EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

ALIRAN SESAT AHMADIYAH

leave a comment »

Jemaat Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908 M) di India, mendapat dukungan dan kerjasama penuh dengan pemerintah colonial Inggris waktu itu. Sekarang pun markas besar Ahmadiyah berada di London. Mirza Ghulam Ahmad mendeklarasikan dirinya sebagai Imam Mahdi atau Al-Masih al-Mau’ud (Juru Selamat yang Dijanjikan). Bahkan para pengikutnya meyakininya sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Perbedaan keyakinan ini menyulut umat Islam, lantaran ajarannya dianggap menyimpang dari akidah dan keyakinan Islam. Ketika ditanya soal kenabian Mirza Ghulam Ahmad, salad satu pengurus JAI di Kampus Mubarak, H. Muhammad Saleh nampak kesulitan menjawab pertanyaan wartawan. “Beliau (Mirza Ghulam Ahmad) itu, diturunkan Allah ke muka bumi untuk memperbaiki akhlak umat. Ini lantaran akhlak umat ; telah rusak,” katanya.

Di Indonesia sendiri, pengikut aliran JAI mencapai setengah juta orang (sumber lain menyebutkan 1,5 juta orang) yang tersebar di seluruh wilayah dan pelosok tanah air. Perkembangan pengikut aliran ini, terutama, sejak pemerintah memberikan ruang kebebasan beragama dan berkeyakinan, yang mempakan Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai Deklarasi HAM PBB, yang juga diratifikasi Indonesia.

‘Jemaah Ahmadiyah ini tidak hanya dikirim ke Indonesia untuk syiar dan dakwah, tapi juga ke sejumiah negara Asia, yang notebene kebebasan dan keberagamaannya relatif terbuka,” tambah Muhammad Saleh.

Fatwa MUI tentang JAI telah dikeluarkan dalam waktu yang sudah lama, 25 tahun yang lampau. Fatwa ini ditetapkan dalam Munas II MUI, 26 Mei -1 Juni 1980. Menurut Ketua MUI H.Amidhan, ada dua aliran dalam ajaran Ahmadiyah yaitu Qadiani dan Lahore. Jemaat Ahmadiyah yang berpusat di kampus Mubarak, Kemang, Kabupaten Bogor adalah Ahmadiyah Qadiani.

Terhadap dua aliran Ahmadiyah ini, MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1980 yang berisikan dua hal: Pertama, setelah mempelajari dan mendalami fakta dan data ajaran aliran Ahmadiyah melalui tujuh buku ajarannya, maka dinyatakan bahwa ajaran Ahmadiyah itu diluar Islam serta sesat dan menyesatkan (dhollun wa mudhillun). Kedua, dalam fatwa ini, MUI selalu berkonsultasi dengan pemerintah.

Sementara itu, Habib Abdurrahman Assegaf menyesalkan pemyataan Wapres Yusuf Kalla yang sepertinya membela keberadaan Jamaah Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas mendapat fatwa sesat menyesatkan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) baik Pusat maupun wilayah Bogor. Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah meminta kasus Ahmadiyah di Parung, Bogor, tidak diselesaikan secara anarkis. “Kita minta setiap hal, jangan sampai diselesaikan dengan kekerasan,” ujar Wapres Jusuf Kalla sesuai membuka Muktamar Mat’laul Anwar ke XVII di Pondok Gede, Jakarta beberapa waktu lalu.

“Seyogianya Jusuf Kalla mengkaji lebih dulu apa itu ajaran Ahmadiyah. Jangan serta merta berdalih soal HAM. Seyogianya pemerintah merespon fatwa ulama (MUI) yang telah mengkaji lebih jauh soal ajaran Ahmadiyah,” kata Habib.

(aliran ahmadiyah bisa saya katakan aliran kafir …. by : hasyim)

Iklan

Written by Hasyim

Juli 13, 2008 pada 2:56 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: