EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Primadona untuk Membangun Ekonomi Umat

leave a comment »

Bicara ekonomi nasional kini tak dapat lagi dilepaskan dari ekonomi syariah. Selama lebih kurang 16 tahun atau sekitar dua windu sejak ekonomi syariah pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia melalui Bank Muamalat Indonesia (BMI), perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Salah satu indikatornya adalah bertambahnya jumlah pemain di sektor ekonomi syariah.

Selama 10 tahun awal perkembangan ekonomi syariah, hanya ada beberapa pemain di sektor perbankan dan asuransi syariah. Kini setelah dua windu (16 tahun), perkembangan ekonomi syariah di Indonesia bagaikan seorang gadis cantik yang makin dinanti dan dijadikan pilihan sejumlah investor.
”Ekonomi syariah bukan hanya sebagai alternatif, tetapi kini merupakan pilihan untuk memperbaiki ekonomi umat agar menjadi lebih baik,” kata Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), A Riawan Amin, kepada Republika belum lama ini, di Jakarta.

Berdasarkan data dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, jumlah bank syariah di Indonesia kini mencapai 39 buah, terdiri atas empat Bank Umum Syariah (BMI, BSM, BSMI dan Bank Persyarikatan Indonesia), 14 Unit Usaha Syariah (UUS) dari Bank Umum Konvensional, 15 UUS Bank Pembangunan Daerah (BPD), enam Bank Kustodian Syariah dan 117 unit Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Jumlah ini dipastikan akan bertambah lagi, seiring dengan disyahkannya Undang-Undang (UU) Perbankan Syariah oleh DPR RI pada Selasa (17/6) lalu.

Selain bank syariah, industri lain yang juga banyak melirik sistem ekonomi syariah adalah asuransi. Merujuk data DSN MUI, jumlah pemain asuransi syariah di Indonesia saat ini mencapai 51 perusahaan, terdiri atas tiga asuransi syariah penuh (full sharia insurance) yaitu Asuransi Takaful Keluarga (ATK), Asuransi Takaful Umum (ATU) dan Asuransi Syariah Mubarakah (ASM), 39 unit asuransi syariah (UUS), tiga  re-asuransi syariah dan enam broker asuransi dan reasuransi syariah.

Karena itu, tak heran, kini ekonomi syariah menjadi pilihan berbagai pihak, seperti bank, asuransi, lembaga pembiayaan, hotel, MLM, swalayan dan lain sebagainya. Ekonomi syariah menjadi salah satu lahan bisnis yang sangat menggiurkan. Banyak investor lokal maupun internasional (asing) yang turut memperebutkan kue ekonomi syariah ini.

”Ekonomi syariah, bagaikan primadona yang sangat tepat untuk dijadikan pilihan dalam membangun ekonomi umat,” kata Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, dalam sebuah perbincangan dengan Republika beberapa waktu silam di Jakarta.
Banyaknya pemain ini, kata Kyai Ma’ruf Amin, karena ekonomi syariah memiliki berbagai keuntungan dan manfaat yang sangat besar bagi umat. ”Ekonomi syariah itu sangat adil, transparan, mencerahkan dan menentramkan bagi umat. Karena itu, ekonomi syariah mampu bertahan terhadap negative spread yang menimpa ekonomi Indonesia pada krisis moneter tahun 1997-1998 silam,” ungkapnya.

Copy by : Hasyim (Bogor-July 2008)

Iklan

Written by Hasyim

Juli 27, 2008 pada 3:33 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: