EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

Akademik

with 2 comments

Written by Hasyim

Juli 10, 2008 pada 4:52 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. TENTANG INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL (ALMAMATER)

    Institut Tekologi Nasional Malang atau lebih dikenal dengan nama ITN Malang pada awalnya bernama Akademi Teknik Nasional (ATN) Malang yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional Malang pada tanggal 15 Januari 1969 dengan membuka Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Sipil. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0104/0/1983 ditetapkan ATN Malang menjadi Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dengan 2 Fakultas, yaitu Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Hingga saat ini, ITN Malang memiliki 2 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana dengan 19 Jurusan/Program Studi dengan Jenjang Diploma Tiga, Strata Satu dan Magister Teknik. Untuk jenjang Diploma 3 harus menempuh 110 sks, jenjang S-1 harus menempuh 144 sks, dan jenjang S-2 harus menempuh 38 sks.

    Fakultas Teknologi Industri terdiri dari:

    1. Teknik Mesin S-1
    2. Teknik Elektro S-1 (Energi Listrik, Elektronika, Komputer)
    3. Teknik Industri S-1 (Teknik Industri, Teknik Tekstil)
    4. Teknik Kimia S-1 (Kimia, Gula & Pangan)
    5. Teknik Informatika S-1
    8. Teknik Mesin Diploma 3
    9. Teknik Elektro Diploma 3 (Energi Listrik, Elektronika, Komputer)
    10. Teknik Industri Diploma 3

    Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan terdiri dari:
    1. Teknik Sipil S-1
    2. Arsitektur S-1
    3. Teknik Pengairan S-1
    4. Perencanaan Wilayah dan Kota S-1
    5. Teknik Lingkungan S-1
    6. Teknik Geodesi S-1
    7. Teknik Konstruksi Bangunan Diploma 3
    8. Teknik Geodesi Diploma3

    Program Pascasarjana terdiri dari:
    1. Teknik Sipil konsentrasi Manajemen Konstruksi (S-2)
    2. Teknik Industri konsentrasi Manajemen Industri (S-2)

    Institut Teknologi Nasional Malang memiliki dua lokasi Kampus yang sangat representatif sebagai Kampus berbasis teknologi. Kampus I terletak di Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 dengan luas kampus sekitar 4.5 Ha, dan Kampus II terletak di Jl. Raya Karanglo Km. 2 dengan luas kampus sekitar 35 Ha (Kampus Terpadu) dari lahan seluas 65 Ha yang ada. Kedua Kampus ini terletak di Kotamadya Malang dan berjarak sekitar 7 km satu sama yang lainnya.

    Kedua Kampus dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran yang modern dengan berbagai fasilitas seperti Auditorium, ruang Amphi, ruang Seminar, Lapangan Basket, Lapangan Volley, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Badminton.

    Dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, ITN didukung oleh beberapa lembaga, yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kerjasama (LPPK), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penerapan Teknologi (LPT) dan Pusat Peningkatan, Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI), Pusat Komputer (PUSKOM), Pusat Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Internet.

    Hasyim Ibrahim

    Juli 11, 2008 at 1:59 pm

  2. MENGENAL INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB)

    klik untuk memperbesar Direktorat Pendidikan (Dirdik) ITB meluncurkan buku berjudul “Mengenal ITB: Strategi Masuk ITB dan Program Studi”. Ditemui di kantornya di Gedung Rektorat lantai 4, Dr Ir Ichsan Setya Putra, Direktur Pendidikan ITB menyatakan bahwa buku ini akan menjadi sarana agar siswa SMU calon mahasiswa ITB terlebih dahulu mengenal dan memilih program studi yang akan mereka tuju. “Target utamanya memang para calon mahasiswa ITB angkatan 2007,” tutur Ichsan. Dirdik ITB menerbitkan 10.000 eksemplar buku ini untuk dikirim ke seluruh SMA di seluruh Indonesia. Proses pengirimannya sudah dimulai minggu lalu.

    Selain menampilkan strategi lengkap bagaimana bisa menembus ITB, buku ini berisi profil singkat 11 fakultas dan sekolah yang ada di ITB serta program studi–program studi yang ada didalamnya. Dalam setiap profil program studi, diberikan deskripsi singkat program studi terkait, kuliah–kuliah utama, kelompok keahlian, prestasi, fasilitas, prospek kerja, dan data staf pengajarnya.

    Dalam salah satu bagiannya, buku ini menyajikan statistik penerimaan mahasiswa baru ITB tahun 2003 hingga 2006. Termasuk dalam statistik ini adalah perbandingan tingkat keketatan antara jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dengan USM (Ujian Saringan Masuk) ITB dan perbandingan tingkat keketatan program–program studi di ITB. Tingkat keketatan adalahan rasio jumlah mahasiswa yang diterima dengan peminat program studi tersebut. Berdasarkan data–data statistik ini seorang calon mahasiswa dapat menentukan strategi pilihan–pilihan program studi yang hendak dimasukinya. Karena bersumber langsung dari Dirdik ITB, penentuan strategi masuk ITB berdasarkan data ini akan jauh lebih akurat dari pada menentukan strategi berdasarkan data “passing grade” yang umum ada di lembaga–lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel). Calon mahasiswa ITB perlu lagi bergantung pada data “passing grade” Bimbel yang tidak pasti akurasinya.

    Mengenai distribusinya, Ichsan mengungkap bahwa distribusinya tergantung kontribusi lulusan SMU tersebut kepada ITB. “SMU yang lulusannya banyak menjadi mahasiswa ITB akan menerima lebih banyak buku ini,” tuturnya, “Misalnya, kepada SMU 3 Bandung kami kirimkan 100 buku.” Selain dalam bentuk buku, Dirdik juga mengeluarkan versi CD–Room interaktif buku ini. “Biar lebih menarik,” tuturnya.

    Ichsan mengakui konsep dan rencana pembuatan buku mengenai strategi masuk ITB dan program studi ITB sudah dimulai tahun lalu, namun realisasinya, baru bisa diwujudkan tahun ini. Tahun depan, Ichsan berjanji akan menerbitkan buku dan CD dengan konsep sama namun jauh lebih baik. “Belum sempurna memang. Tapi, sudah ada beberapa perbaikan yang dipikirkan,” katanya. Buku ini adalah salah satu bentuk usaha ITB untuk berkompetisi dengan perguruan tinggi lain dalam mendapatkan bibit–bibit mahasiswa terbaik.

    Copy by : Hasyim

    Hasyim Ibrahim

    Juli 17, 2008 at 1:53 pm


Tinggalkan Balasan