EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Kepala Dua

leave a comment »

Rasulullah saw bersabda:
“Orang yang berwajah dua di dunia, berlisan dua, berada dalam neraka.” (Hr. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

Berdasar hadits di atas itulah, kaum Arifun hanya memalingkan wajahnya kepada Allah Ta’ala. Tak ada dua wajah bagi kaum ‘Airfun. Dari rahasia ini pula, kaum ‘Arifunj mengambil kesimpulan bahwa mereka tidak boleh mengambil dua guru Mursyid dalam thariqatnya.
Mereka mengatakan, manakala dijumpai seorang Mursyid lebih kamil dan lebih utama dalam thariqat menuju Allah yang lebih benar dalam mengikuti jejak Rasulullah saw, maka seorang murid harus berpegang pada Mursyid yang utama tadi. Bahkan para syeikh dan anak-anaknya sekali pun  harus kengikuti jejak Mursyid yang utama tadi dalam thariqat.

Hal ini merupakan bagian dari keagungan ma’rifat kepada allah Ta’ala.
Tingkat Kaum Arifun
Ketahuilah saudaraku, kaum Arifun itu bertingkat dan beragam, dan dengan tangga yang berjenjang-jenjang, serta derajat yang berbeda berwarna, serta posisi yang bermacam-macam.

  • Diantara mereka ada yang mengenal Allah melalui Sifat qudrot, maka dia sangat takut kepadaNya.
  • Ada yang mengenal Allah melalui Sifat KaruniaNya, maka dia sangat berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah.
  • Ada yang mengenalnya melalui Muroqobah, maka dia mengokohkan kebenaran hatinya.
  • Ada yang mengenalnya melalui KeagunganNya, lalu ia meneguhkan rasa takut dan cinta.
  • Ada yangt mengenalnya melalui Sifat Maha Mencukupi, lalu dia sangat fakir kepadaNya.
  • Ada yang mengenalNya melalui Sifat Maha SendiriNya, lalu ia meneguhkan kebeningan hatinya.
  • Ada yang mengenalNya melalui Allah, lalu dia bersambung terus menerus denganNya

Karena itu:

  • Kualitas kema’rifatan rasa takut, tergantung kadar kema’rifatannya atas QudrotNya.
  • Kualitas rasa Husnudzon tergantung pada kadar kema’rifatannya pada Sifat Anugerah Ilahi.
  • Kualitas  rasa pembenaran dengan kejujuran hati tergantung kadar kema’rifatan Muroqobahnya.
  • Kualitas rasa takut penuh cinta tergantung kema’rifatannya atas Keagungan Allah.
  • Kualitas rasa butuh kepada Allah tergantung kema’rifatannya atas maha MencukupiNya
  • Kualitas rasa bening jiwa tergantung kadar kema’rifatan atas Sifat Maha Sendirinya Allah.
  • Kualitas Wushul tergantung kadar kema’rifatannya kepada Rabb Ta’ala.

Begitu pula kalangan “ahli langit” dalam beribadah, dalam dataran derajat maqom yang berbeda. Ada sebagian maqomnya adalah Rasa Malu, Rasa Hormat, ada pula Maqomnya adalah Taqarrub dan Kemesraan, ada pula yang maqomnya memandang Anugerah. Bahkan ada yang Muroqobah, Haibah, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan tak ada dari Kami melainkan baginya adalah Maqom tertentu..”
Kalangan ahli ma’rifat pada umumnya (awam), mengenal Allah mengikuti jejak Rasulullah SAW, dan membenarkan dalam hati mereka, mengamalkan dengan badan mereka, namun kadang mereka berbuat dosa dan maksiat, lalu hidup di dunia penuh dengan kebodohan dan sembrono, dankala itu mereka dalam bahaya besar, kecuali jika Allah merahmati mereka.

Ada kalangan manusia di atas mereka, yang mengenal Allah melalui dalil bukti, yaitu kalangan ilmuwan, pemikir dan filosuf, yang meyakiniNya dengan Tauhid melalui argument dan efek Sifat RububiyahNya, dimana mereka mengambil dalil dengan sesuatu yang nyata atas yang tersembunyi, dan mereka meyakini keabsahan dalil pembuktian itu. Mereka berada dalam jalan yang baik, namun mereka ini sering terhijab dari Allah Ta’ala karena lebih terdindingi oleh dalil pembuktian mereka sendiri.

Sedangkan kalangan khusus dari ahli ma’rifat adalah dari mereka yang memiliki rasa yaqin, mengenal Allah melalui Allah SWT. Mereka bersiteguh dengan ma’rifatnya, sama sekali tidak disertai argument dalil, atau dilatari oleh sebab akibat. Dalil mereka hanya Rasulullah saw. Imam mereka hanyalah Al-Qur’an. Cahaya mereka senantiasa melimpah di arena mereka. (hasyim/1430hijriyah).

Written by Hasyim

Februari 22, 2009 pada 1:55 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: