EDISI SPESIAL

BERITA LENGKAP

Muslim Sejati

with 20 comments

Written by Hasyim

Juli 3, 2008 pada 10:30 am

20 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. ISLAMIC WORLD CENTER

    Hasyim Ibrahim

    Juli 10, 2008 at 4:30 pm

  2. TURUNNYA ISA AS.

    Pesan berita turunnya Isa Almasih (Isa AS.) di akhir zaman merupakan solusi dari persoalan-persoalan keruwetan rusaknya moralitas manusia, sekaligus manifestasi hukum alam bahwa makhluk tidak akan mampu menyelesaikan urusan dunia tanpa campur tangan Khaliq sang penentu skenario. Dalam Islam, berita demikian bisa dirujuk dari sumber-sumber naqli baik dari ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an maupun dari perkataan, tindakan dan pesetujuan Nabi Muhammad SAW atas suatu masalah tertentu yang dikenal sebagai Al-Hadist. Diantaranya kabar solutif tersebut, bahwa Nabi Isa AS akan turun ke dunia melalui Syiria di Menara Putih. Dialah yang akan menghabisi riwayat Dajjal, yang akan dibiarkan larut bagai larutnya garam oleh air, selanjutnya umat manusia dibimbingnya dengan menggunakan syari’at Nabi Muhammad SAW.1 Hal ini sesuai kelanjutan QS. Annisa’ 171, dimana disabdakan Nabi SAW yang diriwayatkan Ubaidah RA.:

    “Siapa bersyahadat bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah seorang hamba RasulNya, dan bahwa Isa adalah juga RasulNya yang ditakdirkan ruhnya lewat Maryam, dan bahwa surga benar adanya sebagai balasan amal perbuatan manusia.” 2

    Berawal dari kisah orang-orang Nasrani yang mengatakan, bahwa Isa putra Maryam telah mati di tiang salib sebagai penebus dosa. Sebenarnya hanyalah murid Isa yang diserupakan, persis seperti disebut Allah dalam surat Al-Qur’an:

    “ Dan karena ucapan mereka, sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa putra Maryam, utusan Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya, tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya orang-orang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan siapa yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan siapa yang dibunuh, kecuali hanya mengikuti prasangka, tidak pula mereka yakin bahwa yang dibunuh adalah Isa. Namun yang sebenarnya Allah telah mengangkat Isa kepadaNya.”

    Nabi Isa AS akan datang kembali suatu saat nanti, pada hari yang telah dijanjikan yaitu setelah Imam Mahdi (cucu Nabi Muhammad SAW) memberi kabar gembira akan kedatangan Isa AS ke bumi. Di tengah-tengah manusia, Isa akan mendukung Al-Mahdi. Saat itu kebenaran akan mengalahkan kebatilan, cinta dan kedamaian akan berlaku di bumi.3 Kedatangan Isa AS dijelaskan dalam sebuah Hadist riwayat Abu Hurairoh, bersabda Rasulullah SAW.:

    “Demi Allah, sesungguhnya Bani Maryam (Isa AS) akan turun menjadi hakim yang adil. Ia akan membasmi salib, membunuh babi dan membebaskan rakyat dari pajak. Saat itu orang-orang tak akan mencari harta lagi, bahkan semahal harta yang ada padanya ditinggalkan, akan hilang hasut dan dengki, hilang pula rasa benci dan saling memusuhi. Ia bersatu kepada umat manusia untuk membagi-bagi harta (masa itu banjir harta), namun tak seorangpun mau menerima karena hari kiamat akan tiba.”4

    Sedang dari Ibnu Umar RA berkata Rasulullah SAW. dalam kitab Hadist Mukhtashor Shohih Bukhori halaman 324-5: “Aku bermimpi di suatu malam dekat Ka’bah datang seseorang yaitu Adam AS sebagai orang paling baik.” Seterusnya tersebut dari Jabir bin Abdullah RA bersabda Rasulullah SAW. seperti terjemah Hadist berikut ini:

    “Senantiasa ada segolongan dari ummatku hingga hari kiamat yang berjuang membela kebenaran, dan akan menang. Ketika itulah Nabi Isa AS akan turun ke dunia. Berkata pemimpin mereka (yang berjuang itu) kepada Isa AS: “Silahkan Tuan memimpin sholat (imam) kami bersembahyang!”. Nabi Isa AS menjawab: “Tidak, karena kamu dapat memimpin sesamamu, sebagi kehormatan dari Allah SWT kepada umat ini.”( H.A. Razak dan H. Rais Latief, 1978, Terjemah Hadist Shohih Muslim, Pustaka Al-Husna, Jilid 1 hal 100).

    Dalam suasana seperti ini, kalimat tauhidlah penyelamat umat manusia, dengan bertuhan hanya kepada Allah SWT yang kekuasaanNya mutlak dan nyata, seperti firman Allah dalam Hadist Qudsi riwayat Abu Na’im, Ibnu Najjar dan Ibnu Asakir yang bersumber dari Ali bin Abi Tholib RA.:

    “Kalimah La ilaha illallah adalah benteng pertahanan-Ku, dan barang siapa memasuki benteng-Ku maka ia aman dari sikasaan-Ku.” (Ali Usman-Dahlan, 1999, Hadist Qudsi, Diponegoro, Bandung, halaman 313, selanjutnya di halaman 314 tertulis) Nabi SAW bersabda: “Anak kunci surga itu adalah I’tikad dan Ikrar bahwa Tiada Tuhan kecuali Allah.”

    Hadist lain oleh Imam Bukhori yang bersumber dari Abu Hurairoh meriwayatkan, bahwa:

    “Abu Hurairoh bertanya kepada Rasulullah saw.: Ya Rasulullah, siapakah orang paling bahagia yang mendapat syafaatMu pada hari kiamat kelak?”. Nabi menjawab: “Aku mengira wahai Abu Hurairoh, tak aka nada orang yang mendahuluimu menanyakan masalah ini. Aku lihat engkau sangat gemar akan Hadist. Orang yang paling bahagia mendapat syafaatku di hari kiamat kelak ialah orang yang mengucapkan: “La ilaha illallah dengan ikhlas sepenuh hati dan jiwanya.”

    Kalimat tauhid ini menunjukkan kebesaran Allah atas semua makhluk, dan bukan sesembahan ciptaan seperti disinggung oleh Hasan Al-Basri bahwa matahari dan rembulan itu ada di dalam neraka disiksa keduanya disana. Firman Allah dalam QS Al-Hajj 18:

    “ Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohon, bintang melata dan sebagian besar dari umat manusia yang telah ditetapkan adzab atasnya.” Kesalahan manusia mencari-cari sesuatu kekuatan yang dianggap magis sebagai tuhan-tuhan terbukti selalu berulang-ulang sepanjang sejarah, persis diberitakan Al-Qur’an, maka tersebutlah makhluk ciptaan itu disembah layaknya Tuhan Allah. Dosa besar dalam pandangan Islam, karena menyekutukan Allah dengan yang lain ”.

    Allah berkali-kali mengancam di dalam Al-Qur’an yang diperjelas dalam Al-Hadist tentang kemungkinan siksaan amat pedih kelak di hari kiamat, bagi siapa yang menyekutukan diriNya dengan yang lain, termasuk ancaman siksa terhadap sang makhluk yang dipertuhankan oleh manusia. Sebelum datangnya masa penyiksaan itu terlebih dahulu terdapat tanda-tanda kedatangan Hari Menakutkan itu digambarkan, sebelum “Matahari dan rembulan keduanya bangkit terlilit dalam neraka di Hari Kiamat”, Hadist Riwayat Imam At Thohawi dalam Musykilul Atsar, Jilid I halaman 66, tertulis sebuah Hadist riwayat Imam Ahmad yang berbunyi:

    “Demi dzat yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga binatang buas berbicara kepada manusia, seorang laki-laki bercakap-cakap dengan dengan ujung cambuknya, tali sandalnya, dan paha seseorang akan mengabarkan kepadanya mengenai apa yang akan terjadi pada keluarga sepeninggalnya.” HR. Imam Ahmad.

    Bahkan hadits qudsi yang mengkisahkan dialog Allah SWT langsung kepada Nabi Adam AS akan mengatakan: “Keluarkanlah Keturunanmu Yang Masuk Neraka!” selengkapnya digambarkanlah hadits berikut;

    Dari Abu Said Al Khudri ra., ia berkata : Nabi saw bersabda : “Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hari Qiyamat : “Wahai Adam”. Adam lalu menjawab : “Ya”, wahai Tuhan kami”, dan Adam dipanggil dengan suara : “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk mengeluarkan utusan dari keturunanmu ke neraka”. Ia menjawab: “Wahai Tuhanku, berapa utusan keneraka itu ?” Dia berfirman : “Dari setiap seribu Aku kira sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, ketika itu orang yang hamil melahirkan kandungannya dan anak menjadi beruban, kamu melihat orang-orang itu mabuk, namun (sebenarnya) mereka tidak mabuk tetapi siksa Allah itu amat hebat, dimana hal itu menyempitkan manusia sehingga wajah-wajah mereka berubah. Nabi saw bersabda : “Dari Ya’juj dan Ma’juj sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan dari kamu seorang, kemudian kamu dikalangan manusia seperti rambut hitam dilambung lembu putih atau seperti rambut putih di lambung lembu hitam. Dan sungguh aku berharap kamu menjadi seperempat penghuni syorga”. Maka kami bertakbir. Kemudian “sepertiga” penghuni syorga, maka kami bertakbir, kemudian “Separoh” penghuni syorga”, maka kami bertakbir”. Abu Usamah berkata dari Al A’masy, kamu lihat manusia itu mabuk, namun mereka tidaklah mabuk”. Beliau bersabda : “Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).

    Beberapa kisah berdasar dalil naqli diatas memberi pelajaran kepada kita beberapa hal; Pertama, bahwa benar adanya Isa AS sebagai utusan Allah akan turun di akhir zaman. Kehadirannya bukan seperti yang dicerikan umat Kristiani yaitu sebagai Anak (Putera) Tuhan yang akan turun dari surga sebagai penebus dosa dan juru selamat manusia. Kedua, Turunnya Isa AS ke dunia melalui tanda-tanda yang akan terjadi, akan meluruskan dusta agama bahwa dirinya dianggap sebagai Anak (Putera) Allah, menjadi penentu kesalahan umat Nasrani atas konsep ketuhanan Tritunggal dan bahwa Isa AS tidak dibunuh maupun disalib.

    Ketiga, Nabi Isa AS adalah hamba utusan Allah SWT yang mengajarkan Tauhid yaitu Tiada Tuhan melainkan Allah, ajaran para Nabi sebelumnya sebagaimana telah disempurnakan oleh Muhammad SAW dan tertulis di dalam kitab suci Al-Qur’an. Hanya doktin ajaran tauhid yang dijalankan dengan benarlah yang akan menyelamatkan amal perbuatan manusia di hadapan pengadilan hari kiamat.

    Wallahu a’alam bish-shawab.

    Hasyim Ibrahim

    Juli 10, 2008 at 5:06 pm

  3. SEKILAS MENGENAI TALIBAN

    Gerakan Taliban, atau Taliban atau Taleban (Bahasa Persia dan Pashtun طالبان; Bahasa Iran, dari bentuk jamak Bahasa Arab طالب ṭālib, “murid”), adalah gerakan nasionalis Islam Sunni pendukung Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001. Kelompok ini mendapat pengakuan diplomatik hanya dari tiga negara: Uni Emirat Arab, Pakistan, dan Arab Saudi, serta pemerintah Republik Chechnya Ichkeria yang tidak diakui dunia. Anggota-anggota paling berpengaruh dari Taliban, termasuk Mullah Mohammed Omar, pemimpin gerakan ini, adalah mullah desa (pelajar yunior agama Islam), yang sebagian besar belajar di madrasah di Pakistan. Gerakan ini terutama berasal dari Pashtun di Afganistan, serta Provinsi Perbatasan Barat Laut (North-West Frontier Province, NWFP) di Pakistan, dan juga mencakup banyak sukarelawan dari Arab, Eurasia, serta Asia Selatan. Pemerintahan Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat karena dituduh melindungi pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden yang juga dituduh Washington mendalangi serangan terhadap menara kembar WTC, New York pada tanggal 11 September 2001. Invasi ini dimulai pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2001 dengan secara mengejutkan pihak taliban langsung keluar dari ibukota Afghanistan, Kabul sehingga pihak amerika relatif cepat dan mudah menguasainya.

    (Posted by : hasyemi rafsanjani – Jakarta, Nov 2007)

    Hasyim Ibrahim

    Juli 13, 2008 at 3:38 pm

  4. SEKILAS MENGENAI HAMAS

    Hamas, akronim dari Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (bahasa Arab:حركة المقاومة الاسلامية , secara harfiah “Gerakan Perlawanan Islam” dan kata Arab untuk ‘ketekunan’), adalah sebuah gerakan dan partai politik Palestina berhaluan Islamis yang dibentuk pada tahun 1987 untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina. Pada tahun 2006, partai ini memenangkan pemilu parlemen Palestina. Sejak awal Februari 2007, kelompok ini terlibat konflik dengan kelompok Fatah akibat kekalahan kelompok Fatah di pemilu parlemen 2006.

    (Posted by : hasyemi rafsanjani – Jakarta, Dec 2007)

    Hasyim Ibrahim

    Juli 13, 2008 at 3:44 pm

  5. SEKILAS MENGENAI FPI

    Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam bergaris keras yang berpusat di Jakarta.

    FPI memiliki Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter dari organisasi tersebut yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada masa Ramadhan dan seringkali berujung pada kekerasan.

    Organisasi ini terkenal dan kontroversial karena aksi-aksinya sejak tahun 1998. Rangkaian aksi yang berujung pada kekerasan sering diperlihatkan dalam media massa.

    (Posted by : hasyemi rafsanjani – Jakarta, January 2008)

    Hasyim Ibrahim

    Juli 13, 2008 at 3:48 pm

  6. AL-QUR’AN DALAM DNA MANUSIA

    sumber : IslamOnline , Swaramuslim

    Dr. Ahmad Khan seorang peneliti lulusan Summa Cumlaude dari Duke University menemukan informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA.struktur DNA
    DNA (Deoxy Nucleotida Acid) sendiri merupakan materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan. Di dalam sel manusia DNA dapat ditemukan di dalam inti sel dan di dalam mitokondria. Di dalam inti sel, DNA membentuk satu kesatuan untaian yang disebut kromosom. Setiap sel manusia yang normal memiliki 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom somatik dan 1 pasang kromosom sex (XX atau XY)

    Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali.

    Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah.

    Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.
    Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada kromosom manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Al Qur’an. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillah ir Rahman ir Rahiim. “Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”. Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

    Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuannya dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

    Disadur ulang oleh : hasyim ibrahim (Jakarta-2006)

    Hasyim Ibrahim

    Juli 14, 2008 at 12:30 pm

  7. HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) – MAJELIS PENYELAMAT ORGANISASI

    Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) merupakan organisasi utama dari Himpunan Mahasiswa Islam. HMI-MPO ini lahir saat menjelang kongres HMI XVI yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 24-31 Maret 1986. Eksponen organisasi ini lebih senang menamakan dirinya sebagai HMI 1947, mengacu pada tahun pendirian organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia yang sejak awal menetapkan Islam sebagai azas organisasinya .

    HMI MPO Dan Gerakan Reformasi 1998

    Pada mulanya MPO merupakan nama sekelompok aktivis kritis HMI yang prihatin melihat HMI yang begitu terkooptasi oleh rezim orde baru. Kelompok ini merasa perlu bergerak untuk mengantisipasi intervensi penguasa pada HMI agar HMI mengubah azasnya yang semula Islam menjadi pancasila. Bagi aktivis MPO, perubahan azas ini merupakan simbol kemenangan penguasa terhadap gerakan mahasiswa yang akan berdampak pada termatikannya demokrasi di Indonesia.

    Untuk menyampaikan aspirasinya, mula-mula forum MPO ini hanya berdialog dengan PB (pengurus besar) HMI. Akan tetapi karena tanggapan PB yang terkesan meremehkan, maka akhirnya MPO melakukan demonstrasi di kantor PB HMI (Jl. Diponegoro 16, Jakarta). Demonstrasi tersebut ditanggapi PB HMI dengan mengundang kekuatan militer untuk menghalau MPO. Beberapa anggota MPO ditangkap oleh aparat dengan tuduhan subversif. Akhirnya simpati dari anggota HMI mengalir dan gerakan ini menjadi semakin massif.

    Akhirnya dalam forum kongres di Padang pada tanggal 24-31 Maret 1986. HMI terpecah menjadi dua, yaitu HMI yang menerima penerapan asas tunggal (HMI-DIPO) dan HMI yang menolak asas tunggal (HMI-MPO), dan tetap menjadikan Islam sebagai asas organisasi. Selanjutnya kedua HMI ini berjalan sendiri-sendiri. HMI DIPO eksis dengan segala fasilitas negaranya, dan HMI MPO tumbuh menjadi gerakan bawah tanah yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan negara. Pada periode 90-an awal HMI MPO adalah organisasi yang rajin mengkritisi kebijakan Rezim Orba dan menentang kekuasaannya dengan menggunakan sayap-sayap aksinya yang ada di sejumlah provinsi. Sayap aksinya yang terkenal antara lain adalah FKMIJ (Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta) dan LMMY (Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta) di Jogyakarta tempat berkumpulnya para aktifis demokrasi LMMY merupakan sebuah organisasi masa yang disegani selain PRD dan SMID. Aksi solidaritas untuk Bosnia Herzegovina di tahun 1990 yang terjadi di sejumlah kampus merupakan agenda sayap aksi HMI MPO ini. Aksi demonstrasi menentang SDSB ke Istana Negara dan DPR/MPR pada tahun 1992 adalah juga kerja politik dua organ gerakan tersebut sebagai simbol melawan rezim. Aksi penolakan terhadap rezim orde baru di Jogyakarta merupakan bukti kekuatan HMI MPO dimana aksi 2 dan 3 April 1998 yang menjadi pemicu dari gerakan selanjutnya di Jakarta. Pada peristiwa pendudukan gedung DPR/MPR tanggal 18-23 Mei 1998, HMI MPO adalah ormas satu-satunya yang menduduki gedung tersebut di hari pertama bersama FKSMJ dan FORKOT yang kemudian diikuti oleh ratusan ribu mahasiswa dari berbagai universitas dan kota hingga Soeharto jatuh pada 21 mei 1998. Pasca jatuhnya Soeharto, HMI MPO masih terus demonstrasi mengusung gagasan perlu dibentuknya Dewan Presidium Nasional bersama FKSMJ.

    Struktur organisasi

    Struktur organisasi HMI-MPO dibagi dalam beberapa golongan yakni :

    * Struktur kekuasaan,
    * Struktur pimpinan,
    * Lembaga-lembaga Khusus,
    * Lembaga Kekaryaan, serta
    * Majelis Syuro Organisasi (MSO).

    Struktur kekuasaan tertinggi di HMI MPO adalah forum Kongres, selanjutnya ditingkat Cabang ada Konperensi Cabang (Konperca) serta Rapat Anggota Komisariat (RAK). Sedangkan struktur pimpinan terdiri atas Pengurus Besar (PB), Pengurus Cabang (PC), serta Pengurus Komisariat (PK).

    Untuk memperlancar serta mempermudah manajemen organisasi maka dibentuklah Koordinator Komisariat (KORKOM) sebagai pembantu cabang dalam mengkoordinir komisariat, serta Badan Koordinasi (BADKO) sebagai pembantu Pengurus Besar dalam mengkoordinir cabang. HMI (MPO) hingga saat ini (Oktober 2003) telah memiliki 38 cabang yang tersebar diseluruh penjuru Tanah Air dan untuk itu dibentuk 3 Badan Koordinasi (Badko) yakni: Btra]],Banten,DKI,Jabar), Badko Indonesia Bagian Tengah (Kalimantan,Jateng,DIY,Jatim,Bali) dan Badko Indonesia Bagian Timur (Sulawesi,Maluku,NTB,NTT,Papua).

    Untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang terkait dengan bidang khusus, maka dibentuk Lembaga-lembaga Khusus seperti Korps Pengader Cabang (KPC), Korps HMI-Wati (KOHATI), dan lain-lain. Sedangkan untuk meningkatkan dan mengembangkan keahlian dan profesionalisme para anggota HMI, dibentuk Lembaga-lembaga Kekaryaan seperti Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI), dan sebagainya.

    * (id) situs resmi: HMInews.com

    Hasyim Ibrahim

    Juli 14, 2008 at 1:31 pm

  8. YAMAN LUNCURKAN “PASUKAN” PEMBELA AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR

    Friday, 18 July 2008
    “Pasukan” amar makruf nahi munkar, semacam Front Pembela Islam (FPI), dibentuk di Yaman. Sebelumnya, sukses dalam gerakan melawan pelecehan kartun Nabi oleh media Denmark

    Hidayatullah.com–Seteleh sukses dengan mengadakan multaqo nushroh (pertemuan barisan pembela), Universitas Al-Iman kembali membuat gebrakan kedua yang dinamakan “Multaqo Fadilah wa nushrotul amr bilma’ruf wan nahy ‘anil munkar”. (Muktamar Fadhilah dalam membela amar makruf nahi mungkar).

    Gebrakan kedua ini melahirkan “pasukan” Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Shan’aa, semacam Front Pembela Islam (FPI).

    Acara pembentukan ini dihadiri oleh ulama-ulama yang tersebar di seluruh pelosok Yaman.

    Dalam pertemuan itu, para ulama mengungkap fenomena menghawatirkan yang membahayakan generasi muda Muslim di Yaman. Diantara fenomena yang menurut mereka mulai nampak adalah; gencarnya krestenisasi oleh orang asing melalui organisasi atau LSM tanpa pengawasan pemerintah, seruan merubah undang-undang dan sumber hukum berakar dari syariah dengan mengganti undang-undang Barat, tathowul (melampaui batas) sebagian media massa dalam pembahasan ketuhanan serta pelecehan terhadap faroidh (hal-hal wajib), serta ekspos berlebihan terhadap aurat wanita.

    Sebagaimana diketahui, baru-baru ini diadakan expo pakaian wanita, diantaranya dilakukan lebih dari 15 remaja putri dengan pakaian malam saat acara pernikahan di Hadiqoh Sab’iin (Taman Sab’iin) di ibukota Sana’a, yang dihadiri oleh banyak laki-laki ajnabi (non mahram).

    Juga beberapa kegiatan mendatangkan penyanyi dan penari wanita asal Libanon, keikutsertaan remaja Muslimah dalam festival pria, serta berkumpulnya mereka dalam acara yang disebut riyadhoh nisaa`iah (olahraga putri).

    Selain itu, yang juga disoroti para ulama adalah pembukaan cafe joget, tempat hiburan malam, dan channel-channel amoral di beberapa hotel. Senin, 7 Juli tahun 2006, diselenggarakan festival Ad-Daan di Hadramaut. Juga saat pembukaan Arab Cup XI di ibukota sana’a. Acara ini sempat menjadi kontroversi.

    Yang tak kalah penting adalah fenomena ikhtilath di sebagian sekolah dan universitas di Yaman, serta di lembaga-lembaga umum.

    Hari Selasa (15/7) kemarin, “pasukan” Amar Ma’ruf Nahi Mungkar ini berkonfoi merazia tempat-tempat pelacuran dan mencegah bertambahnya kegiatan kristenisasi.

    Pimpinan “pasukan”, Abdul Majid Az-Zandani, menyatakan, “Kami turun ke lapangan untuk merazia tempat-tempat pelacuran dan menghentikan gerakan kristenisasi lantaran pemerintah sudah tidak sanggup lagi untuk menindak tegas perbuatan tersebut,” katanya.

    Dalam mensikapi hal-hal tersebut, lebih dari 91 orang menandatangani seruan untuk “nushroh amr bil ma’ruf wa nahi munkar” (membela amar ma’ruf wa nahi mungkar), serta mengeluarkan fatwa dan seruan untuk membentuk barisan membela amar ma’ruf nahi munkar.

    Sebelumnya, “pasukan” “pasukan” Amar Ma’ruf Nahi Mungkar sukses memberi reaksi pada kasus pelecehan yang dilakukan oleh beberapa media massa di Denmark. [Mulyadi Luthfy dari Yaman/www.hidayatullah.com]

    Copy by : hasyemi rafsanjani, Jakarta 2008

    Hasyim Ibrahim

    Juli 18, 2008 at 5:00 pm

  9. AMERIKA BERUPAYA UNTUK HILANGKAN ISLAM DARI TURKI

    Friday, 18 July 2008
    Surat Kabar Berbahasa Turki Menyebutkan tentang Usaha Ameika untuk menjauhkan masyarakat Turki dari Islam dan menggantikannya dengan Kristen

    Hidayatullah.com–Sebagaimana surat kabar berbahasa Turki, Jeims Glas, Deputi dan Kkonsultan Urusan Diplomasi Umum Amerika dalam sebuah ceramahnya di Yayasan Washington, mengatakan, hingga saat ini Amerika belum bisa melepaskan Turki secara utuh.

    Menurutnya pria yang baru saja menduduki kursi jabatannya, walaupun hasil dari pooling yang dilakukan oleh Yayasan Piyo menyebutkan, bahwa masyarakat Turki memiliki pandangan negatif terhadap Amerika, namun hal ini bukanlah berarti amerika telah meninggalkan Turki, tegasnya.

    Memang beberapa waktu yang lalu Yayasan Piyo melakukan pooling yang hasilnya mayoritas masyarakat Turki membenci Amerika dan Bush. [iqna/www.hidayatullah.com]

    Copy by : Hasyim – Jakarta 2008

    Hasyim Ibrahim

    Juli 18, 2008 at 5:05 pm

  10. ILMUWAN ISLAM AS TELANJANGI KEBOHONGAN PENDUSTA AL-QUR’AN

    Seorang ilmuwan Islam bernama Maher Hathut, jubir Pusat Islam di
    California dan penasehat di majelis urusan publik Muslim di Amerika pada
    tanggal 4/8/2003 membeberkan secara detil topik dan klaim-klaim yang
    dipublikasikan oleh majalah the Newsweek yang mengatakan bahwa Al Qur’an
    ditulis dalam bahasa Arab secara manipulatif.

    Walaupun upaya-upaya pendeskreditan Islam bukan hal yang baru, maka
    sesungguhnya tulisan tersebut telah membuat kegundahan di antara ulama
    Muslim, tokoh dan kalangan awam. Hal itu yang membuat sebagian wilayah
    melarang peredaran majalah tersebut seperti yang terjadi di Pakistan dan
    Bangladesh.

    Majalah Newsweek mempublikasikan tulisan
    berjudul “Menantang Al Qur’an”, yang mengedepankan klaim-klaim
    penulisnya-yang tidak mau disebutkan namanya. Dalam pengantarnya bahwa, si
    penulis yang menamakan diri Luxenburg, merupakan akademisi Jerman. Penulis
    mengklaim “Bahasa Arab belum dikenal sebagai bahasa tulis kecuali setelah
    150 tahun dari wafatnya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam”.

    Ia mengatakan : “Sesungguhnya ia (al Qur’an) dibuat dengan dasar
    hipotesa-hipotesa dan pengulangan kembali penulisan dari bahasa Aramiah.
    Maka setiap sinyalemen-sinyalemen Al Qur’an tentang pernikahan dari bidadari
    (al huur al ‘ain) di surga dan 72 bidadari lainnya semuanya (seperti
    disebutkan dalam salah satu hadits nabawi)-menurut penafsirannya-tidak
    mengisyaratkan apapun kecuali tentang buah-buahan yang enak.”

    Dalam responnya, DR.Maher Hathut meragukan legalitas penulis makalah
    tersebut. Ia menjelaskan artikel tersebut mengklaim bahwa komentar Luxenburg
    hampir sebagian besar tulisannya mengangkat sekitar “kejeniusan Al Qur’an”.
    Soal ini menempatkan penulis artikel dalam kubangan dialektika yang tidak
    jelas ujung pangkalnya. DR.Maher mengajukan pertanyaan : “Siapa itu
    Luxemberg?! Ia adalah seorang cerdik cendikia yang misterius menulis dengan
    nama samaran.”

    DR.Maher menulis dengan judul “Respon terhadap Penantangan Al Qur’an” yang
    dipublikasikan oleh majalah Amerika: “Orang yang mengaku
    seorang intelek telah menyembunyikan namanya karena takut reaksi-reaksi yang
    muncul dari tulisannya. Padahal banyak sebelumnya penulis yang melakukan hal
    serupa tanpa harus melakukan langkah yang ia lakukan.”

    Maher melanjutkan sesungguhnya : “Ia seorang intelek yang bekerja di
    Universitas Jerman kenamaan-tidak dijelaskan secara definitif-ia juga
    dibantu oleh seorang intelek Tunis dengan nama Mudhir Tusfar yang belum kita
    dengar namanya. Mungkin ia juga menggunakan nama samaran juga.”

    Satu demi satu, Maher menelanjangi klaim-klaim Luxemberg. Ia mengawali
    tulisannya dengan mengatakan : “Sesungguhnya apa yang dikatakan bahwa
    Luxemberg merupakan salah seorang dari kelompok kecil intelek, namun apa
    yang dilakukan berlebihan melakukan kajian tentang bahasa dan sejarah Al
    Qur’an dengan kesalahan yang fatal.

    Ia menambahkan : “Dalam rentang waktu 1400 tahun terdapat kelompok-kelompok
    ilmuwan baik di Timur maupun di Barat dari kalangan Muslim dan non-Muslim.
    Di antara mereka ada yang beriman dan meragukan. Mereka juga menulis
    berjilid-jilid dalam ukuran besar tentang bahasa Al Qur’an dan sejarahnya;
    maka dari itu apa yang dilakukan oleh intelektual seperti Luxemberg bukan
    pekerjaan ksatria dan pionir dalam hal ini.”

    Dalam responnya terhadap tulisan Luxemberg tentang “Penterjemahan Al Qur’an
    yang tidak sama sekali benar adanya”, Maher mengatakan sesungguhnya
    “Penulisan karya mana yang mungkin bisa divonis benar atau tidak?”

    Maka saat menulis tentang karya Voltaire atau lainnya bisa jadi tulisan itu
    benar atau salah. Namun itu tidak dapat diklaim sama sekali sebagai hal yang
    mesti benar. Karena itu bukan merupakan perkataan penulis karya tersebut.
    “Maka pemberlakuan prinsip akurasi dan kebenaran penulisan Al Qur’an
    merupakan persoalan yang “bertentangan dengan objektifitas akademis,” tukas
    Maher.

    Adapun klaim yang mengatakan bahwa bahasa asli Al Qur’an bukan dari bahasa
    Arab tapi bahasa yang lebih dekat ke bahasa Aramia, DR.Maher berkomentar :
    “Apa makna perkataan sesuatu yang dekat (bahasa yang lebih dekat dari bahasa
    Aramia). Dan siapa yang mungkin dapat memahaminya? Siapa yang mungkin
    memahami perkataan sesuatu yang “dekat dari bahasa Inggris atau Jerman”?
    Hal-hal ini saja yang mungkin dipertanyakan oleh akal yang agak akademis”.

    DR.Maher menambahkan bahwa :”Sesungguhnya kita punya perpustakaan Al Azhar
    yang menyimpan peninggalan tulisan-tulisan tangan (makhthuthaat) yang
    ditulis oleh al Imam al Sajatani setelah Hijrah 153 tahun dengan bahasa Arab
    klasik.” Ia kembali mengatakan : “Ketika kita lihat apa yang dikenal dengan
    Aramia Kristen maka kita akan dapatkan bahwa Isa al Masih memang berbicara
    dengan bahasa itu. Dan Nabi Muhammad SAW berbicara dengan bahasa Arab. Namun
    yang kita dapatkan bahwa Injil ditulis dalam bahasa Yunani. Apakah sulit
    untuk menerima bahwa Injil ditulis dengan Yunani dan di saat yang bersamaan
    ada kemungkinan Al Qur’an ditulis dalam bahasa Aramia yang menjadi bahasanya
    nabi Isa?”

    Dengan demikian maka dasar yang dijadikan alibi untuk mengulangi Al Qur’an
    dengan Aramia merupakan dasar yang salah. Para ahli Fiqh mengatakan
    “Sesungguhnya apa yang dibangun di atas hal yang salah maka hasilnya pun
    salah.”

    (Copy by : Hasyim – Cibinong Bogor 2003)

    Hasyim Ibrahim

    Juli 22, 2008 at 3:26 am

  11. Assalamu’alaikum..

    Selamat untuk kemajuan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)se-Jawa Timur khususnya dan HMI komisariat ITN Malang khususnya.
    Semoga perjuangan para mahasiswa mujahidin HMI dapat tercapai dan diridhoi Allah Swt.. Amiin…

    Malang, 1430 Hijriyah
    Muhammad Ali Akbar
    Kahmi – Jawa Timur (Alumnus ITN Malang)

    M Ali Akbar

    Januari 16, 2009 at 3:14 pm

  12. Wa’alaikum Salaam…
    Syukron mas ALI AKBAR (ALBAR), sampai jumpa di Malang..
    Saya juga rindu dengan teman2 HMI ITN Malang (Al-Kindi),
    Salam buat mas Wahyu sekeluarga,
    Syukron,
    Hasyim

    Ende

    Februari 8, 2009 at 4:40 am

  13. Dear Hasyim,

    Salam kenal, saya salah satu warga Ende, yang sekarang berdomisili di Jakarta. Kebetulan beberapa tahun terakhir saya kehilangan berita mengenai sahabat saya, M Ali Akbar, anak Ende, alumni ITN Malang, jika ada kesempatan mohon saya dibantu untuk dapat menghubungi beliau.
    Bisa kontak saya di Hp 081381022899, 02127133898.

    Terima kasih atas bantuannya.

    Katrin

    Maret 21, 2009 at 6:15 am

  14. Assalaam..
    Terima kasih Katrin, sama-sama, Ok nanti saya hubungkan Katrin dengan M Ali Akbar.

    Salam,
    Hasyim

    Ende

    Maret 28, 2009 at 3:26 am

  15. Dear Hasyim,

    Thanks for your kindly.
    I appreciated for you repsond, I need that so much.
    He’s my best friend and so inspired me.

    Salam,
    Katrin

    Katrin

    Maret 28, 2009 at 7:45 am

  16. Dear Hasyim,

    Thank you, he was contack me yesterday.
    So happy, it’s miracle, we both have to say thanks for your kind.

    Salam,
    Katrin

    Katrin

    Maret 30, 2009 at 2:39 am

  17. Ass. Wr. Wbr
    Apa ini hasyim anak T Mesin ITN 95?

    Wassalam
    Irawan Harimurti

    IRAWAN

    April 8, 2009 at 1:02 pm

  18. Wa’alaikum salam

    Saya hasyim alumni T Mesin ITN Malang angkatan 94′
    Mas irawan anak ITN juga?
    Apa kita pernah berkenalan sebelumnya waktu di ITN ya?
    Syukron atas infonya,

    Salam,
    Hasyim

    Ende

    April 11, 2009 at 1:16 am

  19. Saya alumni T Industri 93, Eks Ketua Umum HMI Kom Al Kindi ITN Malang 95-96. Saya ingat, Hasyim sepertinya pernah ikut LK I HMI.

    Semoga sukses selalu, wassalam.

    Irawan Harimurti

    Irawan Harimurti

    April 20, 2009 at 11:36 am

  20. Iya betul mas Irawan, terima kasih atas kunjungan ke blog saya.
    Semoga perjuangan HMI di ITN Malang terus berkembang pesat.
    Sama2 semoga mas Irawan sukses & sejahtra selalu… Amiin
    Salam,
    Hasyim

    Hasyim

    Mei 1, 2009 at 2:38 am


Tinggalkan Balasan