. Dengan kondisi krisis global saat ini, ancaman PHK memang membayangi sebagian orang. Mungkin, apa yang dialami Heri dan Nefa bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang saat ini terancaman di-PHK.

hasyim/1429h

 

Written by Hasyim

Desember 2, 2008 at 1:12 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Ibadah Haji

with 2 comments

Tanah Suci

Umat Islam Indonesia yang berkeinginan menunaikan ibadat haji pada tahun ini begitu membludak, sampai melebihi daya tampung salah satu tempat pelaksanaan ibadat itu, yaitu Mina. Timbul pertanyaan, mengapa minat masyarakat begitu besar. Jawabannya, ditinjau dari sudut agama, paling kurang dua hal.

Pertama, ketakwaan umat makin meningkat. Tetapi terdengar kritik, mengapa korupsi juga semakin menggila. Untuk menerangkan fenomena itu, sabda Nabi ketika ditanya tentang seorang pemuda yang rajin salat tetapi berzina juga, dapat dianalogkan, Salatnya akan mencegahnya (dari berzina itu)! Ternyata pemuda itu memang bertobat tidak lama kemudian. Berarti bahwa korupsi itu pada suatu saat akan hilang, paling sedikit akan terus berkurang.

Kedua, daya tarik Tanah Suci (Makkah dan Madinah). Daya tarik itu paling kurang dua hal pula, menurut yang dipahami dari Alquran. Pertama, Tanah suci itu relatif aman. Allah pernah membantah alasan sebagian kaum musyrikin, bahwa jika mereka masuk Islam mereka akan diculik (dirampok, dibunuh, dsb), dengan mengemukakan pertanyaan bantahan, Bukankah Kami telah meneguhkan bagi mereka Tanah Suci itu aman, ke sana didatangkan persembahan segala macam buah-buahan sebagai rezeki pemberian kami? (Q.S. 28:57). Kebiasaan culik-menculik dan bunuh-membunuh di zaman jahiliah memang kenyataan, tetapi itu tidak mungkin terjadi di Tanah Suci, karena semua suku Arab menghormatinya.

Ayat itu diperptegas lagi oleh ayat lain, Tiadakah mereka lihat bahwa Kami telah membuat Tanah Suci itu aman, sedang orang culik menculik di sekitarnya? Maka apakah mereka percaya kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah? (Q.S. 29:67). Sekalipun Ka’bah pernah rusak dihantam peluru pada zaman Khalifah Yazid bin Mu’awiyah, Tanah Suci relatif aman. Bahkan keamanan itu dapat dilihat pada kawasan Saudi Arabia pada umumnya sampai sekarang, dibanding kawasan-kawasan sekelilingnya.

Kedua, adanya keistimewaan pada Masjidil Haram dan Ka’bah sendiri. Masjidil Haram, di samping istimewa dengan besarnya nilai ibadah yang dikerjakan di dalamnya, paling kurang istimewa pula karena menjadi kiblat, yaitu titik pusat ibadat. Sebagaimana diketahui kiblat sebelumnya adalah Masjidil Aqsa. Enam bulan lamanya Nabi berdoa kepada Tuhan untuk menunjukkan kiblat yang sebenarnya itu.

Dan mengenai Ka’bah, Allah melukiskannya sebagai al-Bayt al- ‘Atiq, yaitu rumah ibadat yang antik dan agung. Keantikannya kembali ke zaman Nabi Ibrahim yang mendirikannya jauh sebelum agama-agama besar (Yahudi, Nasrani, dan Islam) ini ada. Dan keagungannya kiranya dapat terlukis dari sabda Nabi menyapanya dalam tawaf beliau, Betapa tinggi kebesaranmu, betapa agung martabatmu, namun martabat seorang muslim lebih tinggi dari martabatmu itu. Ketinggian martabat Ka’bah adalah bahwa doa akan dikabulkan di sisinya. Dan ketinggian martabat seorang muslim adalah bahwa hak-hak asasinya tidak boleh dilecehkan sedikit pun.

Kepergian seorang muslim ke Tanah Suci, di samping untuk menyempurnakan keislamannya, yaitu mengerjakan rukun Islam kelima, agaknya juga untuk memperoleh damainya Tanah Suci, laba beribadat di dalam Masjidil Haram, dan harapan doanya akan terkabul di bawah naungan martabat Ka’bah yang besar itu. - hasyim/1429h

Written by Hasyim

Desember 2, 2008 at 1:03 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan

Sertifikasi Halal FIANZ

without comments

Federasi asosiasi Islam New Zealand (FIANZ), sebuah organisasi nasional muslim menjamin semua daging yang di ekspor ke semua negara di dunia telah dilengkapi dengan sertifikat halal. Hal tersebut disampaikan wakil FIANZ, Mustafa Farouk di kantor Harian Umum Republika, Jakarta, Kamis (27/11).

“Daging New Zealand ada sertifikat halal. Seperti Majelis Ulama Indonesia, Selandia Baru juga memiliki lembaga yang membuat fatwa mengenai produk halal. Kehalalan daging Selandia baru melalui proses yang syar’i. Selain itu kami juga menjamin kebersihannya,” jelas Mustafa.

Setiap negara yang mengimpor daging New Zealand dikirimi juga sertifikat halal. Bahkan, negara importir bisa mengajukan aduan jika produk yang diimpor dari New Zealand tidak halal. “Sertifikasi halal kami serahkan juga ke pemerintahan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait,” imbuh Mustafa

Tidak hanya daging saja yang dijamin kehalalannya, makanan yang diekspor ke negara lain baik itu negara islam, mayoritas islam dan non Islam juga dibawah pengawasan lembaga Islam.

“Bahan-bahan makanan kami bawa ke lembaga. Di uji kebersihannya, higienisitas, dan kehalalan. Kami tenang jika semua produk makanan sudah ada sertifikat halal,” ungkap Mustafa. “Bagi negara yang mayoritas non muslim tenang karena produk kami sehat dan bersih. Bagi negara Islam dan mayoritas Islam lebih tenang karena halal,” kata Mustafa lagi.

hasyim/1429h

Written by Hasyim

Desember 2, 2008 at 12:58 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Ditandai dengan