EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Padangpanjang – Kota Pemikir Islam

leave a comment »

Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) merupakan salah satu kota di provinsi itu yang menjadi tempat lahirnya para pemikir Islam dengan peran keulamaan berskala nasional dan internasional.

“Para ulama itu di antaranya Buya Hamka dan Buya Panglimo Kayo, yang dikenal gigih menyiarkan Islam,” kata Ketua Pelaksana Ijtima’ Ulama III MUI, Dra Welya Safitri, di Padangpanjang, Sabtu.

Selain itu, katanya, Umi Rahma Elyunisiah juga pantas diberi penghargaan sebagai pahlawan nasional.

“Sosok perempuan seperti Umi Rahma Elyunisiah pantas diberi penghargaan karena perjuangannya menyiarkan ajaran Islam juga tak kalah gigihnya dengan kaum laki-laki,” katanya.

Kini, namanya diabadikan dalam sekolah Diniyah Putri Rahma Elyunisiah Padangpanjang yang gedungnya dijadikan tempat penyelenggaraan Ijtima Ulama III MUI yang dibuka Wapres Jusuf Kalla (24/1).

Ijtima’ Ulama III MUI diselenggarakan di Padangpanjang, merupakan pertama kali di Indonesia yang dilakukan di luar Pulau Jawa.

“Padangpanjang, Sumbar dipilih karena disebut sebagai kota Serambi Mekkah. Sebutan itu ditandai banyak dibangunnya pusat-pusat pendidikan Islam seperti Diniyah Putri, Thawalib, Kauman, Pesantren Serambi Mekkah,” katanya.

Minangkabau

Senada dengan itu, Ketua MUI Sumbar Prof DR Nasrun Harun menyatakan Minangkabau (Sumbar) indentik dengan Islam, jika orang Sumbar tidak beragama Islam maka dia bukan orang Minangakabu lagi.

“Sebutan itu lahir atas kesepakatan para kaum ulama dan kaum adat di Minangkabau yang melahirkan filosofi ‘Adat basandi syarak, syarak bersandi kitabullah (ABS SBK)’,” katanya.

Hal itu, katanya, merupakan salah satu keistimewaan Minangkabau yang lebih dikenal dengan adat yang bersendikan syara’ (hukum agama) dan syara’ yang bersendikan kitabullah (Alquran).

“Dulu, orang mengkhawatirkan Islam akan habis di Indonesia, tapi dengan adanya filsofi ABS-SBK itu, justru Islam di Indonesia menjadi kuat. Selain Sumbar, penyangga Islam adalah Makassar dan Aceh,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap disslenggarakannya Ijtima’ Ulama III MUI itu dapat memotivasi kembalinya ulama-ulama Sumbar melalui pengembangan pusat pendidikan Islam di Kota Padangpanjang seperti pusat-pusat pendidikan Islam seperti Diniyah Putri, Thawalib, Kauman, Pesantren Serambi Mekkah.

“Melalui pusat-pusat pendidikan Islam itu, kita berharap dapat melahirkan tokoh-tokoh intelektual muda yang dipercaya oleh masyarakat dan ulama sekaliber Abdullah Ahamad, Tuangku Mudo Abdullah, Hamid Halan,” katanya. (hasyim/1430hijriyah)

Written by Hasyim

Februari 5, 2009 pada 7:40 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: