EDISI SPESIAL

Arsip 2008~2014

Prinsip Bisnis Sukses Luar Dalam

leave a comment »

Dalam wacana moderen, keselarasan “inner success” dengan “outer success” dapat dibaca dari prinsip bisnis Konosuke Matsushita, seorang pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas dunia group perusahaan Jepang Matsushita. Dia memiliki motto hidup yang juga menjadi motto bisnisnya yakni “Life isn’t only for bread”, atau hidup bukanlah sekedar untuk sepotong roti.

Seseorang yang meraih outer success atau kesuksesan duniawi seperti karir cemerlang, gelar akademik yang berderet panjang, konglomerat yang menguasai puluhan perusahaan atau popularitas yang tinggi, kalau tidak diimbangi dengan inner success atau sukses ukhrawi, hanya akan berakhir dengan kesia-siaan hidup. Jadi hakikat sukses adalah memposisikan sukses dalam dua pemahaman besar yaitu keselarasan inner success dengan outer success.

Kesimpulan dari seminar internasional Harvard Bussiness School pada tahun 2002 menunjukkan bahwa alat baru untuk mendapatkan kesuksesan adalah tidak lain kecerdasan spiritual atau spiritual queetient (SQ). Karena spiritualitas mampu mendorong integritas, menggandakan energi, menyuburkan inspirasi, memupuk keberanian dan menjadikan orang lebih bijaksana. Dengan kecerdasan spiritual ini pula tercipta penegakkan kebahagiaan dan semangat produktif yang hakiki, kecerdasan spiritual ini merupakan satu dari tiga konsep kecerdasan (IQ-EQ-SQ) yang dimiliki oleh manusia.

Pusat orientasi hidup tertinggi yang dapat menyentuh pada kebahagiaan aspek spiritualnya manusia adalah pada hati. Ketika manusia ingin sukses, keselarasan spiritual yang didominasi oleh hati selalu dilatih dan selalu diusahakan untuk aktif menuju sifat-sifat Tuhan Yang Maha Agung. Dan inilah yang sering disebut atau diistilahkan dengan spiritual journey, yang adanya dalam hati.

Apabila didalam hati manusia tidak dilatih dan tidak dekat pada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka dapat menimbulkan penyakit hati sehingga manusia menjadi tidak stabil, miskin inspirasi, tidak adil, kurang motivasi, rasa iri dan dengki, rasa dendam, rasa emosi dan buas, rasa kecewa, gundah gulana, bosan, malas dan lain sebagainya. Dan obat dari penyakit hati ini adalah mendekatkan kepada Tuhan Sang Maha Pencipta sehingga spiritual journey pada diri manusia tetap terjaga dengan baik.

*Spiritual drive bussiness success principal

Written by Hasyim

Desember 30, 2009 pada 8:23 am

Ditulis dalam FORUM HASYIM

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: