Berne (ANTARA News) – Rentetan prestasi bagi pemain sekelas “playmaker” AC Milan Kaka memberi pelajaran bahwa tidak ada guna bicara yang serba membubung ke langit, karena masa depan yang sarat tantangan justru memerlukan “yang konkret-konkret” saja.
Publik pecinta sepakbola dunia tidak dapat menutup mata dengan segudang sukses yang diraih pemain asal Brazil itu. Prestasi – bukan debat tidak berkesudahan – jadi mata uang yang berlaku di mana-mana, bahkan di masa depan.
Kaka telah menunjukkan kepada publik bahwa dunia tidak cukup dibangun dengan indahnya wacana, panjangnya diskusi, tetapi oleh kerja keras dan kerja cerdas.
Kaka menginspirasikan kemenangan Milan atas klub tersohor Amerika Selatan Boca Juniors dengan skor 4-2 di Jepang pada Minggu. Kemenangan itu membaptis Milan menjadi salah satu klub sepakbola yang terpandang di planet bumi ini.
Pemain Brazil berusia 25 tahun itu sontak memikat perhatian para petinggi badan sepakbola dunia (FIFA) dan menembus masuk dalam daftar nominasi pemain terbaik dunia.
Kaka menghadapi sejumlah pesaing, antara lain pemain Manchester United asal Portugal Cristiano Ronaldo dan striker Barcelona asal Argentina Lionel Messi.
Awal Desember ini, Kaka menyabet penghargaan prestisius dari majalah sepakbola Prancis (Ballon d`Or) sebagai pemain terbaik. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik tahunan dari majalah sepakbola Inggris World Soccer.
Kaka berperan ketika AC Milan menang dalam final Liga Champions musim kompetisi lalu. Ia juga menjadi pemain pertama yang memenangi dua kejuaraan sepakbola akbar yakni Liga Champions dan Piala FIFA dalam satu tahun kalender musim kompetisi, demikian Reuters.(*)
SIAPA CALON PEMAIN TERBAIK EROPA DAN DUNIA TAHUN 2008?
PILIH SALAH SATU PEMAIN DIBAWAH INI:
1. CRISTIANO RONALDO ( PORTUGAL / MAN UTD )
2. LIONEL MESSI ( ARGENTINA / BARCELONA )
3. MICHAEL BALLACK ( GERMANY / CHELSEA )
4. FERNANDO TORRES ( SPAIN / LIVERPOOL )
5. IKER CASSILAS ( SPAIN / REAL MADRID )
6. DIDIER DROGBA ( IVORY COAST / CHELSEA )
7. FRANK LAMPARD ( ENGLAND / CHELSEA )
8. MIROSLAV KLOSE ( GERMANY / BAYER MUNICH )
9. RUUD VAN NISTELROOY ( NETHERLANDS / REAL MADRID )
10. ZLATAN IBRAHIMOVIC ( SWEDEN / INTER MILAN )
11. FRANCESCO TOTTI ( ITALY / AS ROMA )
12. RICARDO KAKA’ ( BRAZIL / AC MILAN )
13. ROBINHO ( BRAZIL / REAL MADRID )
14. WAINEY ROONEY ( ENGLAND / MAN UTD )
15. WEST SCHNEIDER ( NETHERLANDS / REAL MADRID )
AC Milan kembali mengejar Ronaldinho. Bahkan, klub berjuluk I Rossoneri itu dikabarkan semakin dekat untuk menandatangani kontrak pemain Barcelona asal Brasil itu. Apalagi, harga Ronaldinho semakin turun dan diperkirakan berkisar 15 juta euro (sekitar Rp216,8 miliar).
Menurut harian olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, sudah mencapai kesepakatan dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta. Ronaldinho sendiri akan dikontrak selama dua tahun dan setiap tahun nilai kontraknya sebesar 6,5 juta euro (sekitar Rp93,9 miliar).
Jika ini tercapai bakal menjadi berita besar buat Milan, setelah terluka karena gagal tampil di Liga Champions musim depan. Maka, Milan berusaha mendatangkan beberapa pemain berkualitas untuk bisa bersaing di Liga Serie-A musim depan, sekaligus bisa kembali bermain di Liga Champions.
Milan harus bersusah-payah mendapatkan Ronaldinho. Sebelumnya, Dinho dipatok Barclona dengan harga 35 juta euro (sekitar 505,9 miliar). Harga itu dinilai Milan terlalu tinggi, sehingga I Rossoneri mundur teratur. Namun, perkembangan terbaru membuat Milan kembali bergairah. Ternyata, El Barca bersedia menurunkan harganya, bahkan sampai separo lebih.
Pelatih Milan, Carlo Ancelotti, sejak lama mengagumi Ronaldinho. Dia ingin memasangnya bersama Kaka dan Alexander Pato. Sejauh ini, Milan sudah membeli Gianluca Zambrotta, Mathieu Flamini, dan Marco Borriello.
Ronaldinho: Match City or lose me!
14.7 || webmaster
Football Italia
The Ronaldinho saga is intensifying with news that if Milan don’t match Manchester City’s offer within 48 hours, he’ll go to Eastlands.
City have long made their interest in the Barcelona outcast clear, but he has always maintained he will only leave the Nou Camp for a switch to San Siro.
This morning reports in Spain, Italy and Brazil were buzzing that a move to Milan would be completed in the next 48 hours when he refuses to attend pre-season training.
However, Barca still have a trick up their sleeve and so does Dinho. It is now reported on Televisio de Catalunya that Manchester City are being used as a bargaining tool to rush the Rossoneri.
If Milan do not match City’s £26m offer within the next 48 hours, Ronaldinho’s agent will accept the transfer to the Premier League.
Secretly the Brazilian is hoping it doesn’t come to this, as he is willing to take a pay cut for the Diavolo, but it is the only way to force them into completing the deal with Barcelona.
The reports suggest Barca are pushing Ronaldinho towards Manchester, where they would be able to cash in on the player far more than Milan’s £11m bid.
He is currently training in Porto Alegre and is furious with Barcelona for vetoing his call-up to the Beijing Olympics.
Komentar Kaka’: Dinho Akan Beri Milan Banyak Gelar
Meski banyak dikritik karena performa yang menurun dan bobot yang berlebih, Ronaldinho diyakini masih bisa berbuat banyak untuk AC Milan. Gelar demi gelar pun akan bisa kembali didapat Rossoneri.
Setelah proses perburuan tang berlangsung cukup panjang, Milan akhirnya bisa memboyong Ronaldinho ke Giuseppe Meazza. Untuk mendapatkan mantan pemain terbaik dunia itu, Rossoneri harus merogoh kocek 21 juta euro.
Sukses tersebut juga dibarengi pertanyaan soal penampilan Dinho mengingat musim lalu dia tampil jauh di bawah standar bersama Barcelona. Apalagi bobot tubuh pesepakbola 28 tahun itu mulai tak proporsional lagi, dengan perut buncit dan lemak yang terlihat di sana-sini.
Meski begitu, banyak pihak yang masih yakin kalau Dinho bakal menemukan kembali kehebatannya bersama Milan. Salah satunya adalah Kaka, kompatriot Dinho yang lebih dulu merumput dan bersinar bersama Diavolo Rosso.
“Saya sangat gembira dengan kedatangan Ronaldinho karena dia memiliki banyak kualitas dan skill untuk Milan. Itu akan membantu kami memenangi banyak titel,” ungkap Kaka seperti diberitakan Goal.
Akankah Dinho memberi gelar pada Milan di musim pertamanya itu masih belum bisa dipastikan. Namun keberadaan mantan pemain PSG itu di skuad Carlo Ancelotti dipastikan membuat lini depan milan makin berbahaya, terlebih jika diduetkan dengan Kaka mengingat keduanya kerap bermain bersama di skuad Brasil.
Meski begitu Milanisti harus bersabar menunggu hingga bulan September untuk melihat aksi Dinho dalam seragam Milan. Bersama Pato, Dinho dipastikan akan berlaga di Olimpiade 2008 mendatang.
Menjelang bergulirnya Serie A musim 2008/09 pada tanggal 31 Agustus mendatang, I Rossoneri (julukan AC Milan) sudah menunjukan taringnya dengan merebut gelar Trofeo Tim dengan sukses mengalahkan Juventus dan Internazionale Milan.
Pertandingan pertama melawan Juventus yang berlangsung cukup ketat dimenangkan oleh Milan melalui drama adu penalti setelah bermain seri 2-2 selama 45 menit. Milan unggul lebih dulu 1-0 melalui gol pemain Belanda Clarence Seedorf pada menit ke-8 dan satu menit kemudian disamakan oleh Juventus melalui gol David Trezequet pada menit ke-9. Juventus berbalik unggul melalui gol Marchioni pada menit ke-12. Milan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui gol yang diciptakan oleh Clarence Seedorf. Adu penalti dilakukan dan berkesudahan dengan skor 6-4 untuk Milan.
Partai kedua melawan Inter merupakan duel yang ditunggu-tunggu. Pertandingan 45 menit ini berjalan dengan alot yang berakhir dengan imbang tanpa gol 0-0. Penentuan dilakukan melalui adu penalti dan Milan sukses megalahkan Inter dengan skor 4-3.
Partai Juventus dan Inter sendiri berakhir dengan kemenangan untuk Juventus 1-0 melalui gol tunggal Vincenzo Iaquinta pada menit ke-27.
Sukses Milan ini memenangkan Trofeo Tim untuk kedelapan kalinya dan pelatih Carlo Ancelotti mengatakan yakin Milan akan menjadi tim yang hebat.
AC Milan Tekuk Juventus 4-1 dan Rebut Trofeo Berlusconi
Milan – AC Milan menunjukkan performa terbaiknya setelah menaklukkan Juventus 4-1. Massimo Ambrosini menjadi bintang Milan guna merebut Trofeo Berlusconi.
Performa Milan menghadapi musim baru ini memang sempat diragukan. Namun skuad Carlo Ancelotti ini membuktikan kesiapannya dengan mengatasi Juve dan menggondol tropi Luigi Berlusconi di San Siro, Senin (18/8/2008) dinihari WIB.
Pada pertandingan tersebut kedua tim sempat sama-sama menyerang di awal. Juve yang tidak diperkuat kiper utamanya Gianluigi Buffon, sempat menekan lewat Zdenek Grygera tapi tendangan hanya melintas di mulut gawang.
Marek Jankulovski sempat membuka peluang bagi Milan namun belum menghasilkan gol. Akhirnya usaha Jankulovski di menit ke-21, melalui tendangan kaki kirinya dari sayap kiri, tidak dapat diantisipasi Antonio Chimenti dan membuat Milan unggul.
Hanya berselang empat menit, Ambrosini sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Berawal dari aksi Clarence Seedorf melewati Grygera dan mencungkil bola crossing sebelum diselesaikan oleh Ambrosini dengan sundulan kepalanya.
Juventus juga sempat mencoba membalas lewat usaha Cristian Molinaro, Nicola Legrottaglie dan Allesandro Del Piero namun tetap tidak menghasilkan gol. Pertandingan babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 22.
Di babak kedua, Filippo Inzaghi masuk dari bangku cadangan. Masuknya striker veteran Milan ini mampu membawa serangan yang cukup seru bagi Milan. Pada menit ke-52 Inzaghi membuat Milan semakin unggul 3-0.
Juventus sempat memperkecil kekalahan menjadi 1-3 lewat gol Christian Pasquato di menit 70. Namun Milan mampu menambah satu gol lagi kembali lewat Ambrosini memanfaatkan serangan balik yang cepat oleh Inzaghi di menit ke-79.
I Rossoneri akhirnya menyabet tropi tersebut dan sekaligus memuaskan para pendukungnya. Sementara pelatih Juve Claudio Ranieri tampaknya masih harus membenahi skuadnya sebelum tampil di musim Seri A 2008/2009.
The Milan derby is a hotly contested local derby and is one of the most followed derbies in the football world. It is called “Derby della Madonnina” in honour of one of the main sights of the city of Milan, the statue of the virgin Mary on the top of the Duomo, which is usually called “Madonnina”
Supporter said : Milanisti Vs Interisti
This night will still go down in Portsmouth legend and when the tale is told there should be glowing pride to accompany the rueful looks. The team, after all, not only led until stoppage time in this Uefa Cup group fixture but deserved to do so. It was, indeed, their achievement to provoke Milan into the fine play with which they redeemed themselves after being 2-0 down.
Six minutes from the end the substitute Ronaldinho converted a superb free-kick, dubiously awarded though it had been. Portsmouth still looked capable of protecting the reduced lead. Filippo Inzaghi, who had clipped the woodwork on three occasions, needed to be devastatingly accurate in the second of the three minutes of added time to dash those hopes. He tamed a Gianluca Zambrotta cross with an exquisite touch and directed a finish low past David James.
In driving themselves to a remarkable performance for much of the night Portsmouth ultimately called forth the best from a club that has had seven European Cup triumphs. Tony Adams’ side achieved all that despite having only six substitutes instead of the seven allowed. Moreover, the manager was without some of his most influential footballers because of the injuries to Sol Campbell, Lassana Diarra and Jermain Defoe.
This fixture may have seemed beyond the imaginings of Portsmouth fans, yet the truth is that all supporters dream of occasions of this distinction. For all their volume, they might have fallen mute if they had paused to consider the sheer improbability of the events taking place.
Nwankwo Kanu, for instance, was making his first start of the season, yet he was still going strongly enough to touch in Portsmouth’s second in the 73rd minute. His provider was the excellent full-back Glen Johnson, who had also been the key to the opener after 62 minutes. A free-kick from the right was not cleared properly and Kanu recovered possession before finding Johnson. The full-back’s delivery was pinpoint accurate and Kaboul leapt to head past Dida.
It is those incidents, along with other incisive episodes, that will hearten the manager Tony Adams. “It was a really great display,” he said. “I’m very proud of them. They are a little bit disappointed but I am not.”
Carlo Ancelotti, the Milan coach, made no bones about the alarm the opposition had caused, particularly after the interval. This was not exactly his ideal line-up but well-known names such as Kaka did participate from the start. Andriy Shevchenko was also among them but Ancelotti had to fend off critical comments from the Italian press about his showing.
Back in England and experiencing scorn, Shevchenko must have felt as if he was still at Chelsea. Milan, to take a practical view, have seven points in the group. Portsmouth, already beaten in Braga, risk not being among the three clubs who qualify. Of course, this game, with its glamorous visitors, was not really about anything so prosaic.
It is the essence of Portsmouth to compete strongly with better-equipped rivals. The side indeed is adept enough at that task to be holders of the FA Cup. Having come up with a victory away to Manchester United in the quarter-finals in that competition, there was no dread about meeting Milan at Fratton Park.
Portsmouth had an endearing emphasis on old-fashioned width, with crosses aimed as often as possible for Kanu and Peter Crouch. There was, all the same, far more expectation than fulfilment before the interval. When Crouch, for instance, looked as if he might head a delivery from Johnson down to Kanu in the goalmouth, the trajectory of the ball, skidding off a wet surface, meant that he could not connect properly.
While Milan did come closer it was not because of the wiles of virtuosos. Inzaghi’s first opportunity, in the ninth minute, came to him because Shevchenko’s free-kick had broken off the defensive wall and the forward then dragged his finish against the far post.
It was not a cunning cameo that lay at the heart of a Milan opening after 26 minutes. Gennaro Gattuso’s through- pass reached Inzaghi with the aid of a deflection from the centre-half Kaboul. The striker grazed the bar with his shot.
Despite all the speculation beforehand about how Milan might feel claustrophobic in Fratton Park’s diminutive dressing rooms, those are not the club’s real anxieties. They won the most recent of their seven European Cups, in 2007, with an elderly line-up and they are now attempting to revitalise themselves. Milan did recover here, but purely in a fashion that underlined how more progress is needed under Ancelotti.
Pippo is european goal king
AC Milan nyaris menelan kekalahan saat bertandang ke Portsmouth. Sempat tertinggal dua gol, Rossoneri menyelesaikan laga dengan skor 2-2 lewat gol telat Filippo Inzaghi.
Meski cuma mendapat tambahan satu poin, posisi Milan di pucuk klasemen Grup E belum berubah. Rossoneri kini punya koleksi tujuh angka setelah di dua laga sebelumnya menghadapi Heereven dan Braga berakhir dengan kemenangan.
Milan bahkan bisa memastikan lolos ke babak selanjutnya jika Wolfsburg bisa menundukkan Braga, kedua kesebelasan masih bertanding saat berita ini diturunkan..
Sementara buat Pompey hasil ini gagal mengangkat mereka dari posisi empat klasemen. Skuad besutan Tony Adams belum meraih satu poin pun setelah pada laga pertama dihempaskan Braga 0-3
Jalannya Pertandingan
Di Fratton Park, Jumat (28/11/2008) dinihari WIB, Milan sesungguhnya lebih dulu memiliki peluang di menit 11 melalui Filippo Inzaghi. Namun tendangan Pippo yang gagal diantisipasi David James masih membentur mistar, sebelum Flamini sempat mencocornya, James bereaksi lebih cepat menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Lima menit berselang gantian tuan rumah yang menebar ancaman. Kali ini melalui kerjasama Nwanko Kanu dengan Peter Crouch. Tapi gol juga tak tercipta dari prosesi ini karena tendangan voli sang striker Inggris tepat mengarah ke pelukan Dida.
Untuk kali kedua di paruh pertama, bola yang disepak Inzaghi membentur mistar. Insiden di menit 26 ini terjadi saat striker kurus itu mencoba memperdaya James dengan mencungkil bola saat tinggal berhadapan satu lawan satu.
Di awal babak kedua gantian tuan rumah yang lebih dulu menciptakan peluang. Kali ini gantian Kanu yang gagal memanfaatkan umpan Crouch, bola yang diarahkan striker Nigeria itu cuma membentur sisi luar gawang Dida.
Memasuki menit 62 publik Fratton Park bergemuruh setelah Younes Kaboul menyarangkan bola ke gawang Milan. Diawali tendangan bebas yang kemudian melahirkan kemelut di muka gawang Dida, tandukan Kaboul meneruskan crossing Glen Johnson tak kuasa dihalau Dida.
Carlo Ancelotti langsung bereaksi atas gol tersebut dengan menarik keluar Andriy Shevchenko dan Kaka serta memasukkan duet Ronaldinho-Alexandre Pato. Tapi gawang Milan justru kembali kebobolan di menit 73.
Memanfaatkan kerja keras Johnson yang melakukan penetrasi di barisan pertahanan Milan, umpan bek Inggris itu dengan mudah diteruskan menjadi gol oleh Kanu.
Milan baru bisa memperkecil kedudukan saat laga tersisa enam menit. Adalah Ronaldinho yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menghidupkan kembali harapan timnya setelah eksekusi tendangan bebasnya tak bisa diantisipasi James dengan baik.
Harapan Portsmouth untuk meraih tiga poin bersejarah dari Milan akhirnya pupus di masa injury time. Saat menit pertandingan menunjuk angka 92, Pippo mencetak gol kedua Milan menyambut umpan terobosan Gianluca Zambrotta yang memastikan tim tamu pulang dengan satu angka dikantongi.
Akhir pekan ini, Paolo Maldini akan mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola. Selama 25 tahun berkarir, banyak kesan yang ditinggalkan oleh pemain berjuluk La Bandiera della Milan ini. Seperti apa Maldini di mata orang-orang yang pernah mengenalnya?
Laga AC Milan melawan AS Roma akhir pekan ini akan menjadi saat-saat yang emosional bagi Maldini. Pemain yang kini berusia 40 tahun tersebut akan menjadikan laga ini sebagai moment untuk berpamitan. Ya, La Bandiera della Milan akan pensiun.
Sebagai pemain yang lama berkiprah, banyak kesan yang sudah ditinggalkan putra pelatih Cesare Maldini ini. Berikut beberapa petikannya seperti disarikan dari Channel4, YahooSports, dan situs resmi AC Milan.
“Maldini adalah pemain yang luar biasa. Akhir pekan ini, sepak bola Italia dengan hati berat harus melepas sang legenda sejati. Ia adalah pemain yang ajaib dan berhak untuk mendapat gelar Ballon d’Or. Seandainya saya bisa, saya akan memberikannya satu,” Giuseppe Signori mantan rekan Maldini di tim nasional Italia periode 1990-an.
“Maldini adalah wajah Milan. Paolo adalah legenda hidup, sebuah kisah yang unik. Di sepanjang karirnya, Paolo telah melakoni peran utama, dengan talentanya, kepribadian, serta pandangannya kepada sepak bola, ia menunjukkan etos kerja keras dan dedikasi penuh,” Leonardo Nascimento, direktur teknik Milan, mantan pemain Rossoneri periode 1997-2001.
“Saya sungguh beruntung bisa mengenalnya dan tumbuh bersamanya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ketika itu, kami bersama-sama naik bis untuk latihan dari Piazzale Lotto, tempat di mana kami belajar,” Stefano Nava pemain Milan periode 1990-91 dan 1992-95.
“Hal yang membuat saya berkesan adalah kepribadiannya. Saya memang jarang tampil untuk Milan, namun Maldini selalu menjadi orang pertama yang menyapa dan mengajak saya bicara,” Alessandro Melli, memperkuat Milan di tahun 1995, hanya tampil enam kali bersama Il Diavolo Rosso dan hanya kurang dari setengah tahun berada di Milan.
“Maldini lebih hebat daripada Franco Baresi. Ia adalah nomor satu yang ada dia antara pemain-pemain hebat dan pemain kelas dunia. Paolo adalah contoh yang sempurna,” Alessandro Del Piero, kapten Juventus.
Selamat bergabung dengan pendukung AC Milan – Indonesia
hasyimibrahim
Juli 9, 2008 at 4:43 pm
hello milanmania…
Semoga tahun ini AC Milan mampu meraih scudetto dan piala UEFA..
forza Milan…
Ende – Milanmania
nusantara33
Juli 10, 2008 at 1:11 pm
Kaka Pemain Terbaik Dunia 2007
Berne (ANTARA News) – Rentetan prestasi bagi pemain sekelas “playmaker” AC Milan Kaka memberi pelajaran bahwa tidak ada guna bicara yang serba membubung ke langit, karena masa depan yang sarat tantangan justru memerlukan “yang konkret-konkret” saja.
Publik pecinta sepakbola dunia tidak dapat menutup mata dengan segudang sukses yang diraih pemain asal Brazil itu. Prestasi – bukan debat tidak berkesudahan – jadi mata uang yang berlaku di mana-mana, bahkan di masa depan.
Kaka telah menunjukkan kepada publik bahwa dunia tidak cukup dibangun dengan indahnya wacana, panjangnya diskusi, tetapi oleh kerja keras dan kerja cerdas.
Kaka menginspirasikan kemenangan Milan atas klub tersohor Amerika Selatan Boca Juniors dengan skor 4-2 di Jepang pada Minggu. Kemenangan itu membaptis Milan menjadi salah satu klub sepakbola yang terpandang di planet bumi ini.
Pemain Brazil berusia 25 tahun itu sontak memikat perhatian para petinggi badan sepakbola dunia (FIFA) dan menembus masuk dalam daftar nominasi pemain terbaik dunia.
Kaka menghadapi sejumlah pesaing, antara lain pemain Manchester United asal Portugal Cristiano Ronaldo dan striker Barcelona asal Argentina Lionel Messi.
Awal Desember ini, Kaka menyabet penghargaan prestisius dari majalah sepakbola Prancis (Ballon d`Or) sebagai pemain terbaik. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik tahunan dari majalah sepakbola Inggris World Soccer.
Kaka berperan ketika AC Milan menang dalam final Liga Champions musim kompetisi lalu. Ia juga menjadi pemain pertama yang memenangi dua kejuaraan sepakbola akbar yakni Liga Champions dan Piala FIFA dalam satu tahun kalender musim kompetisi, demikian Reuters.(*)
COPYRIGHT © 2007
Hasyim Ibrahim
Juli 11, 2008 at 2:05 pm
SIAPA CALON PEMAIN TERBAIK EROPA DAN DUNIA TAHUN 2008?
PILIH SALAH SATU PEMAIN DIBAWAH INI:
1. CRISTIANO RONALDO ( PORTUGAL / MAN UTD )
2. LIONEL MESSI ( ARGENTINA / BARCELONA )
3. MICHAEL BALLACK ( GERMANY / CHELSEA )
4. FERNANDO TORRES ( SPAIN / LIVERPOOL )
5. IKER CASSILAS ( SPAIN / REAL MADRID )
6. DIDIER DROGBA ( IVORY COAST / CHELSEA )
7. FRANK LAMPARD ( ENGLAND / CHELSEA )
8. MIROSLAV KLOSE ( GERMANY / BAYER MUNICH )
9. RUUD VAN NISTELROOY ( NETHERLANDS / REAL MADRID )
10. ZLATAN IBRAHIMOVIC ( SWEDEN / INTER MILAN )
11. FRANCESCO TOTTI ( ITALY / AS ROMA )
12. RICARDO KAKA’ ( BRAZIL / AC MILAN )
13. ROBINHO ( BRAZIL / REAL MADRID )
14. WAINEY ROONEY ( ENGLAND / MAN UTD )
15. WEST SCHNEIDER ( NETHERLANDS / REAL MADRID )
SILAHKAN MEMILIH ……
Hasyim Ibrahim
Juli 11, 2008 at 2:22 pm
RONALDINHO PASTI KE AC MILAN
AC Milan kembali mengejar Ronaldinho. Bahkan, klub berjuluk I Rossoneri itu dikabarkan semakin dekat untuk menandatangani kontrak pemain Barcelona asal Brasil itu. Apalagi, harga Ronaldinho semakin turun dan diperkirakan berkisar 15 juta euro (sekitar Rp216,8 miliar).
Menurut harian olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani, sudah mencapai kesepakatan dengan Presiden Barcelona, Joan Laporta. Ronaldinho sendiri akan dikontrak selama dua tahun dan setiap tahun nilai kontraknya sebesar 6,5 juta euro (sekitar Rp93,9 miliar).
Jika ini tercapai bakal menjadi berita besar buat Milan, setelah terluka karena gagal tampil di Liga Champions musim depan. Maka, Milan berusaha mendatangkan beberapa pemain berkualitas untuk bisa bersaing di Liga Serie-A musim depan, sekaligus bisa kembali bermain di Liga Champions.
Milan harus bersusah-payah mendapatkan Ronaldinho. Sebelumnya, Dinho dipatok Barclona dengan harga 35 juta euro (sekitar 505,9 miliar). Harga itu dinilai Milan terlalu tinggi, sehingga I Rossoneri mundur teratur. Namun, perkembangan terbaru membuat Milan kembali bergairah. Ternyata, El Barca bersedia menurunkan harganya, bahkan sampai separo lebih.
Pelatih Milan, Carlo Ancelotti, sejak lama mengagumi Ronaldinho. Dia ingin memasangnya bersama Kaka dan Alexander Pato. Sejauh ini, Milan sudah membeli Gianluca Zambrotta, Mathieu Flamini, dan Marco Borriello.
(Milanisti-July 2008)
Hasyim Ibrahim
Juli 13, 2008 at 3:05 pm
Ronaldinho: Match City or lose me!
14.7 || webmaster
Football Italia
The Ronaldinho saga is intensifying with news that if Milan don’t match Manchester City’s offer within 48 hours, he’ll go to Eastlands.
City have long made their interest in the Barcelona outcast clear, but he has always maintained he will only leave the Nou Camp for a switch to San Siro.
This morning reports in Spain, Italy and Brazil were buzzing that a move to Milan would be completed in the next 48 hours when he refuses to attend pre-season training.
However, Barca still have a trick up their sleeve and so does Dinho. It is now reported on Televisio de Catalunya that Manchester City are being used as a bargaining tool to rush the Rossoneri.
If Milan do not match City’s £26m offer within the next 48 hours, Ronaldinho’s agent will accept the transfer to the Premier League.
Secretly the Brazilian is hoping it doesn’t come to this, as he is willing to take a pay cut for the Diavolo, but it is the only way to force them into completing the deal with Barcelona.
The reports suggest Barca are pushing Ronaldinho towards Manchester, where they would be able to cash in on the player far more than Milan’s £11m bid.
He is currently training in Porto Alegre and is furious with Barcelona for vetoing his call-up to the Beijing Olympics.
Hasyim Ibrahim
Juli 14, 2008 at 2:52 pm
RONALDINHO RESMI MILIK AC MILAN ( 17 JULI 2008 )
Komentar Kaka’: Dinho Akan Beri Milan Banyak Gelar
Meski banyak dikritik karena performa yang menurun dan bobot yang berlebih, Ronaldinho diyakini masih bisa berbuat banyak untuk AC Milan. Gelar demi gelar pun akan bisa kembali didapat Rossoneri.
Setelah proses perburuan tang berlangsung cukup panjang, Milan akhirnya bisa memboyong Ronaldinho ke Giuseppe Meazza. Untuk mendapatkan mantan pemain terbaik dunia itu, Rossoneri harus merogoh kocek 21 juta euro.
Sukses tersebut juga dibarengi pertanyaan soal penampilan Dinho mengingat musim lalu dia tampil jauh di bawah standar bersama Barcelona. Apalagi bobot tubuh pesepakbola 28 tahun itu mulai tak proporsional lagi, dengan perut buncit dan lemak yang terlihat di sana-sini.
Meski begitu, banyak pihak yang masih yakin kalau Dinho bakal menemukan kembali kehebatannya bersama Milan. Salah satunya adalah Kaka, kompatriot Dinho yang lebih dulu merumput dan bersinar bersama Diavolo Rosso.
“Saya sangat gembira dengan kedatangan Ronaldinho karena dia memiliki banyak kualitas dan skill untuk Milan. Itu akan membantu kami memenangi banyak titel,” ungkap Kaka seperti diberitakan Goal.
Akankah Dinho memberi gelar pada Milan di musim pertamanya itu masih belum bisa dipastikan. Namun keberadaan mantan pemain PSG itu di skuad Carlo Ancelotti dipastikan membuat lini depan milan makin berbahaya, terlebih jika diduetkan dengan Kaka mengingat keduanya kerap bermain bersama di skuad Brasil.
Meski begitu Milanisti harus bersabar menunggu hingga bulan September untuk melihat aksi Dinho dalam seragam Milan. Bersama Pato, Dinho dipastikan akan berlaga di Olimpiade 2008 mendatang.
Hasyim Ibrahim
Juli 17, 2008 at 1:57 pm
MILAN REBUT GELAR TROFEO TIM
Menjelang bergulirnya Serie A musim 2008/09 pada tanggal 31 Agustus mendatang, I Rossoneri (julukan AC Milan) sudah menunjukan taringnya dengan merebut gelar Trofeo Tim dengan sukses mengalahkan Juventus dan Internazionale Milan.
Pertandingan pertama melawan Juventus yang berlangsung cukup ketat dimenangkan oleh Milan melalui drama adu penalti setelah bermain seri 2-2 selama 45 menit. Milan unggul lebih dulu 1-0 melalui gol pemain Belanda Clarence Seedorf pada menit ke-8 dan satu menit kemudian disamakan oleh Juventus melalui gol David Trezequet pada menit ke-9. Juventus berbalik unggul melalui gol Marchioni pada menit ke-12. Milan mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-43 melalui gol yang diciptakan oleh Clarence Seedorf. Adu penalti dilakukan dan berkesudahan dengan skor 6-4 untuk Milan.
Partai kedua melawan Inter merupakan duel yang ditunggu-tunggu. Pertandingan 45 menit ini berjalan dengan alot yang berakhir dengan imbang tanpa gol 0-0. Penentuan dilakukan melalui adu penalti dan Milan sukses megalahkan Inter dengan skor 4-3.
Partai Juventus dan Inter sendiri berakhir dengan kemenangan untuk Juventus 1-0 melalui gol tunggal Vincenzo Iaquinta pada menit ke-27.
Sukses Milan ini memenangkan Trofeo Tim untuk kedelapan kalinya dan pelatih Carlo Ancelotti mengatakan yakin Milan akan menjadi tim yang hebat.
Posted by : Acim – 2008
Hasyim
Juli 31, 2008 at 1:54 am
AC Milan Tekuk Juventus 4-1 dan Rebut Trofeo Berlusconi
Milan – AC Milan menunjukkan performa terbaiknya setelah menaklukkan Juventus 4-1. Massimo Ambrosini menjadi bintang Milan guna merebut Trofeo Berlusconi.
Performa Milan menghadapi musim baru ini memang sempat diragukan. Namun skuad Carlo Ancelotti ini membuktikan kesiapannya dengan mengatasi Juve dan menggondol tropi Luigi Berlusconi di San Siro, Senin (18/8/2008) dinihari WIB.
Pada pertandingan tersebut kedua tim sempat sama-sama menyerang di awal. Juve yang tidak diperkuat kiper utamanya Gianluigi Buffon, sempat menekan lewat Zdenek Grygera tapi tendangan hanya melintas di mulut gawang.
Marek Jankulovski sempat membuka peluang bagi Milan namun belum menghasilkan gol. Akhirnya usaha Jankulovski di menit ke-21, melalui tendangan kaki kirinya dari sayap kiri, tidak dapat diantisipasi Antonio Chimenti dan membuat Milan unggul.
Hanya berselang empat menit, Ambrosini sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0. Berawal dari aksi Clarence Seedorf melewati Grygera dan mencungkil bola crossing sebelum diselesaikan oleh Ambrosini dengan sundulan kepalanya.
Juventus juga sempat mencoba membalas lewat usaha Cristian Molinaro, Nicola Legrottaglie dan Allesandro Del Piero namun tetap tidak menghasilkan gol. Pertandingan babak pertama akhirnya berakhir dengan skor 22.
Di babak kedua, Filippo Inzaghi masuk dari bangku cadangan. Masuknya striker veteran Milan ini mampu membawa serangan yang cukup seru bagi Milan. Pada menit ke-52 Inzaghi membuat Milan semakin unggul 3-0.
Juventus sempat memperkecil kekalahan menjadi 1-3 lewat gol Christian Pasquato di menit 70. Namun Milan mampu menambah satu gol lagi kembali lewat Ambrosini memanfaatkan serangan balik yang cepat oleh Inzaghi di menit ke-79.
I Rossoneri akhirnya menyabet tropi tersebut dan sekaligus memuaskan para pendukungnya. Sementara pelatih Juve Claudio Ranieri tampaknya masih harus membenahi skuadnya sebelum tampil di musim Seri A 2008/2009.
Susunan pemain :
Milan: Abbiati (Dida 46); Zambrotta (Oddo 64), Bonera (Darmian 85), Favalli, Jankulovski (Antonini 81); Gattuso (Brocchi 64), Flamini, Pirlo, Ambrosini (Cardacio 84); Seedorf (Viudez 75); Paloschi (Inzaghi 46)
Juventus: Chimenti (Manninger 46); Grygera, Mellberg, Chiellini (Legrottaglie 35), Molinaro; Tiago (Esposito 62), Sissoko (Rossi 62), Poulsen, Nedved (Ekdal 46); Amauri, Del Piero (Pasquato 62)
Hasyim
Agustus 18, 2008 at 2:12 pm
DERBY della madoninna
The Milan derby is a hotly contested local derby and is one of the most followed derbies in the football world. It is called “Derby della Madonnina” in honour of one of the main sights of the city of Milan, the statue of the virgin Mary on the top of the Duomo, which is usually called “Madonnina”
Supporter said : Milanisti Vs Interisti
Hasyim
September 28, 2008 at 9:26 am
This night will still go down in Portsmouth legend and when the tale is told there should be glowing pride to accompany the rueful looks. The team, after all, not only led until stoppage time in this Uefa Cup group fixture but deserved to do so. It was, indeed, their achievement to provoke Milan into the fine play with which they redeemed themselves after being 2-0 down.
Six minutes from the end the substitute Ronaldinho converted a superb free-kick, dubiously awarded though it had been. Portsmouth still looked capable of protecting the reduced lead. Filippo Inzaghi, who had clipped the woodwork on three occasions, needed to be devastatingly accurate in the second of the three minutes of added time to dash those hopes. He tamed a Gianluca Zambrotta cross with an exquisite touch and directed a finish low past David James.
In driving themselves to a remarkable performance for much of the night Portsmouth ultimately called forth the best from a club that has had seven European Cup triumphs. Tony Adams’ side achieved all that despite having only six substitutes instead of the seven allowed. Moreover, the manager was without some of his most influential footballers because of the injuries to Sol Campbell, Lassana Diarra and Jermain Defoe.
This fixture may have seemed beyond the imaginings of Portsmouth fans, yet the truth is that all supporters dream of occasions of this distinction. For all their volume, they might have fallen mute if they had paused to consider the sheer improbability of the events taking place.
Nwankwo Kanu, for instance, was making his first start of the season, yet he was still going strongly enough to touch in Portsmouth’s second in the 73rd minute. His provider was the excellent full-back Glen Johnson, who had also been the key to the opener after 62 minutes. A free-kick from the right was not cleared properly and Kanu recovered possession before finding Johnson. The full-back’s delivery was pinpoint accurate and Kaboul leapt to head past Dida.
It is those incidents, along with other incisive episodes, that will hearten the manager Tony Adams. “It was a really great display,” he said. “I’m very proud of them. They are a little bit disappointed but I am not.”
Carlo Ancelotti, the Milan coach, made no bones about the alarm the opposition had caused, particularly after the interval. This was not exactly his ideal line-up but well-known names such as Kaka did participate from the start. Andriy Shevchenko was also among them but Ancelotti had to fend off critical comments from the Italian press about his showing.
Back in England and experiencing scorn, Shevchenko must have felt as if he was still at Chelsea. Milan, to take a practical view, have seven points in the group. Portsmouth, already beaten in Braga, risk not being among the three clubs who qualify. Of course, this game, with its glamorous visitors, was not really about anything so prosaic.
It is the essence of Portsmouth to compete strongly with better-equipped rivals. The side indeed is adept enough at that task to be holders of the FA Cup. Having come up with a victory away to Manchester United in the quarter-finals in that competition, there was no dread about meeting Milan at Fratton Park.
Portsmouth had an endearing emphasis on old-fashioned width, with crosses aimed as often as possible for Kanu and Peter Crouch. There was, all the same, far more expectation than fulfilment before the interval. When Crouch, for instance, looked as if he might head a delivery from Johnson down to Kanu in the goalmouth, the trajectory of the ball, skidding off a wet surface, meant that he could not connect properly.
While Milan did come closer it was not because of the wiles of virtuosos. Inzaghi’s first opportunity, in the ninth minute, came to him because Shevchenko’s free-kick had broken off the defensive wall and the forward then dragged his finish against the far post.
It was not a cunning cameo that lay at the heart of a Milan opening after 26 minutes. Gennaro Gattuso’s through- pass reached Inzaghi with the aid of a deflection from the centre-half Kaboul. The striker grazed the bar with his shot.
Despite all the speculation beforehand about how Milan might feel claustrophobic in Fratton Park’s diminutive dressing rooms, those are not the club’s real anxieties. They won the most recent of their seven European Cups, in 2007, with an elderly line-up and they are now attempting to revitalise themselves. Milan did recover here, but purely in a fashion that underlined how more progress is needed under Ancelotti.
Pippo is european goal king
Hasyim
November 28, 2008 at 1:47 am
MILAN LOLOS KE 32 BESAR UEFA CUP 2008
AC Milan nyaris menelan kekalahan saat bertandang ke Portsmouth. Sempat tertinggal dua gol, Rossoneri menyelesaikan laga dengan skor 2-2 lewat gol telat Filippo Inzaghi.
Meski cuma mendapat tambahan satu poin, posisi Milan di pucuk klasemen Grup E belum berubah. Rossoneri kini punya koleksi tujuh angka setelah di dua laga sebelumnya menghadapi Heereven dan Braga berakhir dengan kemenangan.
Milan bahkan bisa memastikan lolos ke babak selanjutnya jika Wolfsburg bisa menundukkan Braga, kedua kesebelasan masih bertanding saat berita ini diturunkan..
Sementara buat Pompey hasil ini gagal mengangkat mereka dari posisi empat klasemen. Skuad besutan Tony Adams belum meraih satu poin pun setelah pada laga pertama dihempaskan Braga 0-3
Jalannya Pertandingan
Di Fratton Park, Jumat (28/11/2008) dinihari WIB, Milan sesungguhnya lebih dulu memiliki peluang di menit 11 melalui Filippo Inzaghi. Namun tendangan Pippo yang gagal diantisipasi David James masih membentur mistar, sebelum Flamini sempat mencocornya, James bereaksi lebih cepat menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Lima menit berselang gantian tuan rumah yang menebar ancaman. Kali ini melalui kerjasama Nwanko Kanu dengan Peter Crouch. Tapi gol juga tak tercipta dari prosesi ini karena tendangan voli sang striker Inggris tepat mengarah ke pelukan Dida.
Untuk kali kedua di paruh pertama, bola yang disepak Inzaghi membentur mistar. Insiden di menit 26 ini terjadi saat striker kurus itu mencoba memperdaya James dengan mencungkil bola saat tinggal berhadapan satu lawan satu.
Di awal babak kedua gantian tuan rumah yang lebih dulu menciptakan peluang. Kali ini gantian Kanu yang gagal memanfaatkan umpan Crouch, bola yang diarahkan striker Nigeria itu cuma membentur sisi luar gawang Dida.
Memasuki menit 62 publik Fratton Park bergemuruh setelah Younes Kaboul menyarangkan bola ke gawang Milan. Diawali tendangan bebas yang kemudian melahirkan kemelut di muka gawang Dida, tandukan Kaboul meneruskan crossing Glen Johnson tak kuasa dihalau Dida.
Carlo Ancelotti langsung bereaksi atas gol tersebut dengan menarik keluar Andriy Shevchenko dan Kaka serta memasukkan duet Ronaldinho-Alexandre Pato. Tapi gawang Milan justru kembali kebobolan di menit 73.
Memanfaatkan kerja keras Johnson yang melakukan penetrasi di barisan pertahanan Milan, umpan bek Inggris itu dengan mudah diteruskan menjadi gol oleh Kanu.
Milan baru bisa memperkecil kedudukan saat laga tersisa enam menit. Adalah Ronaldinho yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menghidupkan kembali harapan timnya setelah eksekusi tendangan bebasnya tak bisa diantisipasi James dengan baik.
Harapan Portsmouth untuk meraih tiga poin bersejarah dari Milan akhirnya pupus di masa injury time. Saat menit pertandingan menunjuk angka 92, Pippo mencetak gol kedua Milan menyambut umpan terobosan Gianluca Zambrotta yang memastikan tim tamu pulang dengan satu angka dikantongi.
Hasyim
November 28, 2008 at 1:49 am
PAOLO MALDINI – BENDERA MILAN
Akhir pekan ini, Paolo Maldini akan mengakhiri karirnya sebagai pemain sepakbola. Selama 25 tahun berkarir, banyak kesan yang ditinggalkan oleh pemain berjuluk La Bandiera della Milan ini. Seperti apa Maldini di mata orang-orang yang pernah mengenalnya?
Laga AC Milan melawan AS Roma akhir pekan ini akan menjadi saat-saat yang emosional bagi Maldini. Pemain yang kini berusia 40 tahun tersebut akan menjadikan laga ini sebagai moment untuk berpamitan. Ya, La Bandiera della Milan akan pensiun.
Sebagai pemain yang lama berkiprah, banyak kesan yang sudah ditinggalkan putra pelatih Cesare Maldini ini. Berikut beberapa petikannya seperti disarikan dari Channel4, YahooSports, dan situs resmi AC Milan.
“Maldini adalah pemain yang luar biasa. Akhir pekan ini, sepak bola Italia dengan hati berat harus melepas sang legenda sejati. Ia adalah pemain yang ajaib dan berhak untuk mendapat gelar Ballon d’Or. Seandainya saya bisa, saya akan memberikannya satu,” Giuseppe Signori mantan rekan Maldini di tim nasional Italia periode 1990-an.
“Maldini adalah wajah Milan. Paolo adalah legenda hidup, sebuah kisah yang unik. Di sepanjang karirnya, Paolo telah melakoni peran utama, dengan talentanya, kepribadian, serta pandangannya kepada sepak bola, ia menunjukkan etos kerja keras dan dedikasi penuh,” Leonardo Nascimento, direktur teknik Milan, mantan pemain Rossoneri periode 1997-2001.
“Saya sungguh beruntung bisa mengenalnya dan tumbuh bersamanya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ketika itu, kami bersama-sama naik bis untuk latihan dari Piazzale Lotto, tempat di mana kami belajar,” Stefano Nava pemain Milan periode 1990-91 dan 1992-95.
“Hal yang membuat saya berkesan adalah kepribadiannya. Saya memang jarang tampil untuk Milan, namun Maldini selalu menjadi orang pertama yang menyapa dan mengajak saya bicara,” Alessandro Melli, memperkuat Milan di tahun 1995, hanya tampil enam kali bersama Il Diavolo Rosso dan hanya kurang dari setengah tahun berada di Milan.
“Maldini lebih hebat daripada Franco Baresi. Ia adalah nomor satu yang ada dia antara pemain-pemain hebat dan pemain kelas dunia. Paolo adalah contoh yang sempurna,” Alessandro Del Piero, kapten Juventus.
=LA BANDIERA DELLA MILAN=
Hasyim
Mei 24, 2009 at 2:39 am
without kaka’ – milan sempre milan
without kaka’ – milan sempre milan
without kaka’ – milan sempre milan
milanisti-indonesia
Milan A.C
Juni 13, 2009 at 2:22 am