EDISI SPESIAL

Halaman Berita

Flores Pos

dengan 29 komentar

Baca juga berita-berita dan perkembangan terbaru seputar pulau flores melalui situs dibawah ini:

http://www.florespos.com

Ditulis oleh Hasyim

Juli 29, 2008 pada 2:37 am

29 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. flores pos trus berkarya

    CANDRA

    Desember 3, 2009 pada 1:45 pm

  2. Kalau boleh Flores Pos memuat juga tulisan-tulisan yang berbicara tentang kebudayaan dari seluruh Nusa Tenggara Timur tercinta sehingga orang-orang dari belahan lain Indonesia mengetahui keadaan kita orang Nusa Tenggara Timur.Catatan khusus untuk Dinas Pariwisata,saya sangat berharap ke depan peran Dinas Pariwisata Propinsi dan kabupaten Se Nusa Tenggara Timur lebih ditingkatkan dalam mempromosikan daerah kita.Daerah kita dikarunia alam yang begitu indah ibarat seorang gadis yang terlahir cantik molek secara ragawi namun ketika dia tidak memiliki kemampuan untuk merawat kecantikkannya jangan berharap banyak untuk dilirik pemuda apalagi mau dipinang.Lebih celaka lagi jika sang gadis hidup di antara keluarga yang juga tidak memiliki kepekaan terhadap kecantikkan,maka sang gadis pastilah akan menjadi perawan tua.Kalau saja dinas Pariwisata kita mau bekerja lebih serius lagi maka industri Pariwisata Nusa Tenggara Timur pasti akan menjadi pesaing yang mesti diperhitungkan Bali,Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara.Salam hormat saya : Janggur Agustinus – Mataram Nusa Tenggara Barat.

    Janggur Agustinus

    Maret 25, 2010 pada 9:46 pm

  3. Kami masyarakat Flores di Bali sangat merindukan kehadiran Flores Pos sehingga kami bisa mengetahui perkembangan Flores dari waktu ke waktu. Mudah-mudahan pihak manajemen bisa memikirkan ada agen atau perwakilan di Bali. terimakasih.

    agustinus g thuru

    April 19, 2010 pada 11:04 am

  4. Saat ini seluruh kabupaten kota se-Indonesia disibukkan dengan kegiatan menjelang pemilihan kepala daerah.Hampir seluruh energi pemerintah dan perhatian masyarakat tercurah untuk hal ini.Pertanyaannya kemudian adalah ” Sebegitu pentingkah ” pemilihan kepala daerah sehingga kita harus mencurahkan sebagian besar energi untuk itu ?” Jawabannya pasti sangat penting.Karena pemilihan kepala daerah merupakan proses pencarian seorang top manager dari sebuah pemerintahan yang akan menentukan baik-buruknya proses membangun masyarakat bangsa ke depan guna mencapai apa yang disebut Bonum comune.Namun ketika masyarakat salah memilih pemimpinnya maka yang akan terjadi adalah pemiskinan masyarkat bangsa.Untuk konteks ini diharapkan agar masyarakat pemilih agar pilihlah pemimpin secara cerdas karena hanya dengan kesalahan yang anda lakukan lima menit dalam bilik suara pada hari pemilihan akan berdampak untuk lima tahun ke depan.Untuk saudara-saudara saya yang ada di Manggarai Tengah,coba cermati dengan cerdas seluruh program yang ditawarkan para calon dan selanjutnya sandingkan dengan kebutuhan yang betul-betul real dan mendesak dan menyentuh kepentingan masyarakat daerah Manggarai Tengah.Sekedar catatan,Manggarai Tengah hanya mengandalkan pertanian dan perkebunan.Selain kedua bidang itu hampir tidak ada alternatif lain yang bisa diandalkan.Pesan khusus untuk pak Viktor Slamet dan Tim agar ” Please kindly build up the Golden Bridge to win the voters ” Build up the standart living of our fathers,our mothers and our brothers.I was born from the very simple farmer family have a great dream how to build up our mother land more civilize.I believe that’s goal would be reached on your hand.

    My best regards

    J.Agustinus

    Mataram – Nusa Tenggara Barat.
    Mobile : 0852 5369 8709

    Janggur Agustinus

    April 20, 2010 pada 10:56 am

  5. Flores pos merupakan surat kabar yang cukup berpengaruh di daratan flores. kami sebagai masyarakat mengharapkan flores pos bisa menghadirkan berita-barita yang lebih berani lagi. terutama berita-berita tentang pendidikan, sehingga pemerintah lebih perduli dengan pendidikan.
    saperti kita ketahui bahwa pendidikan di NTT paling buruk di Indonesia.

    yolis rasa

    Juni 25, 2010 pada 10:15 am

  6. Pendidikan adalah sebuah keharusan bagi setiap individu jika tidak ingin menjadi orang yang tersisih pada zaman kini.Keharusan ini sebenarnya sebagai akibat dari pergeseran posisi pendidikan sebagai sebuah kebutuhan primer dan bukan kebutuhan sekunder.Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah,” Siapa yang paling bertanggung jawab agar pendidikan sebagai sebuah kebutuhan primer dapat dipenuhi dan dicapai oleh setiap individu sebagai unsur dasar pembentuk masyarakat bangsa ?” Yang paling bertanggung jawab dalam rangka mencapai atau memenuhi kebutuhan ini adalah : 1. Keluarga, 2. Masyarakat, 3. Negara. Ketika keluarga tidak dapat melakukan sebagian atau keseluruhan proses itu maka masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta mengambil peran di dalamnya.Namun pada titik dimana keluarga dan masyarakat tidak dapat menjalankan perannya secara optimal maka negara harus bertanggung jawab penuh agar kebutuhan masyarakat akan pendidikan dapat dipenuhi.Pemerintah jangan masa bodoh dengan kondisi seperti ini.Jangan seperti yang terjadi sekarang ini.Pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat dengan syarat masyarakat harus menyatakan diri sebagai orang miskin.Bukankah membantu masyarakat harus tetap menjaga harkat dan martabatnya sebagai manusia yang memiliki rasa malu ? Ataukah negara lupa bahwa memberi dengan tidak merendahkan si penerima adalah sebuah pemberian yang lebih memanusiakan manusia dari pada pemberian yang harus menelanjangi si penerima ? Sebagai contoh yang masih dapat kita saksikan sekarang ini adalah program pemberian beras miskin ( Raskin ) Istilah beras miskin merupakan sebuah pelecehan terhadap masyarakat penerima beras itu sendiri. Coba kita renungkan,”Bagaiana mungkin pemerintah dapat dikatakan bermurah hati ketika memberikan bantuan kepada masyarakat namun pada saat yang sama mengejek masyarakat sebagai orang miskin ?” Demikian juga dengan program yang lain seperti pengobatan gratis dan sekolah gratis yang mengharuskan si penerima untuk menunjukkan surat keterangan sebagai orang miskin dari kelurahan atau kepala desa.Pantaskah kita menyebut diri sebagai bangsa yang besar dan bermoral namun memberi sesuatu kepada orang lain saja harus disertai ejekkan bagi si penerima ? Special note for our President,all the governors ,all the regents and the head of the sub districts all over Indonesia,” Please kindly be reflected that once you state a statement such be a moral, be a faithful, be a good it means that you have to be the first to apply these in your daily life. How can your people do the the best while in the other hand you never done it anymore ?

    Kind regards

    J.Agustinus

    Lombok – Nusa Tenggara Barat.

    J.Agstinus

    Juli 15, 2010 pada 12:10 pm

  7. Salam hangat untuk Bapak Gubernur NTT,Bapak-bapak Bupati se Nusa Tenggara Timur.Terima kasih telah membangun Nusa Tenggara Timur hingga seperti sekarang ini.Harapan saya tingkatkan terus apa yang telah dicapai dan tingkatkan kepekaan terhadap perkembangan daerah lain.Jangan alergi dengan kritikan karena hanya dengan kritikan bapak-bapak bisa menjalankan tugas secara teliti.” Please kindly put the men on the right place in order they can do the best.
    I do believe the best future of East Nusa Tenggara will be reached because of your dedicate and your effort. The history of East Nusa Tenggara will note all of your best effort.
    Kind regards

    J.Agustinus

    Caritas Tour Lombok
    Nusa Tenggara Barat.

    J.Agstinus

    Juli 15, 2010 pada 12:34 pm

  8. Flores dimekarkan menjadi sebuah propinsi telah diwacanakan sejak lama namun hingga kini tidak ada tanda akan terwujud.Ada apa ini ? Adakah ketakutan di tengah masyarakat Flores bahwa kalau Flores dimekarkan akan menjadi propinsi yang miskin yang setiap saat harus mendapat suntikkan dari pusat ? Ataukah ini sebuah kekalahan orang Flores (baca : elit politik asal Flores )tidak cerdas membangun komunikasi politik ditingkat pusat sehingga segala argumentasi mudah dipatahkan di pusat ? Kalau kita orang Flores mau menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa mengubah Flores yang identik dengan daerah kering kerontang, yang rata-rata mengkonsumsi jagung dan ubi sebagi makanan pokok menjadi daerah yang pantas diperhitungkan,maka marilah kita memberanikan diri untuk berdiri sendiri sebagai sebuah propinsi.Yang paling tahu tentang kemampuan kita adalah kita sendiri dan bukan orang lain.Jangan mau saja ketika orang lain mengatakan bahwa kamu belum bisa.Please kindly be reflected,that even corn and casava are our daily food but its better than we have a slice of bread but it comes from someone hands.Lets say,” We can do the best for our better future”

    Kind regards

    J.Agustinus

    Caritas Tour Lombok

    Nusa Tenggara Barat

    Janggur Agustius

    Juli 29, 2010 pada 5:10 pm

  9. Salam hangat untuk Flores Pos

    Ada kerinduan kami semua orang Flores yang ada di Nusa Tenggara Barat terutama di Mataram jika suatu saat Flores Pos bisa dijual juga di Mataram sehingga kami bisa mengikuti perkembangan daerah kita tercinta.

    Terima kasih

    J.Agustinus

    Janggur Agustius

    Juli 29, 2010 pada 5:15 pm

  10. Bagaimana memajukan pariwisata di Manggarai Barat ? Kalau kita mau membangun sesuatu maka pertama sudah pasti kita harus fokus. Jangan coba-coba membangun sesuatu secara setengah-setengah apalagi kalau yang harus dibangun itu mempertaruhkan hajat hidup orang banyak.Pada kesempatan ini penulis hanya mau memberikan masukkan bagi pemerintah Manggarai Barat.Keindahan alam Manggarai Barat membuat orang luarberdecak kagum.Pada saat orang lain berdecak kagum lantas kita bangga.Namun yang menjadi masalah bahwa kita tidak pernah kenyang dengan sebuah rasa bangga.Rasa bangga perlu tetapi alangkah lebih baik ketika rasa bangga itu harus bergeser ke arah sesuatu yang bernilai ekonomi.Dahulu leluhur kita sering bangga dan membusungkan dada ketika dipuji sekalipun pada saat yang sama perutnya lapar.Kita yang terlahir di jaman ini tidak mesti seperti itu.Kalau kita mau membangun dunia pariwisata dan maumenempatkan pariwisata sebagai sesuatu yang pantas kita harapkan apalagi kalau itu kita harus mempertaruhkan masa depan anak-cucu kita maka jangan coba-coba dibangun setengah-setengah.Ingat membangun itu sepert judi tetapi tolong judi yang rasional.Yang dibutuhkan dalam membangun adalah sebuah pemikiran yang cerdas dan tuangkan itu dalam sebuah konsep yang dapat dipertanggung jawabkan secara rasional serta dapat dilaksanakan secara terukur.Kalau kita tidak bisa bangun sebuah konsep yang bagus jauh lebih baik kita kembangkan sektor lain seperti pertanian,perkebunan ataupeternakan daripada kita bangun hanya untuk menghabiskan anggaran.I do really believe that you can do the best for our better future.Please kindly be thought that on your hand everything which is connecting to the best future of our beloved mother land and this not because of you was born but it was given by your voters.

    Kind regards

    J.Agustinus

    Janggur Agustinus

    Agustus 10, 2010 pada 8:40 pm

  11. Kalau boleh, saya minta nomor telepon Flores Pos dong.. Saya ingin berlangganan langsung, karena mencari agennya sangat sulit di Jakarta.
    Terima kasih.

    ika mentayani

    September 3, 2010 pada 11:05 am

  12. Selamat Lebaran bagi saudara-saudariku yang merayakannya semoga spirit Lebaran tahun ini akan lebih menumbuhkan rasa kebersamaan kita sebagai saudara sebangsa-setanah air.

    ” Minal Aidin Wal Faidzin ” Mohon Maaf Lahir Bathin.

    J.Agustinus

    September 9, 2010 pada 11:23 am

  13. Mengabaikan hukum adat merupakan akar masalah konflik tanah di Manggarai.

    Konflik sosial yang bermula pada sengketa tanah dan bermuara pada pertumpahan darah di Manggarai- Flores terasa sangat memiris hati dan mengguncang rasa kemanusiaan bagi siapa saja. Peristiwa ini terjadi hampir setiap tahun bahkan tiap bulan.Ketika peristiwa semacam ini terjadi sekali mungkin belum bisa menggugah hati orang untuk bertanya,” Kenapa ini terjadi ?” Tetapi ketika hal yang sama selalu terjadi,dan bahkan intensitasnya semakin menaik maka,seharusnya perlu dipertanyakan. Syukur puji Tuhan jika tidak hanya sampai pada bertanya tetapi juga dicari akar masalahnya.Alangkah kerdilnya sebuah masyarakat yang mengklaim diri sebagai masyarakat beradab yang religius namun hanya mampu meneteskan air mata ketika terjadi peristiwa yang menodai kemanusiaan di depan matanya.Bukankah air mata yang jatuh ke dalam hati jauh lebih menggugah jiwa untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencegah peristiwa seperti ini ketimbang air mata yang jatuh di pipi yang hanya akan dianggap sebagai manusia lemah tak berdaya oleh orang yang melihat ? Sudah sa’atnya kita semua yang merasa diri sebagai orang manggarai untuk merenungkan seluruh pesan moral para leluhur ,” Anak, porom saung bembang nggere eta,wake caler nggere wa ” yang memiliki pesan untuk senantiasa terjadi keseimbangan dalam hal pencapaian pemahaman akan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pemahaman akan adat – budaya serta hukum adat,baik perdata adat maupun pidana adat.Untuk memenuhi amanat para leluhur yang mulia ini sudah saatnya kita untuk menggali dan menghidupkan kembali hukum adat kita sehingga ke depan kita bisa menyelesaikan konflik berdarah yang disebutkan di atas tanpa harus melukai yang lain. Penulis berkeyakinan bahwa jika ini berani kita bentuk maka peristiwa serupa dapat dicegah atau minimal bisa diminimalisir.

    ” Muku ca pu’u neka woleng curup,teu ca ambong neka woleng jaong kudut jengok koe le ulu wiko lau wai. Deu koes ngoeng te koas neho kota,behas neho kena.

    Manggarai momang tana kuni agu kalo.

    Tabe

    J.Agustinus

    J.Agustinus

    September 12, 2010 pada 5:57 pm

  14. Membaca hasil liputan tim expedisi 92 pulau terluar Indonesia beberapa waktu yang lalu,disebutkan bahwa pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao memiliki keindahan yang bisa menggeser keindahan pulau Dewata ( baca: Bali ). Jika penilaian itu benar, maka apa langkah yang hendak diambil Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam rangka menanggapi pujian itu ? Penulis berharap agar Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao segera mengasah kepekaan terhadap perkembangan daerah lain untuk kemudian diterapkan pada pengembangan pariwisata pulau Ndana.Sudah saatnya Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur dan pemerintah Kabupaten Se-Nusa Tenggara Timur untuk mengelola kekayaan alam yang ada demi membangun kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.Kalau saja pemerintah Propinsi dan Kabupaten memiliki ketajaman penglihatan dan kecerdaan yang ekonomis, penulis yakin kalau alam yang indah ini akan cukup bisa membawa masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadi jauh lebih sejahtera.Mudah-mudahan kekaguman orang akan keindahan alam Nusa Tenggara Timur lebih khusus pulau Ndana mendorong Pemerintah Propinsi dan Kabupaten terjaga dari tidur pulas yang panjang dan kemudian lebih berpikir kreatif untuk mengubah kekaguman itu menjadi bernilai ekonomi.Ingat bahwa Raja yang baik adalah raja yang tidak dapat tidur pulas dan menganyam mimpi indah di ranjang empuk jika rakyatnya tidur dalam keadaan perut bernyanyi dalam gubuk reot.

    We need not only the clever leader in leading thethe people but the leader who has drive his sense of belonging on his people to his deepest heart and then do the best. The voice of heart is the voice of God.

    By : J.Agustinus

    Caritas Travel
    Mataram – Nusa Tenggara Barat

    J.Agustinus

    September 16, 2010 pada 11:29 am

  15. flores pos merupakan media kita orang flores maka dari itu terus lah maju

    filmianus

    Oktober 26, 2010 pada 1:56 pm

  16. Salam Flobamora
    Salam Kenal dari kami Ikatan Pemuda Mahasiswa (IPMA) NTT Kalimantan Timur.
    Kami selalu rindu dan kami selalu ingin berbuata sesuatu untuk Flobamora tercinta.
    Kami adalah bagian dari masyarakat Kaltim yg berasal dari NTT, mengajak semua orang NTT di manapun berada, mari berjuang untuk masa depan NTT yang lebih baik.
    Bersama IPMA NTT KALRIM kita wujudkan Pemuda dan Mahasiwa NTT altim yg Unggul, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.

    Ttd.

    Pengurus Pusat.

    IKATAN PEMUDA MAHASISWA (IPMA) NTT KALTIM

    Desember 2, 2010 pada 9:56 am

  17. Salam Flobamora
    Salam Kenal dari kami Ikatan Pemuda Mahasiswa (IPMA) NTT Kalimantan Timur.
    Kami selalu rindu dan kami selalu ingin berbuata sesuatu untuk Flobamora tercinta.
    Kami adalah bagian dari masyarakat Kaltim yg berasal dari NTT, mengajak semua orang NTT di manapun berada, mari berjuang untuk masa depan NTT yang lebih baik.
    Bersama IPMA NTT KALTIM kita wujudkan Pemuda dan Mahasiwa NTT Kaltim yg Unggul, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.

    Ttd.

    Pengurus Pusat.

    IKATAN PEMUDA MAHASISWA (IPMA) NTT KALTIM

    Desember 2, 2010 pada 9:58 am

  18. Salam Persaudaraan dan salam Flobamora !!!
    Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada adik-adik saya dari IKATAN PEMUDA MAHASISWA ( IPMA ) NTT Kalimantan Timur yang telah bertekad untuk turut menyumbangkan pemikiran yang baik dalam rangka membangun ibu Nusa Tenggara Timur.Secara pribadi saya sangat berbangga karena adik-adik tidak ternina-bobokan oleh kemakmuran yang dicapai oleh ibu baru Kalimantan Timur dan melupakan ibu kandung Nusa Tenggara Timur sekalipun sang ibu di sana Timor adalah ibu papa-dina. Saya percaya bahwa do’a tanah dan batu sang ibu papa-dina akan senantiasa menyertai kita semua dan roh kepapaan sang ibu akan menguatkan kita semua dalam berperang melawan godaan yang terkadang ketika tidak disiasati secara cerdas maka akan menjual sang ibu yang sudah papa.Saat ini di NTT sana sedang terjadi perdebatan yang berkaitan dengan tambang. Ada yang pro dan ada yang kontra. Yang pro tambang berdalih dengan adanya tambang maka akan mengurangi pengangguran yang bermuara pada pada menurunkan kemiskinan.Sementara yang kontra berdalih kehadiran tambang jika dipikirkan dari berbagai aspek justru akan memiskinkan masyarakat. Dan dampaknya sangat luas melampaui seluruh aspek kehidupan.Sekarang kita yang hidup di luar NTT mau pilih yang mana ? Pro tambang atau kontra tambang ?

    Akhirnya salam persaudaraan dan salam Flobamora.
    Baik tidak baik Tanah Timor lebih baik.

    J.Agustinus

    J.Agustinus

    Desember 3, 2010 pada 12:16 pm

  19. Surat terbuka untuk Gubernur Nusa Tenggara Timur, para Bupati se-Nusa Tenggara Timur,Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Timur dan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten se-Nusa Tenggara Timur.

    Akhir-akhir ini terdengar kalau Kehadiran Perusahaan Pertambangan yang beroperasi di daerah Nusa Tenggara Timur memunculkan perdebatan.Memperdebatkan sesuatu hal itu memang sangat diperlukan dalam rangka mencapai sebuah kebenaran baik kebenaran ditakar dari sis moral- spiritual maupun dari sisi materil- ekonomis.Kebenaran yang ingin dicapai oleh kebanyakan orang adalah kebenaran yang memenuhi tuntutan kedua takaran tadi.Pertanyaan kami kemudian adalah,jika kehadiran Perusahaan Tambang yang beroperasi di daerah kita benar-benar hadir melalui jalan benar dan membuat hidup masyarakat kita terangkat secara seimbang baik ekonomis maupun kesatuan dengan lingkungan hidup maka pasti kehadiran perusahaan tambang tidak akan diperdebatkan dan bermuara pada penolakan oleh masyarakat baik yang di lingkar tambang maupun yang bukan lingkar tambang.Dapatkah kita hitung secara matematis seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat jika tambang dijinkan beroperasi berhadapan dengan jika kita optimalkan ekstensifikasi pertanian-perkebunan dan atau kembangkan industri pariwisata yang adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui ? Bukankah barang tambang adalah kekayaan alam yang tak dapat diperbaharui lagi ? Bukankah setelah habis kandungan emas atau mangan yang ada perusahaan tambang akan pergi dan masyarakat yang bekerja di sana akan kembali menjadi petani ? Bagi saya jauh lebih baik kita undang investor yang mau berinvestasi di bidang pertanian-perkebunan dan pariwisata daripada menghadirkan investor di bidang tambang yang kemudian hari akan meninggalkan alam kita rusak dan membutuhkan cost besar untuk recovery.

    Akhirnya saya hanya mengatakan,” Please save our nature and our culture for better life of our next generation “.

    Oleh :

    J.Agustinus

    J.Agustinus

    Desember 3, 2010 pada 8:58 pm

  20. Salam Flobamora,
    Dari lubuk hati yang terdalam, ijinkan kami, Ikatan Pemuda Mahasiswa (IPMA) NTT Kaltim mengucapkan Syalom, Selamat Natal 2010 dan tahun baru 2011 untuk segenap saudaraku di manapun berada dan salam sejahtera untuk kita semua.

    Permasalahan tambang di NTT, sebebenarnya telah kami (IPMA NTT KALTIM) kemukakan secara langsung kepada pemerintah NTT melalui Kepala Kesbangpol Linmas NTT yang hadir mewakili Gubernur dalam acara Pengukuhan dan Deklarasi Pengurus Ikatan Keluarga NTT Kaltim dan IPMA NTT Kaltim.
    Pada prinsipnya kami tidak setuju dengan adanya eksploitasi sumber daya alam NTT khususnya mineral (bahan tambang), hal tersebut tenttu sekali dengan dasar pertimbangan dan/atau alasan tertentu. Pada kenyataan, kami hidup di Kaltim yang merupakan wilayah yang memiliki sumber daya alam berlimpahruah,yg tidak bisa dibandingkan dengan NTT, kecuali batu (batu padas/untuk bahan bangunan)karena di Kaltim sulit menemukan batu seperti di NTT. Kami menyaksikan dan mengalami sendiri bahwa eksploitasi sumber daya alam yang ada di Kaltim yang kaya raya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi yg signifikan bagi pemerintah daerah (PAD) apalagi kepada rakyat Kaltim, pertanyaannya adalah, kemana semua kekayaan alam yg telah dikeruk?? Ternyata eksploitasi SDA termasuk tambang hanya mengenyangkan para pengusaha dan segelintir orang di daerah yakni pejabat, pengusaha lokal, preman. Sebaliknya rakyat hanya menerima akibat negatifnya karena kerusakan alam seperti banjir, ekosistem yang rusak, kegagalan panen, penyakit, pemanasan, longsor, konflik horisontal antar warga, kejahatan, dsb. Apalagi saat ini elsploitasi dilakukan secara masiv dan tidak terkontrol karena didukung oleh pemodal besar (investor yg pada umunya adalah investor asing) maupun pejabat serta preman. Hal ini jelas akan terjadi pada masyarakat dan wilayah NTT karena motif dan pola tersebut selalu sama berlaku disetiap wilayah yg dieksploitasi.
    Oleh karena latar belakang tersebut di atas dan fakta2 yang terjadi berkaitan dengan eksploitasi SDA khususnya pertambangan maka sikap kami tetap tegas, pertambangan di NTT belum saatnya. Mengatasi kemiskinan dapat dilakukan dengan pelestarian alam, pelestarian budaya dan berbagai kearifan lokal yang dapat menjadi sumber PAD, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehinga dapat bersaing dengan orang lain untuk membangun masa depan yg lebih baik. Menambang bukanlah solusi atas persoalan kemiskinan, justru akibatnya bisa terbalik, kita sedang menggali kuburan bagi kita dan anak cucu kita.
    Jangan kita tenggelam dalam kapitalisme, karena ketika kita mulai mengekploitasi SDA maka kita butuh modal, dan selanjutnya kita dikuasai pemodal, kapitalisme merajalela, rakyat hanya jadi penonton dan korban apalagi investornya asing. Mereka akan menguras habis SDA kita, dan meninggalkan kuburan bagi kita dan anak cucu kita, sementara SDA di negara mereka tidak terekploitasi. Setelah SDA kita habis, maka kita akan membeli dari mereka dengan harga yg mencekik, tetapi terpaksa kita beli karena kebutuhan, sementara milik kita sudah habis.

    Semoga pandangan dan suara hati serta harapan kami masyarakat Kaltim yang berasal dari NTT ini dapat didengar dan dipertimbangkan oleh berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan, dan masyarakat NTT pada umumnya.

    Salam penuh cinta,

    Ttd.

    Pengurus.

    IKATAN PEMUDA MAHASISWA (IPMA) NTT KALTIM

    Desember 6, 2010 pada 10:33 pm

  21. Salam Flobamora,

    Dari lubuk hati yang terdalam, ijinkan kami, Ikatan Pemuda Mahasiswa (IPMA) NTT Kaltim mengucapkan Syalom, Selamat Natal 2010 dan tahun baru 2011 untuk segenap saudaraku di manapun berada dan salam sejahtera untuk kita semua.

    Permasalahan tambang di NTT, sebebenarnya telah kami (IPMA NTT KALTIM) kemukakan secara langsung kepada pemerintah NTT melalui Kepala Kesbangpol Linmas NTT yang hadir mewakili Gubernur dalam acara Pengukuhan dan Deklarasi Pengurus Ikatan Keluarga NTT Kaltim dan IPMA NTT Kaltim.
    Pada prinsipnya kami tidak setuju dengan adanya eksploitasi sumber daya alam NTT khususnya mineral (bahan tambang), hal tersebut tenttu sekali dengan dasar pertimbangan dan/atau alasan tertentu. Pada kenyataan, kami hidup di Kaltim yang merupakan wilayah yang memiliki sumber daya alam berlimpahruah,yg tidak bisa dibandingkan dengan NTT, kecuali batu (batu padas/untuk bahan bangunan)karena di Kaltim sulit menemukan batu seperti di NTT. Kami menyaksikan dan mengalami sendiri bahwa eksploitasi sumber daya alam yang ada di Kaltim yang kaya raya, ternyata sama sekali tidak memberikan kontribusi yg signifikan bagi pemerintah daerah (PAD) apalagi kepada rakyat Kaltim, pertanyaannya adalah, kemana semua kekayaan alam yg telah dikeruk?? Ternyata eksploitasi SDA termasuk tambang hanya mengenyangkan para pengusaha dan segelintir orang di daerah yakni pejabat, pengusaha lokal, preman. Sebaliknya rakyat hanya menerima akibat negatifnya karena kerusakan alam seperti banjir, ekosistem yang rusak, kegagalan panen, penyakit, pemanasan, longsor, konflik horisontal antar warga, kejahatan, dsb. Apalagi saat ini elsploitasi dilakukan secara masiv dan tidak terkontrol karena didukung oleh pemodal besar (investor yg pada umunya adalah investor asing) maupun pejabat serta preman. Hal ini jelas akan terjadi pada masyarakat dan wilayah NTT karena motif dan pola tersebut selalu sama berlaku disetiap wilayah yg dieksploitasi.
    Oleh karena latar belakang tersebut di atas dan fakta2 yang terjadi berkaitan dengan eksploitasi SDA khususnya pertambangan maka sikap kami tetap tegas, pertambangan di NTT belum saatnya. Mengatasi kemiskinan dapat dilakukan dengan pelestarian alam, pelestarian budaya dan berbagai kearifan lokal yang dapat menjadi sumber PAD, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehinga dapat bersaing dengan orang lain untuk membangun masa depan yg lebih baik. Menambang bukanlah solusi atas persoalan kemiskinan, justru akibatnya bisa terbalik, kita sedang menggali kuburan bagi kita dan anak cucu kita.
    Jangan kita tenggelam dalam kapitalisme, karena ketika kita mulai mengekploitasi SDA maka kita butuh modal, dan selanjutnya kita dikuasai pemodal, kapitalisme merajalela, rakyat hanya jadi penonton dan korban apalagi investornya asing. Mereka akan menguras habis SDA kita, dan meninggalkan kuburan bagi kita dan anak cucu kita, sementara SDA di negara mereka tidak terekploitasi. Setelah SDA kita habis, maka kita akan membeli dari mereka dengan harga yg mencekik, tetapi terpaksa kita beli karena kebutuhan, sementara milik kita sudah habis.

    Semoga pandangan dan suara hati serta harapan kami masyarakat Kaltim yang berasal dari NTT ini dapat didengar dan dipertimbangkan oleh berbagai pihak terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan, dan masyarakat NTT pada umumnya.

    Bersama IPMA NTT KALTIM kita wujudkan Pemuda dan Mahasiwa NTT Kaltim yg Unggul, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.

    Salam penuh cinta,

    Ttd.

    Pengurus.

    IKATAN PEMUDA MAHASISWA (IPMA) NTT KALTIM

    Desember 6, 2010 pada 10:39 pm

  22. Syaloom dan selamat Natal untuk semua saudaraku yang ada di Kalimantan Timur.

    Terima kasih banyak untuk ketegasannya berdiri pada kelompok tolak tambang.

    Tanpa tambang orang NTT tetap hidup dan berdiri sejajar dengan orang dari daerah lain.Ubi dan jagung sudah terbukti bisa melahirkan orang generasi NTT yang baik dan generasi cerdas-pandai.

    Baik tidak baik NTT lebih baik

    Salam dan do’a

    J.Agustinus

    J.Agustinus

    Desember 7, 2010 pada 12:16 pm

  23. SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA.
    TULISAN KAMI KALI INI MERUPAKAN SADURAN DARI KOMPAS, 15/12/2020, DENGAN JUDUL :

    FLORES, KELOKAN YANG TERLUPAKAN

    NAMA Pulau Flores berasal dari bahasa Portugis, ”Copa de Flores” yang berarti Tanjung Bunga. Nama ini secara resmi dipakai sejak tahun 1636 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer. Flores sendiri punya nama asli Nusa Nipa yang artinya Pulau Ular.

    Pulau yang memiliki luas sekitar 14.300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau ini dibagi menjadi delapan kabupaten. Kabupaten Flores Timur yang beribu kota di Larantuka ada di ujung timur, sementara Kabupaten Manggarai Barat dengan ibu kota Labuan Bajo ada di ujung barat.

    Flores memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Sejumlah gunung berapi aktif yang ada di pulau ini membuat wilayah ini cukup subur untuk lahan pertanian. Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende yang memiliki danau kawah tiga warna merupakan keajaiban alam tiada dua.

    Hamparan padang sabana di Nagekeo dan Ngada serta lembah pegunungan di Ruteng menghadirkan pemandangan alam yang memesona. Penemuan fosil manusia purba di Liang Bua yang berada di lembah pedalaman Ruteng semakin mengukuhkan Flores sebagai tempat kehidupan sejak ribuan tahun lalu.

    Suku bangsa di Flores merupakan perpaduan Melayu, Melanesia, dan Portugis. Perpaduan unik ini menghadirkan keberagaman karya seni dan budaya yang tercermin dari banyaknya tradisi dan upacara adat. Selain itu, salah satu kekayaan budaya Flores terlihat dari beraneka pola tenun ikat yang kini mulai dilirik dunia mode.

    Namun, di balik keelokannya, Pulau Flores senantiasa tenggelam dalam ketertinggalan. Lahirnya banyak tokoh cendekiawan dari Flores diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat kampung halaman mereka. Akhirnya, tak akan terdengar lagi kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan karena Flores kaya akan segalanya. (IWAN SETIYAWAN)

    SEMOGA BERMANFAAT,
    SALAM PENUH CINTA DARI KAMI
    IKATAN PEMUDA MAHASISWA NTT KALTIM.

    TTD

    ADMIN.

    IKATAN PEMUDA MAHASISWA (IPMA) NTT KALTIM

    Desember 15, 2010 pada 10:32 am

  24. Terima kasih banyak atas ide ini . saya yakin kita bisa menyumbangkan saran-saran kita demi kemajuan daerah kita . Mengenai tambang ,saya rasa itu hal yang perlu dipikirkan matang-matang oleh berbagai pihak , bukan cuma pemerintah saja . Kita semua yang sebagai warga yang peduli lingkungan perlu sama- sama menjaga itu . dari pada menambang batuan yang belum karuan hasilnya , lebih baik kita majukan pariwisata kita . Jangan hanya berlobma-lomba melamar jadi PNS , tapi coba gali potensi kita yang ada di NTT . pasti akan menghasilkan yang lebih . Pakai itu peluang yang sekarang lagi getol yaitu dengan slogan “komodo Warisan dunia “. pulau ini ternyata berada di daerah kita . coba buka peluang yang banyak untuk kunjungan ke sana .Yang menjadi kendala adalah mengapa komodo sangat kurang pengunjung dari dalam negri ?, sedangkan wisatawan dalam negri sangat berpeluang besar …. Di daerah lain wisatawan domestc sangat mendapat perhatian dari pemeerintah setempat , sedangkan di daerah NTT sendiri sangat jarang kunjungan . Coba pikirkan dan ambil jalan keluar untuk hal ini . Harga tiket pesawat yang terjangkau mungkin juga salah satu solusi ….. Terima kasih Semoga

    A. Suban Puka

    Desember 21, 2010 pada 7:55 pm

  25. Saya bangga jadi orang flores, saya sangat mencintai flores. Terus berbangga krn ada media yang terus mengeksplorasi tentang flores. Dengan komodo orang luar flores makin mengagumi flores, apalagi kalo sampe jadi 7 keajaiban dunia. Sy terus mengikuti perkembangan flores, dan yah labuan baju dan ende makin maju secara pembagunan prasarana pariwisata. Tapi ingat flores sangat tidak cocok dengan tambang, jangan terpengaruh dengan rayuan para investor tambang. Kasihan anak cucu kita nanti. Flores hanya cocok untuk investasi pariwisata, agraris dan peternakan. Jagalah flores dari campur tangan berlebihan orang luaran flores karena belum tentu hati mereka tulus. Salam flores pos, i love you all

    Jerro

    Februari 19, 2011 pada 2:02 pm

  26. salam flobamora..
    sedikit saran buat flores pos,dengan melihat kekurangan lapangan kerja yang ada di flores.sebaiknya flores pos juga menampilkan atau melampirkan lowongan kerja yang ada di flores.sehingga semua masyarakat flores mengetahui ada lowongan kerja.

    silvario

    April 18, 2011 pada 7:53 pm

  27. MARI KITA SATUKAN TEKAT,UNTUK MENYALURKAN ASPIRASI YANG SIFATNYA MEMBANGUN DAN MENCARI SOLUSI MENGENAI BERBAGAI KONFLIK PERTANAHAN DI TANAH MANGGARAI YANG TEERCINTA,NEMPUNG CAMA EME MANGA CALANG,LONTO CAMA PADIR WAI,RENTUK SAI NUK PEDE DISE EMPO PORONG SAUNG BEMBANG NGGRETA WAKE CALER NGGRAWA HUKUM ADAT YANG PALING PAS TQ

    ALEKSIUS S

    Mei 7, 2011 pada 3:48 pm

  28. Tabe Ase ka’e do lawa Manggarai

    Berbicara tentang konflik antar masyarakat di Manggarai yang berawal pada masalah tanah dan berujung pada pertumpahan darah sesama saudara sangat memiris hati.Bagi siapa saja yang menyaksikan ataupun mendengar peristiwa perang tanding di Manggara tana kuni agu kalo pasti akan menangis. Entah tangis yang menitikkan air mata atau hanya sekedar air mata menggelantung pada pelupuk mata yang menggambarkan kedalaman rasa, yang pasti menangis. Pertanyaan kemudian,” Apakah semua bentuk tangisan itu berujung pada sebuah tindakan solutif agar ke depan peristiwa pelecehan terhadap kemanusiaan ini tak terulang ?” Ataukah selama ini kita hanya menangis dan menangis sebagai sebuah pertanda kekanak-kanakan yang identik dengan cengeng ? Atau mungkin solusi yang pernah ditawarkan menggantung di atas ketidak mampuan kita menggali akar masalah ? Kasus tanah di Manggarai- tana kuni agu kalo hanya dapat diselesaikan oleh kita orang Manggarai dan dengan cara Manggarai. Hal yang paling mendesak untuk dilakukan adalah ” Membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Adat Manggarai ” yang bertujuan menghidupkan kembali hukum adat Manggarai.Lembaga dibentuk karena bagi saya adanya kejadian perang tanding di Manggarai karena telah terjadi krisis Kepemimpinan Adat di Manggarai. Sudah tidak ada yang betul-betul disebut ATA TU’A. Ata tu’a bermakna memiliki kelapangan hati dan keluasan berpikir serta ketegasn dalam bertindak. Ata tu’a berarti ” NGENGGE NUK LEWE NAI ”

    Oleh : J.Agustinus

    J.Agustinus

    Mei 12, 2011 pada 2:56 pm

  29. Dear flores pos
    Saya mengetahui banyak tentang anda, perangai anda sebagai pengekspose segala bentuk berita yang aktual dan relieble. Saya sebagai pembaca setia yg berada diluar Flores sangat mengharapkan lebih banyak mengekspose tentang kepariwisataan yg ada di Flores, Komodo contohnya. Sebagai tempat berpredikat new seven wonder dan tentunya sangat dikenal oleh masyrakat dunia, saya melihat kurangnya respons pemerintah dlam hal ini pembangunan di Labuan bajo sebagai gerbang menuju pulau komodo. Contoh kecil saja begitu banyak jalan dikota Labuan bajo yang sangat memperihatinkan, trotoar yang tidak teratur, masih banyak berlubang sana sini, bisa dibayangkan seandainya wisatawan yang mempunyai bayi dan kreta dorong bayi ingin menikmati kota Labuan bajo tentunya mereka merasah tidak nyaman, bahkan tidak bisa sama sekali. Itu saja masukan dari saya semoga bermanfaat dan dapat dilanjuti. Trimakasih.

    Oleh : Dion Rongga

    Dion rongga

    Januari 12, 2012 pada 11:00 am


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.