Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)-Bandung melakukan kunjungan ke Ende, Jumat (4/9/2009). Di Ende, tim LIPI ini membahas potensi alam di kabupaten yang bakal digunakan sebagai energi alternatif tenaga listrik.
Kedatangan tiga orang tim LIPI, masing-masing Sigit Prakoso sebagai ketua tim efisiensi pemakaian BBM, Ir. Erwin Santoso, dan Dr. Ir. Yoyon Ahmudiarto, diterima Wakil Bupati Ende, Drs. Achmad Mochdar di ruang kerjanya. Manajer PT PLN Cabang Flores Bagian Barat, Marjon Sinaga, dikonfirmasi melalui Asisten Manajer SDM dan Administrasi, Simi Lapabesi, di ruang kerjanya, Senin (7/9/2009), mengatakan, kedatangan tim LIPI itu untuk menjelaskan tentang keberadaan potensi alam di Kabupaten Ende yang bisa digunakan sebagai energi alternatif pembangkit tenaga listrik seperti matahari, angin, uap, air, dan biogas.
Lapabesi mengatakan, Kabupaten Ende memiliki potensi alam yang melimpah, seperti air, matahari, angin maupun biogas. Potensi tersebut tentu akan bermanfaat apabila dikelola secara baik sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.
Untuk merealisasikan potensi alam menjadi sumber pembangkit listrik di Kabupaten Ende, jelas Lapabesi, maka tim LIPI berharap ada kerja sama dengan pemkab setempat sebagai langkah lanjutan untuk mengatasi permasalahan kelistrikan di kabupaten ini, baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.
Tim LIPI juga meminta dukungan data kelistrikan berupa data pembangkit listrik tenaga surya yang ada di Kabupaten Ende, baik yang telah teralokasi dan yang masih membutuhkan, potensi tenaga air, tenaga uap maupun kondisi ekonomi serta masyarakat Kabupaten Ende.
Saat bertemu tim dari LIPI, kata Lapabesi, Wakil Bupati Ende, Drs. Achmad Mochdar, mempresentasikan tentang kondisi kelistrikan di Kabupaten Ende yang masih didominasi BBM yang didatangkan dari daerah lain oleh Pertamina untuk bahan bakar PLTD yang dikelola PT PLN Cabang Flores Bagian Barat dengan pemanfatan energi 24.923.954 Kwh dengan 23.275 pelanggan.
Dikatakannya, saat ini Kabupaten Ende telah dikembangkan energi alternatif listrik, namun jumlahnya belum memadai. Sedangkan pembangkit listrik tenaga angin terdapat di Kecamatan Detukeli, tenaga air terdapat di Desa Detubela, Kecamatan Weweria. Untuk pembangkit listrik tenaga air di Desa Ndungga, Kecamatan Ende memasuki tahap pekerjaan konstruksi oleh PT PLN Cabang Flores Bagian Barat. Potensi tenaga air terdapat di Desa Detukeli dan Wolomuku Kecamatan Detukeli, serta di Desa Kebirangga Selatan Kecamatan Maukaro.
Potensi lain yang dimiliki Kabupaten Ende berupa tenaga uap yang kini tengah proses pengerjaan, yakni PLTU Ropa di Kecamatan Maurole, serta pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sokoria, Kecamatan Ndona Timur yang saat ini sedang proses pelelangan.
Wabup Ende, Achmad Mochdar, berharap potensi sumber daya energi kelistrikan yang dimiliki Kabupaten Ende dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan meluncurkan program pembebasan biaya bagi ibu yang melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit umum daerah di semua kabupaten/kota di provinsi tersebut. “Program kesehatan gratis ini rencananya mulai diluncurkan 2011 di semua Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD di tingkat Kabupaten/kota se-NTT,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Barthol Badar, di Kupang, Jumat.
Menurut Barthol, program bebas biaya bagi ibu melahirkan ini tengah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tingkat provinsi untuk selanjutnya dibahas DPRD untuk alokasi anggaran. Karena itu, porsi anggaran untuk biaya melahirkan bagi ibu-ibu belum bisa ditetapkan besarannya.
Gubernur Frans Lebu Raya jauh-jauh hari sudah meminta semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di tingkat kabupaten/kota se-NTT mendukung program ini. Gubernur Lebu Raya mengatakan, seluruh pejabat pemerintahan harus memberikan perhatian pada masalah kesehatan masyarakat dengan fokus sejak ibu melahirkan. Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat terutama warga yang karena alasan biaya masih enggan melahirkan di Puskesmas dan rumah sakit. Selain mendukung program kesehatan, para pejabat di semua SKPD juga harus mendukung program peningkatan ekonomi terpadu hingga ke tingkat desa/kelurahan yang menjadikan kaum perempuan sebagai sasaran pemberdayaan agar keluar dari kungkungan kemiskinan.
Program pemerintah yang membantu kaum perempuan dan anak di NTT dalam bentuk lain juga dilaksanakan di sejumlah daerah. Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores bagian tengah dan Kota Kupang misalnya, telah menggratiskan pengurusan akte kelahiran.
ENDE KEMBANGKAN ENERGI ALTERNATIF
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)-Bandung melakukan kunjungan ke Ende, Jumat (4/9/2009). Di Ende, tim LIPI ini membahas potensi alam di kabupaten yang bakal digunakan sebagai energi alternatif tenaga listrik.
Kedatangan tiga orang tim LIPI, masing-masing Sigit Prakoso sebagai ketua tim efisiensi pemakaian BBM, Ir. Erwin Santoso, dan Dr. Ir. Yoyon Ahmudiarto, diterima Wakil Bupati Ende, Drs. Achmad Mochdar di ruang kerjanya. Manajer PT PLN Cabang Flores Bagian Barat, Marjon Sinaga, dikonfirmasi melalui Asisten Manajer SDM dan Administrasi, Simi Lapabesi, di ruang kerjanya, Senin (7/9/2009), mengatakan, kedatangan tim LIPI itu untuk menjelaskan tentang keberadaan potensi alam di Kabupaten Ende yang bisa digunakan sebagai energi alternatif pembangkit tenaga listrik seperti matahari, angin, uap, air, dan biogas.
Lapabesi mengatakan, Kabupaten Ende memiliki potensi alam yang melimpah, seperti air, matahari, angin maupun biogas. Potensi tersebut tentu akan bermanfaat apabila dikelola secara baik sebagai sumber tenaga pembangkit listrik.
Untuk merealisasikan potensi alam menjadi sumber pembangkit listrik di Kabupaten Ende, jelas Lapabesi, maka tim LIPI berharap ada kerja sama dengan pemkab setempat sebagai langkah lanjutan untuk mengatasi permasalahan kelistrikan di kabupaten ini, baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.
Tim LIPI juga meminta dukungan data kelistrikan berupa data pembangkit listrik tenaga surya yang ada di Kabupaten Ende, baik yang telah teralokasi dan yang masih membutuhkan, potensi tenaga air, tenaga uap maupun kondisi ekonomi serta masyarakat Kabupaten Ende.
Saat bertemu tim dari LIPI, kata Lapabesi, Wakil Bupati Ende, Drs. Achmad Mochdar, mempresentasikan tentang kondisi kelistrikan di Kabupaten Ende yang masih didominasi BBM yang didatangkan dari daerah lain oleh Pertamina untuk bahan bakar PLTD yang dikelola PT PLN Cabang Flores Bagian Barat dengan pemanfatan energi 24.923.954 Kwh dengan 23.275 pelanggan.
Dikatakannya, saat ini Kabupaten Ende telah dikembangkan energi alternatif listrik, namun jumlahnya belum memadai. Sedangkan pembangkit listrik tenaga angin terdapat di Kecamatan Detukeli, tenaga air terdapat di Desa Detubela, Kecamatan Weweria. Untuk pembangkit listrik tenaga air di Desa Ndungga, Kecamatan Ende memasuki tahap pekerjaan konstruksi oleh PT PLN Cabang Flores Bagian Barat. Potensi tenaga air terdapat di Desa Detukeli dan Wolomuku Kecamatan Detukeli, serta di Desa Kebirangga Selatan Kecamatan Maukaro.
Potensi lain yang dimiliki Kabupaten Ende berupa tenaga uap yang kini tengah proses pengerjaan, yakni PLTU Ropa di Kecamatan Maurole, serta pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sokoria, Kecamatan Ndona Timur yang saat ini sedang proses pelelangan.
Wabup Ende, Achmad Mochdar, berharap potensi sumber daya energi kelistrikan yang dimiliki Kabupaten Ende dapat dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.
http://www.ende-islam.co.id
Hasyim
Oktober 15, 2009 pada 3:46 pm
GRATIS MELAHIRKAN
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan meluncurkan program pembebasan biaya bagi ibu yang melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit umum daerah di semua kabupaten/kota di provinsi tersebut. “Program kesehatan gratis ini rencananya mulai diluncurkan 2011 di semua Puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD di tingkat Kabupaten/kota se-NTT,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Barthol Badar, di Kupang, Jumat.
Menurut Barthol, program bebas biaya bagi ibu melahirkan ini tengah dibahas dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) tingkat provinsi untuk selanjutnya dibahas DPRD untuk alokasi anggaran. Karena itu, porsi anggaran untuk biaya melahirkan bagi ibu-ibu belum bisa ditetapkan besarannya.
Gubernur Frans Lebu Raya jauh-jauh hari sudah meminta semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di tingkat kabupaten/kota se-NTT mendukung program ini. Gubernur Lebu Raya mengatakan, seluruh pejabat pemerintahan harus memberikan perhatian pada masalah kesehatan masyarakat dengan fokus sejak ibu melahirkan. Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat terutama warga yang karena alasan biaya masih enggan melahirkan di Puskesmas dan rumah sakit. Selain mendukung program kesehatan, para pejabat di semua SKPD juga harus mendukung program peningkatan ekonomi terpadu hingga ke tingkat desa/kelurahan yang menjadikan kaum perempuan sebagai sasaran pemberdayaan agar keluar dari kungkungan kemiskinan.
Program pemerintah yang membantu kaum perempuan dan anak di NTT dalam bentuk lain juga dilaksanakan di sejumlah daerah. Pemerintah Kabupaten Sikka, Flores bagian tengah dan Kota Kupang misalnya, telah menggratiskan pengurusan akte kelahiran.
Nusa Tenggara Timur
April 24, 2010 pada 8:51 am