EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Pergeseran Peradaban Labuan Bajo

leave a comment »

Suku laut Bajo tak salah dalam memilih teluk kecil di pesisir barat Pulau Flores sebagai tempat berlindung apabila angin barat menerpa Selat Sape yang membatasi Pulau Sumbawa di barat dan Pulau Fores di timur. Teluk itu kemudian dikenal dengan Labuan Bajo atau tempat suku laut Bajo berlabuh.
Tak ada catatan pasti kapan suku Bajo mulai berlindung di teluk kecil di tepi barat Kabupaten Manggarai, Flores Barat, NTT itu. Yang pasti, Labuan Bajo bukan lagi perkampungan nelayan Bajo dengan rumah tenda yang multi-fungsi: tempat tinggal orangtua melahirkan anak dari generasi ke generasi dan tempat pengeringan ikan dari berbagai jenis.
Kini, Labuan Bajo yang berpenduduk kurang lebih 4.000 jiwa merupakan saksi hidup dari pergeseran peradaban, yakni dari zaman meramu ikan di laut ke zaman industri jasa pariwisata.
Pemain utama zaman meramu adalah suku Bajo. Dalam proses pergeseran itu, Labuan Bajo memikul beban konflik antarperadaban, yakni zaman industri jasa (pariwisata) dan zaman teknologi informasi (IT).
Pelaku utama di era peradaban yang bertemu secara mendadak di Labuan Bajo datang dari penjuru dunia: mulai dari suku Manggarai yang merasa Labuan Bajo dan puluhan pulau kecil di depan Labuan Bajo adalah teritori budaya dan politik mereka.

Suku mayoritas ini hidup damai dengan suku Jawa, Bali, Manado, Gorontalo, Cina, Bugis, Bima, dan Madura dan wisatawan asing yang berseliweran di jalan-jalan Labuan Bajo. Hingga kini, perbauran antarmereka mulus meski ada ceritra-ceritra seru di balik itu ketika orang Labuan Bajo berbicara tentang tanah.
Kalau tak ada Pulau Komodo dan Pulau Rinca dengan habitat kadal raksasa Komodo (Faranus Komodoensis), nasib Labuan Bajo barangkali tetap saja sebagai pasar ikan. Tahun 1980, Departemen Kehutanan menetapkan Pulau Komodo dan Pulau Rinca sebagai Taman Nasional dengan nama resmi Taman Nasional Komodo (TNK). Tahun 1995, badan PBB UNESCO (United Nation Education, Scientific Organization) menetapkan TNK sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site).

hasyim/1429h

Written by Hasyim

November 27, 2008 pada 1:02 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: