EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Jejak Sejarah Islam Dan Perdagangan Di Banten

leave a comment »

Sejarah menyebutkan bahwa masuknya Islam ke Jawa Barat adalah antara tahun 1521 dan 1524 Masehi dan diketahui bahwa penguasa Jawa Barat kala itu adalah Maulana Syarif Hidayatullah.

Sementara itu masa kepemimpinan Maulana Hasanuddin di Banten selama 46 tahun (1524-1570 M/930-978 H). Maulana Hasanuddin adalah  anak dari Maulana Syarif Hidayatullah yang menjadi sultan Banten pertama. Maulana Hasanuddin berkuasa di Banten sesudah ayahnya yaitu sekitar tahun 1552 Masehi.

Pada masa kepemimpinan Maulana Hasanuddin peranan Banten menjadi besar dan Islam semakin tersebar.

Hasanuddin meluaskan kekuasaannya di Lampung dan menikah dengan seorang putri Raja Indrapura. Kondisi Banten terus mengalami kemajuan bahkan melebihi kemajuan yang dicapai Sunda Kelapa dalam hal perdagangannya. Saat terjadi pendudukan Portugis atas Malaka, peran pelayaran di pantai Sumatera bagian barat yang berseberangan langsung dengan wilayah Banten menjadi bertambah penting.

Banyak pedagang yang kemudian pindah dari Malaka ke Banten. Aktivitas di Banten meningkat terutama setelah nilai pajak yang ditetapkan di Malaka menjadi lebih tinggi dari sebelumnya dan Portugis tidak mengizinkan pihak selain mereka untuk membeli rempah-rempah disana.

Para pedagang dari Gujarat, Persia, China, Turki, Pegu (Burma Selatan), Keling dan bahkan pedagang dari Portugis sendiripun berdatangan ke Banten.

Orang-orang China datang membawa uang logam yang disebut keping, yang terbuat dari timah hitam. Mereka juga membawa porselin, sutra, beludru, benang emas, kain tenun yang ditenun dengan benang emas, jarum, sisir, paying, sepatu, kipas, kertas dan sebagainya.

Orang-orang Persia membawa permata dan obat-obatan. Orang-orang Gujarat menjual kain tenun, kapas, sutra, batik negeri Ma’bar dan kain putih yang oleh wanita-wanita Banten dijadikan batik atau mereka sulam. Sedangkan yang mereka beli dari Banten adalah rempah-rempah dan barang-barang dari luar yang dibawa dari berbagai negeri yang datang ke Banten.

Kapal-kapal itu membawa garam dari Jawa Timur, gula dari Jepara dan Jakarta, beras dari Makassar dan Sumbawa, ikan kering dari Karawang dan Banjarmasin, madu dari Jakarta, Karawang, Nusa Tenggara Timur, Banjarmasin dan Palembang, minyak kelapa dari Blambangan, rempah-rempah dari Maluku, lada dari lampung dan Sulawesi, Cendana dari Nusa Tenggara Timur, gading dari Sumetera, tenunan dari Bali dan Sumbawa. Timah putih dari perak, Kedah dan Ujung Selong di Malaka, besi dari Karimata dan damar dari Banda Aceh dan Banjarmasin. Sedangkan orang-orang Portugis datang dengan membawa kain tenun dari Eropa dan India.

Dan juga tidak ketinggalan orang-orang Arab yang datang ke Banten, mereka masuk dalam kelompok orang yang pulang pergi ke Banten untuk berdagang dan bahkan menjadi pihak utama yang berperan penting dalam masa-masa awal berkembangnya agama Islam di bumi Nusantara.

Demikianlah aktivitas perdagangan di Banten pada saat dibawah kendali Sultan Hasanuddin telah berkembang demikian pesatnya dan kondisi Banten menjadi makmur serta keamanan wilayah terjaga dengan baik.

http://www.ende-islam.co.id

Written by Hasyim

November 1, 2009 pada 9:58 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: