EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

ILMU YANG BERMANFAAT

leave a comment »

Ilmu itu bukannya dengan banyak pengetahuan tentang manusia, waktu, tempat, dan hal-hal lainnya. Bisa jadi seorang kafir memiliki semua ini yang tidak dimiliki seorang muslim. Sebagian mereka mengira, jikalau dia mampu mengetahui detail-detail politik, perincian-perincian ekonomi, dan cabang-cabang sejarah, maka dia akan menjadi seorang alim dengan ilmu yang bermanfaat dan diberkahi.

Ini adalah keliru, sesungguhnya diantara orang-orang ateis ada yang menguasai ilmu politik, mahir dalam ekonomi, menjadi rujukan dalam sejarah, dan menguasai seni. Sebagian mereka mengira bahwa ilmu itu dengan banyak bicara, berdebat, kemampuan berdiskusi, dan keahlian berdialog.

Yang benar, bahwa ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang memberi manfaat di dunia dan akhirat, bukan di dunia saja akan tetapi juga di akhirat, itulah tujuan terpenting. Karena diantara ilmu yang bermanfaat didunia saja, seperti penemuan-penemuan yang ditemukan oleh Edison, Einstein, Newton dan lain-lain. Akan tetapi mereka itu bukan orang-orang mukmin, kemanfaatan mereka hanya di dunia saja, pahala mereka hanya harta, ketenaran dan kedudukan yang dihasilkannya, serta penghormatan dari manusia.

Sedangkan ilmu yang bermanfaat dan diberkahi menuntun pemiliknya kepada kemuliaan, menghalanginya dari kehinaan, mencegah jiwanya dari kesesatan, membentenginya dari hawa nafsu, menjaganya dari kekejian, memeliharanya dari hal-hal yang menghancurkan, serta mengantarkannya menuju keridhaan yang paling besar, nikmat mulia dan keabadian yang tidak akan berakhir ditempat duduk yang dijanjikan di sisi Yang Maha kuasa dan Maha Menentukan.

Seperti yang termaktum dalam sifat Allah SWT berupa kalimat yang selalu kita sebut setiap melakukan sesuatu dan kalimat pembuka untuk setiap mukmin yaitu “Bismillahirrahmanirrahim”, yang artinya “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Allah SWT memiliki sifat pengasih (rahman) dimana semua makhluknya didunia mendapatkan rahmat dari-Nya berupa rezeki, harta kekayaan, keahlian, ketenaran, kedudukan, baik itu hewan, tumbuhan, orang muslim, orang kafir, dan semua yang berada di semesta alam ini. Akan tetapi sifat Allah SWT yang berikutnya Yang Maha Penyayang (rahim) hanya untuk orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya di alam akhirat. (hasyim/2008)

Written by Hasyim

Agustus 12, 2008 pada 2:48 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: