EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Pencegahan Serangan Penyakit Asma

with 2 comments

Pencegahan serangan asma yang paling penting adalah menghindari faktor pencetusnya. Faktor-faktor pencetus tersebut adalah sebagai berikut :

1. Alergen, Faktor alergi mempunyai pengaruh asma. Bayi dan anak kecil sering berhubungan dengan barang-barang yang mengandung debu dirumah seperti tungau, serpih atau bulu binatang, spora jamur yang ada didalam rumah, dll. Atau bisa juga disebabkan oleh makanan tertentu. Untuk mengetahui lebih jelas jenis alergi bisa dilakukan uji alergi kulit di rumah sakit.

2. Infeksi, Infeksi pada bayi dan anak biasanya disebabkan oleh virus. Akan tetapi terkadang juga bisa karena bakteri, jamur atau parasit.

3. Iritan, Iritan bisa berupa hairspray, minyak wangi, asap rokok, cerutu dan pipanya, bau tajam dari cat dan polutan udara yang berbahaya lainnya. Udara dingin, udara kering dan air dingin juga merupakan pencetus asma.

4. Cuaca, Perubahan tekanan dan suhu udara, angin dan kelembaban dihubungkan dengan percepatan dan terjadinya serangan asma.

5. Kegiatan Jasmani, Kegiatan jasmani yang berat seperti lari dan naik sepeda dapat menimbulkan serangan asma. Tertawa dan menangis keras bisa juga menjadi faktor pencetus asma.

6. Infeksi saluran pernapasan bagian atas.

7. Psikis, Faktor psikis merupakan faktor pencetus yang tidak boleh diabaikan. Tidak adanya perhatian atau tidak mau mengakui permasalahan yang berhubungan dengan asma, baik oleh anak sendiri maupun oleh keluarganya, akan memperlambat atau bahkan menghambat usaha-usaha pencegahan. Sebaliknya terlalu takut pada serangan asma juga dapat memperberat serangan asma.

(hasyim/2008)

Written by Hasyim

September 10, 2008 pada 1:15 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mau berbagi Info nih…..

    Kenapa dalam satu keluarga yang pola hidup, pola makan dan lingkungannya sama, namun bisa ada yang mudah sakit sementara yang lain tidak? Ada yang mudah kena penyakit seperti flu atau demam dan cepat sembuh, tapi ada pula yang lama sembuhnya.

    Apakah penyebabnya ?….

    Kesehatan kita dipengaruhi langsung oleh sistem imun. Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit yang terdiri lebih dari triliyunan sel-sel NK ( Natural Killer), yang jumlah berat totalnya kira-kira 1 kg
    (2,2 pons).

    Apa Itu sel NK ?…

    Sel NK (Natural Killer) adalah sel imun yang bertanggung jawab mencari dan memusnahkan sel-sel “jahat” asing yang tidak dikenali oleh tubuh, termasuk sel kanker dan sel yang terinfeksi serangan virus, bakteri, dll. Jika seseorang memiliki aktivitas sel NK kurang dari 20% maka akan beresiko mudah terserang penyakit atau kurang kekebalan tubuh dalam upaya sembuh dari penyakit.

    Dari penelitian, Transfer Factor [ TF ] yang diekstrak dari kolostrum dengan teknologi Nano Factor mampu meningkatkan aktivitas sel NK sebanyak 103%. dan campuran TF dengan bahan-bahan alami lain yang berada pada 6 tingkat pertama daftar bahan awal induk mampu meningkatkan sel-sel NK menjadi 283%-437%. Perlu diingat, TF sendiri bukan obat, namun TF akan melatih / mendidik dan merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan dan mengatasi penyakit tersebut.

    Blog : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com

    Ryan & Kenny
    0818.07183888

  2. Kepada Yth,
    Saudara Ryan & Kenny

    Terima kasih banyak atas informasinya…
    Saya juga sudah melihat blognya (http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com)
    Blog yang hebat dan lengkap…
    sekali lagi terima kasih,

    Salam,
    Hasyim

    Ende

    Januari 24, 2009 at 7:31 am


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: