EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Pendidikan Untuk Wanita

leave a comment »

Mendidik Wanita

Kepunyaan Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (QS Syura: 49) Wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw ini khusus mengingatkan kepada para orangtua untuk tidak kecewa terhadap jenis kelamin anak-anak mereka. Baik anak itu lelaki maupun perempuan adalah berasal dari-Nya yang sama-sama mempunyai hak hidup, hak mendapatkan cinta, kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan yang baik.

Di sini mengemuka pandangan integratif dari Islam tentang individu dan tempatnya di dunia ini sebagai penjabaran dari dasar kepercayaan dan tindakan yang diletakkan oleh Islam yaitu tauhid. Tauhid telah memberi penegasan verbal, intelektual, praktis, dan spiritual tentang keesaan Allah. Karena umat manusia — lelaki maupun perempuan — diciptakan dari inti (roh) yang sama, maka umat manusia secara fundamental harus dilepaskan dari perbedaan superfisial yang ada. Karena itu dalam kerangka tauhid, tak ada pemisahan hak dan kewajiban antara pria dan wanita untuk berbuat sesuatu sejauh yang memungkinkan untuk kesejahteraan, kemakmuran, dan kemajuan masyarakat.

Selanjutnya, agar dapat memainkan peranannya yang benar, suatu keharusan sangat dasar dan serius dibebankan, yaitu bahwa masyarakat harus mendidik kaum wanitanya. Tradisi mendidik kaum wanita dimulai sendiri oleh Nabi saw dengan memberi kebebasan kaum wanita pergi ke masjid dan mendengarkan pengajian Beliau. Beberapa istri dan putri Rasulullah saw bahkan juga mengerjakan tugas yang bermacam-macam untuk mendapatkan gaji. Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, seorang wanita ditunjuk sebagai pengawas pasar di Madinah.

Karena itu, jika ada hal yang memperlemah kewajiban wanita dalam masyarakat tidak lain karena kewajibannya juga terhadap diri sendiri dan keluarganya. Bukan oleh sebab-sebab lain yang dinisbatkan berasal dari pembatasan agama. Hal ini perlu kita renungkan mengingat masih berkembangnya budaya diskriminasi terhadap hak-hak wanita yang seolah-olah sebabnya adalah dari tradisi agama.

Pendidikan bagi wanita merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Dalam berbagai kesempatan, Nabi saw mendorong masyarakatnya untuk menunaikan kewajiban mereka kepada anak-anak perempuan dan saudara perempuan. Beliau menjelaskan, ”Siapa saja yang dianugerahi dua orang anak perempuan atau yang menanggung beban dua orang saudara perempuan dan memperlakukan mereka dengan baik dan sabar, ia dan aku akan berada di surga berdampingan seperti ini (seraya menunjukkan dua jarinya).” Perlakuan yang baik dan sabar terhadap wanita dalam hadis di atas tidak lain adalah melaksanakan fungsi pendidikan agar mereka nantinya dapat memainkan peranannya yang benar sebagai anggota masyarakat yang berguna dan produktif. – hasyim/1430hijriyah.

Written by Hasyim

Februari 6, 2009 pada 2:13 pm

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: