EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Yang Berbahaya Dilingkungan Kita

leave a comment »

Assalaam……..

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan
memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di
mobil
atau dikantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol
(disebut
juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di
botol2 ini
mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai
1-2 kali
saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari
seminggu,
dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan
mencuci ulang
dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa
masuk ke air
yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk
dipakai
ber-ulang2,jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya.
Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil
pembakaran
arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya
yaitu timun
yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate
mempunyai zat
Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti
Karsinogen. Jadi
jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin
C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As)
yang merupakan
proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan
berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MIE INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu
paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika
Anda akan
mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat
lilin yang
melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket
satu sama
lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan
meningkatkan
kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu
sibuknya
dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga
diputuskannya
untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita
kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin
dalam mi
instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu
lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi.
Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus
makanan dan
cenderung dianggap sebagai “pelindung ” makanan. Sebetulnya tidak
tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai
sekarang Anda
cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi
kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan
informasi. Ada
begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada
makanan, yaitu
kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan . Tetapi tidak
semua bahan ini
aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan
kemasan makanan
yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas .

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)
yang sering
digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal
(Pb) melebihi
batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui
saluran
pernapasan atau tangan kita.pencernaan menuju sistem peredaran darah
dan
kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati,
otak,
saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan
gejala 3
P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) .
keracunan
yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari
makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah
gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng
dan tempe
goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang
dari si
penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbale
makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan
tersebut di
atas piring.

B . Styrofoam
Bahan
pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan
yang
paling populer dalam bisnis pangan.Tetapi,riset terkini membuktikan
bahwa
styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari
kopolimer styren
ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran
dan tetap
mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut
juga mampu
mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,
mempertahankan
kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas,biaya murah, lebih aman
serta ringan.
Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang
mengungkapkan bahwa
residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat
menyebabkan
endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat
adanya
gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat
bahan kimia
karsinogen dalam makanan.

By : Potret Ende

Written by Hasyim

Juli 11, 2008 pada 12:43 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: