Archive for Januari 2009
Ilmu Dan Amal
Ilmu berhubungan dengan amal. Barangsiapa yang berilmu, niscaya mengamalkan ilmunya. Ilmu memanggil amal; maka jika ia menyambut panggilannya bila tidak menyambutnya, ia akan berpindah darinya.
Pelajarilah ilmu, niscaya kalian akan dikenal dengannya; dan amalkanlah ilmu (yang kalian pelajari) itu, niscaya kalian akan termasuk ahlinya.
Wahai para pembawa ilmu, apakah kalian membawanya? Sesungguhnya ilmu hanyalah bagi yang mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. Akan datang suatu masa, dimana sekelompok orang membawa ilmu, namun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. Batiniah mereka berlawanan dengan lahiriah mereka. Dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.
Orang yang beramal tanpa ilmu, seperti orang yang berjalan bukan di jalan. Maka, hal itu tidak menambah jaraknya dari jalan yang terang kecuali semakin jauh dari kebutuhannya. Dan orang yang beramal dengan ilmu, seperti orang yang berjalan di atas jalan yang terang. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan, apakah dia berjalan, ataukah dia kembali?
Janganlah sekali-kali engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau ketahui. Sebab, setiap orang yang melihat akan ditanya tentang perbuatannya, ucapannya, dan kehendaknya.
Orang yang berilmu tanpa amal, seperti pemanah tanpa tali busur.
(http://www.ende-islam.co.id)
Salah Satu Pilihan
Allah memilih dari segala sesuatu yang ada, empat hal, lalu dipilihnya salah satu.
- Allah memilih empat Malaikat, Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail, lalu Allah memilih Jibril.
- Allah memilih empat dari para Nabi — sholawat salam bagi mereka — ; Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Lalu Allah swt memilih Nabi Muhammad saw.
- Allah memilih empat dari para sahabat, Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali -Rodlyallahu anhum — Lalu Allah swt memilih Abu Bakr ash–Shjiddiq ra.
- Allah memilih empat dari masjid: Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi Madinah yang Musyarrafah dan Masjid Thursina. Lalu Allah swt memilih Masjidil Haram.
- Allah memilih empat dari hari-hari: Hari Idul Ftri, hari Idul Adha, hari Arafah, dan hari Asyura’. Lalu Allah swt memilih hari ‘Arafah.
- Allah memilih empat dari malam. Malam Al-Bara’ah, Malam Qadar, Malam Jum’at, dan Malam Ied. Lalu Allah swt memilih Lailatul Qadar.
- Allah memilih empat dari lembah: lembah Makkah, Lembah Madinah, Lembah Baitul Muqaddas dan sepuluh Masjid. Lalu Allah swt memilih lembah Makkah.
- Allah memilih empat bukit: Bukit Uhud, Bukit Thur Sina, bukit Lukam, dan bukit Libanon, Lalu Allah swt memilih bukit Thursina.
- Allah memilih empat Sungai: syngai Jeihon, Sungai Seihunj, Sungai Niil, dan Sungai Eofrat.Lalu Allah swt memilih Sungai Niil.
- Allah memilih empat dari bulan: Bulan Rajab, Sya’ban, Ramadlan dan Muharram, Lalu Allah swt memilih Sya’ban. -(hasyim/1430hijriyah)-
Solusi PHK : Potong Gaji Direksi Dan Manajer
DIBUTUHKAN LANGKAH – LANGKAH YANG STRATEGIS BAGI PERUSAHAAN GUNA MENGHINDARI TERJADINYA PEMUTUSAN HUBUNGAN KARYAWAN (PHK) DALAM MENGHADAPI KRISIS KEUANGAN GLOBAL.
LANGKAH YANG SANGAT STRATEGIS PERUSAHAAN DAN SOLUSI DALAM MENCEGAH PHK ADALAH PEMOTONGAN GAJI PARA DIREKSI DAN MANAJER.
PERUSAHAAN – PERUSAHAAN DI DUNIA SAAT INI SUDAH MULAI MELAKSANAKAN LANGKAH STRATEGIS INI YAITU DENGAN MEMOTONG GAJI DIREKSI DAN MANAJER SUPAYA PERUSAHAAN BISA BERJALAN DAN JUMLAH PHK BISA DITEKAN SERTA PHK HARUS MENJADI PILIHAN PALING AKHIR.
(BOOK FROM : THE BEST COMPANY OBJECTIVE MANAGEMENT – YEAR 2009)
Bunga Rampai Masjid

Apakah itu di kota Cologne, Berlin, Munich, Aachen, Frankfurt, atau kota lain, kini terdapat masjid. Ada sekitar 2.500 masjid di negara itu, dan hanya 160 yang dikenal luas. Lebih dari itu, tren pembangunan masjid baru di Jerman sedang meningkat, sedikitnya ada 200 masjid yang tengah dikonstruksi saat ini.
Uniknya terdapat perbedaan antara membangun masjid di masa ini dengan masa lampau. Masjid masa kini menjadi cerminan karakter dengan pesan nyata, “Kami adalah bagian dari masyarakat dan kami akan tinggal di sini,”
Islam di Jerman telah terlibat dengan berbagai macam aksi berbeda. Secara keseluruhan generasi Muslim kini lebih taat dan berdedikasi ketimbang generasi ayah mereka 40 tahun lalu, masa ketika orang tua mereka pindah menuju Jerman. Lebih dari tiga juta muslim tinggal di Jerman, dan diperkirakan sekitar 3.500 orang terdaftar sebagai anggota perkumpulan masjid.
Mereka tidak berbagi latar belakang geografis, bahas, tradisi, namun mereka berbagi keyakinan Islam. Tujuh puluh persen muslim di Jerman sendiri ialah berasal dari Turki. Kini, menurut Bacem Dziri, juru bicara Dewan Pelajar Muslim Jerman, sembilan dari sepuluh muslim Jerman lebih terbuka menyatakan diri mereka lebih atau kurang religius. Jumlah pemuda Islam yang mencerminkan tradisi Islam, atau para wanita dengan jilbab semakin meningkat. Alhasil, saat ini pula warga Jerman
menganggap citra baru Islam itu bentuk provokasi tersendiri.
Sebagai minoritas, kini pun masih sangat banyak keluhan sosial yang dialami Muslim di Jerman. Kata ajaib yang sering digunakan di Jerman adalah ”integrasi”. Seperti Indonesia, masjid-masjid di Jerman pun bukan dianggap sebagai tempat sakral seperti gereja, karena seorang muslim dapat beribadah di masjid manapun.
Masjid, selain fungsi utama sebagai tempat ibadah, juga menjadi oasis di mana berbagai layanan keagamaan ditawarkan; mengajarkan Al Qur’an, mengorganisasi pemakaman Islami, juga upacara kelahiran dan pernikahan. Hampir seluruh organisasi semacam ini didanai melalui donasi. Hanya sedikit masjid yang dibantu oleh negara-negara Muslim.
Proses ini bukan semata-mata identitas baru Muslim di Jerman, namun
juga motif utama komunitas itu. Selain untuk kepercayaan diri mereka mempromosikan perubahan ke dalam organisasi.
Tinggi menara masjid dan administrasi masjid memang kerap menjadi perdebatan publik. Namun pertanyaan mendasar, yang semakin didiskusikan ialah; bagaimana hubungan Muslim dengan tanah air barunya yakni Jerman, bagaimana hubungan sosial dengan Muslim, perubahan
apa yang harus dilihat, ketakutan dan kekhawatiran apa yang ada di sana, bagaimana jamninan keamanan dan kenyamanan masyarakat, Seperti apa bentuk arsitektur dan cerminan sosial yang pas untuk berinteraksi,
Semua diskusi itu tak lepas dari fakta jika Jerman tidak punya sejarah imperialistik, dan kolonialisme dengan sejumlah imigran muslim yang datang, tidak seperti Inggris dan Perancis.
Kronologi Kehadiran Masjid
Tepatnya di Kota Schwetzingen, kompleks masjid pertama Jerman dibangun. Pada 1740, Raja Frederick II, pemegang kekaisaran Roma dan Raja Jerusalem dan Sicilia berkata, “Semua agama adalah sama dan baik, jika orang-orang yang memeluknya jujur, dan bila Turki datang kemari dan ingin tinggal di negara ini, maka kita akan dirikan mereka masjid-masjid,”
Pada 1792-1793, kota di dekat Heidelberg, sebuah kompleks masjdi tertua didirikan dengan sebuah taman disekelilingnya. Meski tidak pernah dimaksudkan digunakan, para tahanan Muslim di Perang 1870-1871 melaksanakan ibadah mereka di sana.
Lalu pada 1843, Raja Prussia, Wilhelm IV, memerintahkan konstruksi pembangunan masjid bergaya oriental beserta menara setinggi 38 meter di Postdam. Pada 1909, Hugo Zietz membangun pabrik di Dresden yang terlihat masjid konyol. Cara itu sendiri dianggap alternatif gara Barok di masa kerajaan Saxon, sekaligus trik promosi.
Setelah kematian duta besar Ottoman, Raja Friedrich Wilhelm III memberikan jatah lahan di Berlin pada 1798, yang segera digunakan
digunakan komunitas Celtik membangun masjid. Menara masjid tersebut setinggi 63 meter hingga kini masih yang tertinggi di Jerman. Fakta sejarah itu adalah beberapa contoh yang menunjukkan jika waktu lalu–lebih dari kini–Islam yang asing diterima dengan hangat dan terbuka.
Setelah akhir Perang Dunia II di Eropa, fase baru kehadiran Muslim dimulai. Sejumlah besar imigran, yang dianggap pekerja tamu, diterima untuk tujuan rekonsiliasi, terutama dari Turki. Dari 1961 hingga 1976, sekitar 825.383, warga Turki datang ke Jerman. Di saat yang sama, konstruksi masjid untuk kebutuhan agama pun meningkat pula. Namun di awal-awal hampir seluruh masjid dibangun di area pabrik atau industru sehingga sulit dikenali. Bangunan tersebut lebih bersifat bongkar-ulang ketimbang konstruksi menetap.
Mulai tahun 1990-an, jumlah masjid yang lebih layak meningkat,
200 telah terbangun dan lebih dari 30 dalam rangka konstruksi. Namun itu hanyalah pergeseran dari bangunan temporer, atau bawah tanah menuju ruang lebih layak, dan sebagian besar terletak di kawasan agak terpencil dan tidak mencolok. Salah satu contoh, masjid baru di Ingolstad, dibangun di dekat area pembuangan akhir.
Di Berlin, ibukota Jerman, tempat tinggal lebih dari 200 ribu Muslim, sebuah masjid baru bernama Umar ibn Al-Khatab akan dibuka segera. Bangunan ini memiliki kubah kaca dengan empat menara–lambang empat sekolah filosofi hukum terkenal di sana. Masjid itu terdiri dari tujuh lantai untuk ibadah,berikut tempat wudlu, sejumlah kantor, dan beberapa ruang rapat. Selain itu di dalam terdapat aula yang dapat digunakan untuk acara perayaan, seperti pernikahan.
Masjid pun diterima oleh lingkungan setempat.
Sementara di Kota Aachen, bangunan baru dalam area sekitar 600 meter persegi telah dirancang untuk ruang ibadah, termasuk ruang untuk imam, konseling, pengajaran, penitipan anak. Lebih dari itu, terdapat pula beberapa ruang apartemen untuk warga senior, pelajar, perpustakaan, area komersil seperti kafe di dalamnya. Sedangkan tinggi menara yang bakal dipasang memiliki tinggi 41,5 meter.
Lalu di Cologne, bakal menjadi lokasi masjid terbesar Jerman. Rencananya, bangunan akan mengakomodasi 1.250 jamaah dengan kubah setinggi 36 meter dan dua menara setinggi 55 meter. Dulu setiap orang di Cologne menentang pendirian masjid, namun di tahun 2007, dua pertiga warga akhirnya setuju.
Kini muslim menjadi satu persepuluh dari total populasi kota tersebut. Kedepan, kompleks masjid juga menyediakan ruang komersial seluas 2.455 meter persegi. Hanya saja masjid tersebut belum siap digunakan saat ini.
Sedangkan masjid terbesar hingga kini, dan tergolong baru dibangun ialah masjid di kota Duisburg, distrik industri di Marxloh. Secara statistik, ada 18.000 ribu warga tinggal di kota itu dan 35 persen ialah warga asing. Masjid agung baru tersebut mampu menyediakan ruang maksimal bagi 1.200 jamaah.

MASJID SCHWETZINGE: Masjid Pertama Jerman dibangun pada 1740 oleh Raja Frederick II
New Feature – Windows 7
Microsoft baru saja memamerkan sistem operasi teranyar mereka, Windows 7, untuk pertama kalinya di Indonesia. Lebih dari 50 fitur baru dibenamkan dalam OS ini.
| NEW WINDOWS 7 FEATURE |
Windows 7 sepertinya memang dibuat untuk menyempurnakan sang pendahulu, Windows Vista. Hal itu terlihat dari tampilan user interface-nya yang tak berbeda jauh dengan Vista.
Namun, seperti dikatakan Lukman Susetio, Windows Client Product Manager Microsoft Indonesia, Windows 7 berjalan lebih cepat ketimbang Vista. “Karena meskipun dibangun dari kernel Vista, tapi Windows 7 sudah melalui proses re-enginering,” tukasnya.
Mau tahu fitur baru apa saja yang ada di Windows 7? Simak pengalaman detikINET ketika Microsoft memamerkan Windows 7 versi beta untuk pertama kalinya di Indonesia.
-. User Interface: Seperti sudah disebutkan sebelumnya, jangan mengharapkan tampilan yang revolusioner dari Windows 7, sebab hampir mirip dengan Vista. Sedikit perbedaan mungkin Windows 7 tampil dengan lebih ‘bersih’, dengan tidak diramaikan terlalu banyak icon di halaman desktopnya. Di sebelah kanan bawah halaman desktop, Microsoft bahkan membatasi penggunaan icon menjadi lebih sedikit yakni cuma 4 icon.
-. Gadget: Pengguna Windows 7 dibebaskan berkreasi dengan icon gadget semisal jam, CPU meter, kalender dll, karena bisa ditempatkan di sembarang tempat pada halaman desktop. Sementara di Vista, icon gadget hanya bisa ‘diparkir’ di sebelah kanan tampilan.
-. Action Center: Microsoft memmbuat suatu pusat kontol baru di Windows 7 yang diberi nama Action Centre. Lewat fitur ini, user dapat melakukan modifikasi sekuriti, maintenance, penyelesaian trouble shooting hingga mengetahui isu-isu apa saja yang tengah terjadi di komputer user.
-. Themes: Windows 7 juga menyajikan pilihan themes yang lebih bervariasi. Wallpaper juga bisa diatur untuk berubah secara otomatis dalam rentang waktu yang sudah ditentukan.
-. Pinning: Fitur ini dibuat untuk memudahkan user mencari file yang sering mereka buka. Jadi, semacam ada jump list.
-. Snap: Fitur ini digunakan bagi mereka yang ingin lebih mudah ketika mau membandingkan dokumen. User tak perlu repot-repot men-drag ukuran file, tinggal menggeser dokumen tersebut ke kiri/kanan file tersebut akan secara otomatis berubah menjadi setengah ukuran. Sementara jika digeser ke atas/bawah, maka file itu akan kembali ke ukuran sebenarnya.
-. Hoffer: Fitur ini berfungsi untuk mengubah halaman yang dibuka menjadi transparan. Tombol hoffer sendiri berada di sebelah kanan bawah halaman desktop.
-. Media Center: Fitur media center sebenarnya bukan barang baru di keluarga Windows, karena sebelumnya ada di Vista. Namun di Windows 7, tampilan media center disulap menjadi lebih menarik. User bisa memainkan file musik dan memutar koleksi foto/gambar secara otomatis.
-. Sharing Koneksi: Fitur ini juga sebelumnya telah hadir di Vista, namun Windows 7 membuatnya menjadi lebih mudah. Hanya dalam 4 langkah, user bisa sharing koneksi internet dengan user lainnya.
-. Direct Access: Fitur ini hanya bisa digunakan untuk pelanggan korporat. Fungsinya untuk mengindahkan penggunaan virtual private network (VPN) agar utilisasi bandwidth menjadi lebih optimal.
-. Branch Cache: Fitur ini juga hanya untuk pelanggan korporat, yang secara otomatis menempatkan file yang telah didownload oleh seorang pegawai dari suatu sumber di internet ke dalam jaringan intranet kantor. Alhasil, jika ada pegawai lainnya yang ingin mendownload file yang sama, dia tidak perlu lagi mendownloadnya dari sumber awal. Hal ini tentunya akan menghemat bandwidth.
Dikatakan Lukman, sekitar 90 persen fitur yang ada di Windows 7 versi beta ini akan digunakan di Windows 7 versi akhir. Sementara untuk tampilan atau user interface, masih ada kemungkinan untuk berubah. Jadi, kita tunggu saja!
=====================================================