EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

East Java

with 3 comments

Welcome to :

SURABAYA-East Java

The Hero City’s

Ojo lali karo “soulmate-bonek” arek Suroboyo,

iki lho, PERSEBAYA

Written by Hasyim

Juli 10, 2008 pada 4:47 pm

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. PAMERAYA SURABAYA FAIR 2008

    Pameran perdagangan, IPTEK, Investasi dan Pariwisata “Pameraya Surabaya Fair 2008″, diselenggarakan selama 4 hari di Exhibition Hall Gramedia Expo Jl. Basuki Rahmad Surabaya, Minggu (6/7) telah berakhir dan ditutup oleh Walikota Surabaya, Bambang, DH. Pameran yang diselenggarakan untuk yang ke 5 kali ini, Kamis (3/7) dibuka oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan RI, Subagyo.

    Pameran bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi sekaligus mempromosikan Kota Surabaya sebagai Kota perdagangan dan jasa, baik berupa produk unggulan yang berkualitas eksport maupun konsumsi dalam negeri, mengingat posisi Kota Surabaya yang strategis sebagai meeting point berbagai kepentingan baik regional, nasional maupun global, sehingga diharapkan kegiatan ini berdaya guna dan berhasil guna bagi pengembangan usaha, kata Bambang DH dalam laporannya.

    Dalam sambutannya, Dirjen Dalam Negeri, Subagyo, berjanji akan mendorong produk unggulan dari berbagai daerah untuk dapat menembus pasar eksport, seiring minat pasar yang mengarah pada produk kreatif. “Produk kerajinan unggulan dari daerah ini memiliki potensi pasar yang besar karena tidak banyak negara lain yang memiliki produk semacam itu”, ujarnya. “Adapun industri kreatif adalah industri yang timbul dari kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu yang mencakup 14 sektor seperti: design, kerajinan, periklanan, penerbitan, percetakan, arsitektur, musik, film dan photografi”, tambahnya.

    Pameran yang diikuti 54 peserta dari Jawa Timur dan daerah lain seperti, dari Kediri,Cirebon, Karanganyar, Yoryakarta, Tulungagung, Aceh, Sulawesi Selatan, dan lain-lain, diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan PT Antheus Indonesia. Adapun stand pameran terbaik diperoleh Pertamina sebagai juara I, Juara II, Kabupaten Aceh Selatan, Juara III Pemerintah Kota Surabaya. Juara Harapan I. PT PELINDO III, Harapan II, Bank Mandiri dan Harapan III, Kabupaten Tulungagung.

    Pemerintah Kota Surabaya melalui Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal, M. Taswin berharap nilai transaksi yang dihasilkan dari Pameraya Surabaya Fair 2008 ini lebih tinggi dari capaian pada tahun 2007, yaitu sebesar Rp.4,5 miliar. (Bapetikom).

    Hasyim Ibrahim

    Juli 11, 2008 at 2:25 pm

  2. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER (ITS) SURABAYA

    Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektar dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2. Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2 dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.

    Visi

    ITS sebagai Institusi unggulan dalam pengalihan dan pengembangan iptek khususnya yang menunjang industrialisasi dan pembangunan kelautan yang berwawasan lingkungan.

    Misi

    1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi
    2. Mengembangkan penelitian serta kegiatan inovatif dan kreatif untuk dapat menguasai dan mengembangkan iptek yang unggul serta relevan bagi kebutuhan pembangunan nasional dan pertumbuhan kawasan Asia Pasifik.
    3. Mengembangkan informasi serta pelayanan iptek yang unggul, tepat guna dan berhasil guna untuk menopang pembangunan nasional, serta pertumbuhan kawasan Asia Pasifik.
    4. Mengembangkan manajemen ITS berbasis sains dalam menumbuhkan suasana akademis yang kondusif terhadap penularan dan pengembangan iptek.
    5. Mengembangkan dan menjaga nilai, etika dan moral akademis dalam usaha meningkatkan peran masyarakat akademis untuk pertumbuhan peradaban dan kebudayaan.

    Tujuan ITS

    GrahaITS sebagai lembaga pendidikan tinggi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan para mahasiswa menjadi manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan Indonesia, serta menjadi anggota masyarakat yang memiliki sikap kemampuan akademik atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pembinaan sumber daya, penelitian dan pengkajian untuk menunjang industrialisasi dan pembangunan kelautan yang berwawasan lingkungan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

    Adapun tujuan pendidikan ITS meliputi:

    * Pembinaan hidup bermasyarakat
    * Pembinaan sikap ilmiah
    * Pembinaan sikap kepemimpinan
    * Pembinaan keahlian

    Staf Pendukung

    Mempunyai staf pengajar sebanyak 1012 orang yang terdiri dari 28 orang profesor, 133 orang doktor,434 orang master dan lainnya sarjana lulusan perguruan tinggi terkemuka di luar dan dalam negeri serta profesional di bidangnya, menjadikan ITS sebagai sumber acuan perguruan tinggi lain di kawasan Indonesia Timur.

    Staf non akademik berjumlah 1101 orang yang tersebar pada berbagai bagian administrasi mulai dari rektorat sampai jurusan-jurusan, selain ada yang bertugas di laboratorium-laboratorium.
    Kapasitas Mahasiswa

    Jumlah mahasiswa ITS yang terdaftar pada tahun ajaran 2002/2003 berjumlah 17.672 mahasiswa yang terdiri dari 21 mahasiswa Program Doktor, 1.605 mahasiswa Program Magister, 11.666 mahasiswa Program Sarjana, 4.270 mahasiswa Program D-3 dan Politeknik serta 110 mahasiswa Program D-4. Sampai saat wisuda ke-86 Maret 2003, ITS telah meluluskan sebanyak 37.208 wisudawan. Mereka terdiri dari 1.389 program magister, 22.833 program sarjana, 12.841 program D-3 dan Politeknik, 145 Program D-4 Teknik Kesehatan Lingkungan dan Politeknik.
    Kapasitas Akademik

    Sampai tahun 2003, ITS memiliki 5 Fakultas dengan 4 Program Doktoral, 12 Program Magister, 22 jurusan/program studi tingkat sarjana (10 jurusan diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi S-1 atau lintas jalur), 6 Program Studi D-3 (5 program diantaranya juga menyelenggarakan program ekstensi D-3), 2 Program Studi D-4 dan 2 Politeknik dengan 8 Program Studi (seluruhnya juga menyelenggarakan program ekstensi).

    Disadur ulang oleh : Hasyim Ibrahim

    Hasyim Ibrahim

    Juli 14, 2008 at 1:09 pm

  3. GUNUNG BROMO

    Gunung Bromo (dari bahasa Sansekerta/Jawa Kuna: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
    Gambar Gunung Bromo dari NASA.
    Gambar Gunung Bromo dari NASA.

    Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

    Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.

    Sejarah letusan

    Selama abad ke-20, gunung yang terkenal sebagai tempat wisata itu meletus sebanyak tiga kali, dengan interval waktu yang teratur, yaitu 30 tahun. Letusan terbesar terjadi 1974, sedangkan letusan terakhir terjadi pada 2001.

    Sejarah letusan Bromo: 2004, 2000, 1995, 1984, 1983, 1980, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1040, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

    Bromo sebagai obyek wisata

    Perjalanan melalui pintu barat dari arah pasuruan yaitu masuk dari desa Tosari untuk menuju ke pusat obyek wisata ( lautan pasir )terbilang berat karena medan yang harus ditempuh tak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 biasa ini dikarenakan jalan turunan dari penanjakan kearah lautan pasir sangatlah curam, kecuali kita menyewa jip yang disediakan oleh pengelola wisata, jadi wisatawan banyak yang berjalan kaki untuk menuju ke pusat lokasi. Namun apabila kita melalui pintu utara dari arah sebelum masuk probolinggo yaitu pada daerah Tongas, kita akan menuju desa cemoro lawang sebelum turun menuju lautan pasir maka tidaklah terlalu berat dikarenakan turunan dari lerengnya tidaklah terlalu curam sehingga sepeda motor pun dapat melaluinya. Kebanyakan para wisatawan yang ingin mudah mencapai lautan pasir melewati jalur ini. Namun bila anda ingin menyaksikan sunrise yang sering ditampilkan di foto – foto, yang banyak difoto dari puncak penanjakan maka anda lebih praktis melewati jalur pintu barat.

    Namun bila anda mempunyai jiwa petualang maka anda dapat mencoba jalur perjalanan yang jarang dilalui wisatawan. Yaitu melalui kota Malang anda masuk melalui kota kecil tumpang kemudian masuk kota pronojiwo lalu akan melalui cagar alam yang sangat indah dari sini anda akan menjumpai pertigaan jalan dimana kearah selatan akan memasuki ranu pane ( kearah gunung semeru ) dan kearah utara anda memasuki lautan pasir bromo yang berada di punggung gunung bromo sebelah selatan. Jalan ini akan mengitari gunung bromo melewati lautan pasir. Jalur ini sebenarnya tidak terlalu curam dan dapat dilalui sepeda motor, namun memerlukan jiwa petualang karena jalurnya yang masih jarang dilewati. Namun anda akan diganjar dengan rahasia Bromo yang lain, yang sangat jarang dilihat wisatawan, yaitu padang ruput sabana dan bunga yang sangat luas berada dibalik Gunung Bromo. Sungguh pemandangan yang berkebalikan pada sisi Utaranya yang gersang dan berdebu.

    Lautan pasir adalah andalan wisata dari gunung Bromo, di alam pegunungan yang sejuk, kita dapat melihat padang pasir dan rerumputan yang luas. Sedangkan yang paling ditunggu dari gunung bromo adalah sightview ketika matahari terbit dan terbenam karena memang akan kelihatan jelas sekali dan sangat indah. Walaupun perjalanan ke Bromo sangat berdebu, tapi tidak terasa, karena keindahan yang disuguhkan benar-benar luar biasa.

    Berlibur menuju bromo dapat dibilang praktis bila anda menyukai tipe traveller dan melalui jalur pintu utara. Anda dapat melakukan kunjungan dalam jangka waktu 12 jam saja. tentunya bila anda memulainya dari kota Surabaya, Malang, Jember dan sekitarnya. Perjalanan dapat dimulai dari jam 12 malam sehingga anda akan sampai sekitar pukul 2 – 3 pagi. Dimana anda dapat beristirahat dahulu sebelum melihat sunrise. Penjual makanan dan minuman di areal lautan pasir biasanya sudah buka menjelang pukul 3 pagi, sehingga anda sudah bisa bersiap – siap untuk melakukan pendakian melewati anak tangga puncak bromo yang terkenal itu. nikmatilah pemandangan sampai jam 9 pagi dan anda pun dapat kembali sampai di kota keberangkatan anda sekitar 12 siang. Sebagai catatan, apabila anda melakukan perjalanan diareal lautan pasir ditengah kegelapan malam, sebagai patokan menuju areal parkir sekitar Pura anda dapat melihat patok dari beton yang sengaja diberikan sebagai penunjuk menuju areal pura. Dan apabila anda tersesat jangan panik dan meneruskan perjalanan ( apalagi ditengah kabut tebal ), tunggulah karena biasanya mulai jam 2 – 3 pagi beberapa penunggang kuda sewaan melintas diarea lautan pasir.

    COPY RIGHT @ HASYIM IBRAHIM ( MALANG – EAST JAVA 1996 )

    Hasyim Ibrahim

    Juli 14, 2008 at 1:17 pm


Tinggalkan Balasan