EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Dakwah – Paris van Java

leave a comment »

Dakwah Kaos dari Ibukota T-Shirt

Sore hari yang sejuk di Bandung. Usai mandi, seorang bocah perempuan 10 tahun mengenakan legging dengan kaos bergambar karikatur gajah berekor tipis. Ia berlari ke luar rumah untuk menemui temannya yang sebaya dengan dirinya.

Teman sang gadis mungil memuji kaos yang dikenakannya. “Gajahnya lucu, buntutnya pendek.” Ia kemudian tersenyum. Bangganya dia.

Sang gadis cilik kemudian menjelaskan kepada temannya itu, tentang gambar gajah di kaosnya. “Gambar gajah ini artinya surat Al Fiil,” senyum sang gadis masih mengembang. Dengan lancar, ia menjelaskan arti surat Al Fiil.

Erick Yusuf, sang penggagas kaos itu, bangga. Dakwah yang ingin dicapai lewat kaos telah mengena sasaran. Di kantor, sekaligus counter, di kawasan Surapati, banyak ditemui berbagai macam kaos dakwah dengan beragam gambar yang unik.

Ide membuat kaos dakwah itu, cerita Erick, berawal dari kerisauan untuk menemukan media alternatif dalam berdakwah. Dua tahun lalu bersama beberapa temannya — selain melakukan dakwah dengan menambahkan multimedia misalnya — kemudian melakukan semacam brain storming.

Dari obrolan itu muncul keprihatinan bersama terhadap gaya anak muda Bandung dalam berbusana kaos. Yang Erick risaukan bukan kaosnya, tapi gambar dan tulisan yang tertera. Misalnya, kaos yang bergambar tengkorak dengan tulisan ‘Go to Hell’. “Saya sedih,” tutur Erick yang juga arranger musik DKSB (Depot Kreasi seni Bandung) pimpinan almarhum Harry Roesli.

Dari sinilah ide berdakwah lewat kaos itu muncul. Tapi, Erick dan kawan-kawannya, bingung. Akan dimulai dari mana dakwah lewat kaos itu? Ia ingin anak muda bisa gaya tapi sekaligus berdakwah.

Nah, di mana ada kemauan, pasti akan ada jalan. Ide kreatif kaos bisa datang dari siapa saja. Bisa dimulai dari ayat, bisa dimulai dari gambar, atau bahkan plesetan gambar dari brand yang sudah akrab di masyarakat.

Begitulah. untuk urusan kreativitas, Bandung, boleh jadi, gudangnya. Apalagi untuk urusan kaos. Bandung bukan cuma ibukota Priangan. Bandung juga ibukota kaos.

Kaos made in Bandung dikenal hampir di seantero nusantara. Maka, tak sulit buat Erick untuk menemukan kreativitas, apalagi bahan baku kaos.

Kini, ia sudah menghasilkan puluhan kaos dakwah. Ada yang bertuliskan Haram Suudzon, Muslim Peace dengan plesetan gambar brand sebuah motor gede. Ada plesetan logo Superman dengan huruf S diganti dengan angka 5 dan bertuliskan shalat lima waktu. Juga ada logo Manchester United menjadi Muslim Union.

Ada pula 1+1=27 dengan tulisan ‘shalat jamaah yuk‘. Kaos ini mengandung arti satu (1) imam + satu (1) makmum akan mendapat ganjaran 27 kali. Juga ada plesetan logo sebuah minuman keras dengan sanjak yang hampir sama ‘J’lek Banget’. Juga ada gambar teori evolusi Darwin yang menjelaskan bahwa asal usul manusia itu dari kera, di bawahnya dicantumkan kalimat dari ayat quran. Dan masih banyak lagi kaos-kaos dakwah lainnya.

Usaha dakwah lewat kaos ini, dinilai Erick belum maksimal, kendati kaos ini juga sudah dibawa ke Brunei, Singapura, dan Malaysia. “Untuk sebuah kaos, harga produk kami ini cukup mahal Rp 80.000 dan Rp 90.000. Ini karena kami mengutamakan mutu, baik kaos maupun sablonannya,” ujarnya.Meski begitu, 2,5 persen dari harga kaos disisihkan untuk menyumbang kaum yang tak mampu.

Untuk lebih menggemakan dakwahnya lewat kaos, Erick membuka kesempatan kepada orang yang mau menjualkan kaosnya di berbagai kota. “Namun, karena keterbatasan modal, kami baru bisa memberikan diskon menarik. Belum bisa konsinyasi. Yang penting dakwah sampai, pemberdayaan ekonominya juga didapat. Sok aja atuh,” kata Erick dengan logat Sunda yang kental. BDG EUY…Hayu mang, karaos kaos kaos…..

hasyim/1430hijriyah

Written by Hasyim

Februari 8, 2009 pada 4:21 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: